
Selamat membaca
..................
Sya langsung terdiam melihat laki laki yang ada didepannya ini. Tentu saja Sya mengenalnya. Karena pria itu adalah mantan kekasih Sya waktu mengemban dibangku kuliah bersama temannya Scoot tentunya.
Sya ingin sekali menolak. Jika Sya mundur maka semua kesulitan akan segera menghampirinya tanpa basa basi.
Sya bukan tidak bisa hidup susah. Dibekali harta peninggalan kedua orang tuanya. Yang telah habis untuk pendidikan dan uang makan . Dan beberapa keperluan yang mendadak.
Meski telah berhemat tapi uang segunung bisa habis juga.
Sya mencoba memahami setiap detail hidup ini. Tidak seperti teman temannya yang bergelimang harta, hidup berkecukupan dan tidur nyenyak.
Saat sekolah menengah pertama Sya sudah mencari uang sendiri dengan bekerja ditoko bunga langganan mendiang ibunya.
Tapi mau dikata. Toko itu tutup setelah pandemi menimpa setiap negara. Sya harus bangkit dari keterpurukkan itu.
Tapi dihari ini. Dimalam ini. Haruskan jiwa dan tubuh Sya berlayar kepelukan pria lain? Sya hanya tak bisa mempercayai takdir . Semudah itu menaikkan menurunkan derajat seorang manusia.
Sya masih terdiam ditempatnya berdiri.
"Duduk lah Sya. Jangan tegang begitu. Santailah sedikit" goda Madam Elle.
Pria itu melihat Sya sekilas dan mengedipkan mata sebelah kirinya. Membuat Sya matanya melotot kearahnya.
"Pandanganmu nona Sya harap dikondisikan. Ohh ya saya lupa perkenalkan ini Tuan Renaldy pemilik saham terbesar diBar ini" tegur Madam elle.
Madam Elle tidak pernah memaksakan kehendakknya. Mereka datang sendiri dan menyerahkan tubuh mereka dengan sebuah imbalan yang fantastis.
__ADS_1
Setiap yang bekerja di Madam Elle. Semua pekerjanya harus melewati periksa fisik dan kesehatan.
Madam Elle selalu menomorsatukan kesehatan. Agar penyewa tidak was was akan penyakit yang akan tertular. Begitu pun sang penyewa kenikmatan harus cek laboraturium demi pekerjannya agar tak tertular penyakit lainnya.
Terjamin bukan?
Sya mengedarkan pandangannya hingga kesisi ruangan tersebut.
"Sudah puas memandangi ruanganku?" tegur Madam Elle.
Sya tersenyum kecut lupanya tindakannya barusan di awasi Madam Elle.
"Nona Sya" sapa Madam Elle sambil menyodorkan peraturan dan perjanjian selama bekerja ditempatnya.
Sya membaca dengan cermat setiap kata kata didalam tulisan itu.
"Ada yang ingin kau tanyakan?" .
Pria tampan yang masih didalam ruangan Madam Elle ternyata masih ada disana. Pria itu tertunduk sambil memainkan ponselnya.
Tak perduli dengan keadaan sekitar.
"Tuan Renaldy? Bisa bicara sebentar" panggil Madam Elle.
"Tentu saja".
"Nona Sya. Di luar ada anak buahku disana. Namanya jane dia yang akan memeriksa kesehatan fisik dan darahmu. Silahkan keluar Nona" kata Madam Elle sambil tersenyum kearah Sya yang hanya biasa saja.
Sya keluar ruangan Madam Elle dengan perasaan lega. Yang Sya tahu Madam Elle langsung duduk disamping pria tampan itu. Yang dikenalnya sebagai mantan kekasihnya terdahulu.
__ADS_1
"Nona Sya?" tegur Jane selaku anak buah Madam Elle khusus bagian pemeriksaan.
"Iya saya" jawab Sya patuh.
"Silahkan ikuti saya nona" perintah Jane yang hampir menyerupai suara dan tubuh laki laki padahal dia 100% perempuan sejati.
Sya melihatnya dengan jelas.
Sya masih mengikuti Jane kelantai 5 guna untuk memeriksakan kesehatan dan fisiknya.
Didalam ruangan sepi. Sya mencoba membuka obralan siapa tahu Jane bisa di ajak kompromi.
"Jane?" sapa Sya .
"Hem" jawab Jane seadanya.
"Cuma hem aja. Irit sekali bicaranya" omel Sya didalam hati
.
.
Mampir yuk dikarya temanku.
Blurb.
Harap bijak dalam memilih bacaan, terdapat adegan kekerasan, Kata-kata vulgar dan kotor
__ADS_1
spin of novel Mr. Arogant
lanjutan dari Mr. Arogant... perjalanan kisah hidup dan cinta Alexander Yudista Miller putra sulung Xavier dan Nesa.