
Selamat Membaca
..............
Dihari ini Sya sudah sampai diJakarta. Sya langsung menuju kediaman barunya dikawasan Kalibata. Sya memutuskan membeli satu unit Apartemen didaerah sana.
Sya sudah dua kali ini menginjakkan kakinya di Jakarta.
Barang barang Sya akan tiba diIndonesia satu minggu lagi. Sya harus mempersiapka tenaga agar bisa membereskan barang barangnya dan memulai usaha barunya.
Keadaan Sya masih sama seperti hari kemarin. Tubuh yang mulai lelah. Membuat Sya banyak tak bergerak dan memilih berbaring dikamarnya.
"Aku harus bersyukur karena bisa sejauh ini. Dan semoga saja langkah ku ini benar benar bisa membawaku kedalam kebahagian" bathin Sya sambil mengelus perut buncitnya.
Berat badan Sya yang biasanya hanya 47 kg. Kini sudah mencapai 60 kg. Tubuhnya yang mengembang kadang membuat Sya malu sendiri. Tapi jika orang yang melihat. Sya tampak bertambah cantik dan modis.
Penampilan Sya sudah berubah. Yang biasanya hanya memakai jeans, kini beralih baju longgar dan besar.
Sya menatap langit kamarnya sambil mencium bau khas dinding yang baru selesai di cat. Sangat menenangkan aroma therapy menyeruak diseluruh ruangan.
Saat akan terlelap. Mata Sya langsung terbuka lebar.
"Kruuyyuuukkkk".
Ternyata perut Sya yang berbunyi. Sya lupa jika harus makan. Mengingat ada nyawa berharga didalam rahimnya.
__ADS_1
Akhirnya Sya turun kebawah mencari makanan yang ada di supermarket dilantai paling bawah.
Sya masuk kedalam supermarket. Membeli keperluan memasak untuk besok hari. Tak banyak yang dibeli Sya hanya beberapa sayuran dan juga ikan.
Sya lebih suka masakan Indonesia. Saat masih kecil ibu Sya sering memasak masakan Indonesia. Sya suka belajar ini itu. Meski lama hidup di Skotlandia. Tapi Sya tak pernah menghilangkan budaya turun menurun dari keluarganya .
Setelah rasa cukup Sya langsung naik lift menuju unitnya berada. Begitu sampai sya langsung berkutat didapur. Memasak untuknya.
"Kenyang" cicit Sya.
Sya tak lagi membereskan piring piring kotor itu. Sya langsung menuju ruang tengah untuk bersantai.
Tak apa apalah fikir Sya hidup bersih sekali kali . Bukan karna itu saja semenjak kehamilan ini Sya lebih banyak malas dari pada rajin. Sya memilih bersantai dahulu baru membereskannya.
Itu bukan sifat Sya yang sesungguhnya. Sya yang sedari kecil rajin dan menuruti orang tuanya.
Pria tambun itu menatap dirinya dicermin. Hari ini adalah malam pertamanya. Apa yang harus dilakukannya.
Mark tak bisa untuk itu.
"Ayo lah Mark ini adalah malam pertama kita" pekik Angela dari balik pintu.
"Hufft".
"Aku tak bisa melakukannya jika tidak dengan Sya" bathin Mark.
__ADS_1
"Ceklekkk" Mark membuka pintu kamar mandi. Mark melihat Angela telah siap untuk melakukan ritual malam pertama mereka. Tapi Mark tak ada gairah untuk itu.
Apapun yang dikenakan Angela tak membuat Mark meliriknya dan terlebih lagi menjijikan itu fikiran Mark.
Mark masih memikirkan perceraian dirinya dan juga Sya. Mark dipaksa ayahnya menandatangani surat perceraian yang sudah lebih dulu di tandatangani oleh Sya.
Sya telah menyetujui perpisahan antara Mark dan juga dirinya.
.
.
Mampir yuk dikarya temanku
Blurb.
Shopia Martin tidak pernah menyangka akan terjebak cinta satu malam dengan calon suami sahabatnya. Saat Ganesha Oenelon mengadakan pesta lajang bersama dengan para sahabatnya. Sampai akhirnya dia dituduh sebagai perusak pernikahan sahabatnya sendiri.
Pernikahan yang tidak diharapkan oleh Ganesha dengan Shopia, membuat mereka membuat kesepakatan. Hingga akhirnya Dora kembali hadir dalam kehidupan Ganesha dan Shopia pun memilih pergi dari kehidupan Ganesha. Tanpa disadarinya dia sedang mengandung benih Ganesha.
Mungkinkah Ganesha akan menyadari cintanya pada Shopia? Ataukah dia memilih kembali menjalin hubungan dengan gadis yang batal dia nikahi?
Penasaran???
__ADS_1
Ikuti terus ceritanya hingga tamat!