Hasrat Suami Keduaku

Hasrat Suami Keduaku
Bertemu kembali


__ADS_3

Selamat Membaca


.................


Satu bulan kemudian.


Hari ini jadwal Sya untuk memeriksakan kembali kandungannya. Meski baru memasuki umur 8 bulan kandungannya. Tapi perut Sya sudah besar sekali. Seperti hamil kembar saja.


Untung kaki dan jari jarinya tak membengkak. Hanya saja tubuh Sya melebar dan sedikit gemuk. Tapi tak mengurangi kecantikannya .


Sya sudah mendaftar melalui telfon selularnya . Dikarenakan hari ini bertepatan hari sabtu banyak sekali pasien yang sudah mendaftar dua haris sebelumnya. Sya yang mendaftar kemarin. Mendapatkan nomot urut 21.


Sya sebenarnya malas. Dan sudah pasti akan menunggu lama.tapi hari ini sudah waktunya untuk periksa kembali .Praktek dokter kandungan buka di sore hari jam empat sore. Di siang itu Sya sudah bersiap siap menuju rumah sakit.


Saat tiba disana. Sya langsung melapor kebagian pos perawat kebidanan untuk control pemeriksaan tiap bulan. Setelah mengisi selebaran. Sya langsung duduk ditempat yang sudah disediakan.


Detik demi detik. Menit demi menit. Sampai berjam jam Sya menunggu. Sya melihat jam di yang melingkar di pergelangan tangannya yang sudah menunjukkan pukul 18.30.


Sya yang merasa masih lama dipanggil. Pamit keperawat yang jaga untuk kekantin sebentar untuk membeli beberapa makanan dan minuman. Karena bayinya sedari tadi mengamuk didalam perut meminta makan kepada ibunya .


Saat akan ruang kebidanan. Sya tak sengaja bertemu dengan Rey. Mereka tak berpapasan hanya saja Sya yang melihatnya dari kejauhan.


"Rey" lirih Sya sendu. tapi Sya langsung berjalan kedepan mungkin saja dia salah melihat orang . Tapi hatinya berkata lain. Yang tadinya Sya lapar. Kini lapar itu tak terasa lagi.


Bayinya yang menendang nendang dari tadi sudah tak lagi terasa. Mungkin saja ada ikatan bathin antara ayahnya. Tapi kemungkinan itu di tepis Sya jauh jauh.

__ADS_1


"Tidak mungkin" bathin Sya.


Setelah melewati pemeriksaan dirinya.


Sya diperkirakan akan melahirkan enam minggu lagi. Sya harus benar benar dalam keadaan sehat. Sya direkomendasikan melahirkan normal. Karena menurut dokter. Tidak ada penyakit bawakan yang di alami. Tubuh yang sehat dan bayi pun sehat didalamnya.


"Tante" panggil Sya. Dikejauhan sya melihat mama Yanti yang sedang duduk tak jauh dari ruangan pemeriksaan tadi.


"Apa kabar?" ucap Sya lembut sambil mencium tangan mama Yanti dengan sopan.


"Alhamdulillah sehat. Eh kamu disini juga" kata mama Yanti.


"Iya tante.. Aku habis cek kandungan dan" perkataan Sya terhenti


"Apa kata dokter" Mama yanti langsung menyela karena rasa keingintahuannya yang sangat dalam.


"Syukur semuanya baik baik saja tante" ucap sya.


"Alhamdulillah" ucap syukur mama Yanti.


Disela sela pembicaraan mereka .


"Ma" panggil seseorang pria muda.


"Degggg" Sya membathin sedangkan kondisi keduanya sedang membelakangi pria tadi.

__ADS_1


Mama Yanthi menoleh kebelakang. Sedangkan Sya masih mematung ditempatnya.


"Suaranya mirip suara Rey. Apa itu kamu?" bathin sya. Jantung Sya seakan akan roboh seketika .


"Sini Sayang. Ini yang mama ceritakan kemarin sama kamu" kata mama Yanti. Sedangkan sya masih duduk diam ditempatnya membathin diri.


"Sya kenalkan ini anak tante" Mama yanti menyentuh pundak sya pelan.


"Ayo" ajak mama Yanti.


Sya belum siap jika harus bertemu dengan Rey hari ini.. Apa lagi dalam keadaan. Perut yang membesar. Sedangkan Rey.. Apakah dia masih membenci Sya?.


.


.


Mampir yuk dikarya temanku.



Blurb.


Cinta akan menemukan pemiliknya. Sebuah ketidaksengajaan, keterpaksaan, dan perjodohan, bisa menjadi jalan untuk menyatukan dua hati yang berbeda.


Seorang gadis SMA bernama Aira, terjebak dalam sebuah pernikahan dengan seorang duda bernama Affan yang merupakan ayah sahabatnya, Faya.

__ADS_1


Mengapa pernikahan itu bisa terjadi?


Akankah pasangan beda usia itu bisa saling mencintai?


__ADS_2