
Selamat Membaca
...........
"Pintar sekali dirimu. Sampai sampai mendekati mamaku yang tak tahu apa apa tentang kita" sindir Rey.
Mama Yanti sedang menerima telepon diruang kerjanya. Mama Yanti adalah donatur tetap diberbagai panti asuhan diberbagai kota.
Sya menelan ludah kasar.
"Maksudmu apa Rey" selidik Sya. Sya tak terima jika dia dituduh sedang memanfaatkan keadaan . Apa lagi dengan perutnya yang besar.
Rey membalas dengan senyum tipis.
"Tidak usah dijawab. Nanti akan terbuka kedokmu Dan" Rey menunjuk perut Sya
"Kau akan bilang pada mamaku bahwa anak yang kau kandung adalah benih dariku. Iya kan?" bisik Rey.
Sya mengerutkan dahinya.
"Rey .. Aku bukan orang seperti itu" tegas Sya.
"Lantas. Kau wanita macam apa. Setelah tidur denganku kau tidur juga dengan laki laki lain. Iya kan?" sinis Rey memandang Sya remeh.
"Apa kurang uang yang sudah kuberi padamu?" ungkit Rey.
"Rey. kau keterlaluan" Sya hampir menangis.
"Menangis lah. Maka mamaku akan semakin mempercayaimu" .
Sya yang merasa terhina. Lalu pergi meninggalkan Rey begitu saja tapi saat akan turun di undakan anak tangga. Tiba tiba perut Sya sakit dan membuat Sya tertunduk tak tertahankan lagi. Saat itu juga Sya terduduk sambil memegangi perut besarnya.
Rey yang melihatnya. Seolah olah tidak tahu. Dan beranggapan "Bukan urusanku".
__ADS_1
Tapi Rey bukanlah lelaki sejahat itu. Saat akan meninggalkan Sya sendirian.
"Rey. Tolong aku. Perutku sakit" lirih Sya menahan sakit yang luar biasa.
Rey yang tak tega langsung mendekati Sya dan darah segar mengalir melewati paha mulus Sya.
"Sakit" cicit Sya berkali kali.
Rey yang panik. Langsung berteriak minta tolong dan karena suara lantangnya. Seluruh pelayan dan sopir berhamburan masuk kedalam rumah.
Rey tentu saja panik.
Mama Yanti yang mendengar suara jeritan minta tolong pun langsung keluar dari ruang kerjanya.
Dan menuju ruang tengah sumber dari jeritan tadi. Mama yanti panik melihat darah segar berceceran dilantai.
"Cepat siapkan mobil" perintah mama Yanti.
Mobil sudah siap. Dan yang membawa mobil adalah Rey sendiri.
Rey langsung menuju rumah sakit miliknya.
Setelah sampai dirumah sakit. Sya langsung dibawa ke unit kebidanan untuk segera diberi tindakan.
Baju Rey sudah bercampur noda darah Sya.
"Sakit" eluh sya. Menggenggam tangan mama Yanti dari tadi.
"Sabar ya sayang..kamu pasti kuat" Mama yanti memberi semangat.
Sya yang diperiksa dokter barusan . Jalan lahirnya sudah terbuka.
"Masih pembukaan lima ya bu. Sabar ya. kita pasang induksi dulu" kata dokter tadi.
__ADS_1
Rey menunggu diluar. Tak berani masuk kedalam.
Mama Yanti keluar ruangan.
"Rey. Tolong kamu beli beberapa kain dan pakaian bayi nanti mama catat apa apa yang perlu kamu beli ya" perintah mama Yanti.
Dan langsung dilaksanakan Rey.
Rey tak sadar jika dirinya sudah menjalankan kewajibannya sebagai seorang ayah. Meski belum terungkap kebenarannya.
Rey yang sadar akan bajunya kotor. Langsung mengantinya. Didalam mobil itu sudah ada baju kemeja milik Rey yang tak terpakai.
Rey langsung membelah jalan ibukota menuju pusat keperluan bayi.
Setelah sampai. Rey menyuruh beberapa pelayan mencarikan apa saja kebutuhan bayi yang sebentar lagi akan lahir.
Didalam ruangan bersalin. Sya menangis. Menahan sakitnya akan melahirkan. Anaknya kedunia.
Sya sedih. Sya tak tahu. Bayi yang akan dilahirkannya ini. Benih dari siapa. Rey atau mantan suaminya.
.
.
Mampir yuk dikarya temanku
Blurb.
Adrian Pratama terpaksa harus menikah dengan adik angkat yang selama ini selalu ia jaga dan ia lindungi. Putri kandung dari ibu angkatnya. Mak Alisa.
Semua itu terjadi karena calon istri Adrian Pratama berselingkuh di belakangnya tepat saat hari pernikahan mereka.
__ADS_1
Sanggupkah Adrian Pratama menjalani pernikahan terpaksa dengan adik putri dari ibu angkat nya?