
Selamat Membaca...
.............
Lima bulan kemudian.
Akhirnya Sya memutuskan mengurus surat perceraian antara dirinya dan juga Mark. Kini Sya adalah seorang janda yang hidup sendiri.
Beberapa tetangganya mengucilkan dirinya karena kehamilan Sya sendiri. Dari hari ke hari bulan demi bulan.. Kandungan Sya membesar. Calon bayi itu sudah menunjukkan keaktifan dan kelincahan meski masih didalam kandungan.
Tak banyak yang dilakukan Sya. Demi bertahan hidup Sya mengantungkan hidupnya pada berjualan sayuran hasil tanaman dikebunnya sendiri. Tabungan Sya sudah mulai menipis. Sya memerlukan uangnya seirit mungkin.
Selama lima bulan ini dan terakhir kali kejadian itu . Rey tak lagi mengubris keadaan Sya. Begitu pun Sya tak lagi memikirkan pria lain kecuali janin yang ada di rahimnya sekarang ini.
Dua bulan lagi acara pernikahan Mark dan juga Angela. Mark pasrah menuruti semua keinginan ayahnya demi harta mereka yang hampir terkuras habis. Demi mengumpulkan harta baru. Ayah Mark tega menghabisi perasaan anaknya sendiri demi sebuah kedudukan yang dinilainya lebih berharga.
Seperti hati ini Sya . Sedang memanen sayuran dan beberapa buah buahan dari kebunnya dibelakang rumah.
Setelah memanen Sya langsung mengumpulkan dan menghitung berat persayuran yang akan dijual.
Sya menjual hasil kebunnya di pasar tradisional yang tak jauh dari rumahnya.
__ADS_1
"Semuanya 10 kilo " kata pedagang sayuran yang sudah berlanganan dengan Sya. Orang itu senang membeli sayuran dari Sya. Karena segar dan juga murah meriah.
Sya tak mematok harga pasaran. Malahan harga dibawah pasaran.
Tanaman Sya tumbuh subur di halaman belakang rumahnya. Sya sengaja menanam dibelakang rumahnya karena tanah yang gembur dan subur.
"Lelahnya" Sya mengelap keringat yang mengaliri pipinya menggunakan kain segiempat yang ada disakunya.
Sya selalu membawa lap itu.
Semenjak mengandung sya selalu berkeringat melebihi biasanya. Perut yang mulai membuncit terkadang membuat Sya kesusahan untuk berlama lama berjongkok diatas tanah. Sya kadang menyiapkan bangku kecil untuk dia duduki.
Setelah dari pasar. Sya langsung pulang demi menghindari julidan dari para tetangganya.
Kandungan yang sudah menginjak lima bulan tak seperti lima bulan. Lebih terlihat sudah tujuh bulan. Sya mengirit uangnya. Sebenarnya Sya ingin memeriksakan kandungannya tapi sayang Sya tak cukup uang.
Akhirnya Sya pasrah dengan keadaanya. Selepas perceraian antara dirinya dan juga Mark. Mantan ayah mertua Sya terakhir kali datang hanya untuk menghina sya. Tapi untung saja pada saat itu kehamilan sya belum diketahui oleh siapa pun. Hanya Reynaldi yang tahu.
Tapi perut itu semakin hari membesar dan menimbulkan banyak pertanyaan dari para tetangga Sya yang lainnya.
Hari ini Sya di bully oleh tetangganya.
__ADS_1
"Ditinggal suaminya lalu hamil. Itu anak siapa?".
"Perempuan pengoda suami orang".
"Pantes kalau ditinggal suaminya. Dia aja gitu".
Begitu lah kata kata kasar yang terdengar oleh Sya di telingganya tapi Sya tak ambil pusing.
Sya berjalan lurus tanpa harus mendengarkan yang tak harus didengarkan demi kewarasan Sya menggalah dengan semua cacian untuk dirinya.
Sya tak menyalahi janin itu yang berkembang. Tapi sya menyalahkan dirinya sendiri terlalu murah dan gampangan dengan pria lain. Hingga tumbuh janin yang tak berdosa.
Menyesal pun tak ada gunanya.
.
.
mampir yuk dikarya temanku.
__ADS_1
Blurb
Hidup bahagia dengan bergelimang harta adalah mimpi semua wanita. Berfoya-foya dengan geng sosialita adalah kegiatan rutin yang harus dilaksanakan oleh keempat wanita yang usianya tidak muda lagi. Mereka tak lain adalah Astrid, Soraya, Dena dan Rahma. Lalu apakah hidup hanya dipakai untuk bersenang-senang? Lantas bagaimana dengan permasalahan masing-masing? Apakah hidup hanya untuk sekadar bersenang-senang, kemewahan dan gemerlap malam?