
"Bisakah kau jelaskan padaku? kenapa pria yang ada di foto ini sangat mirip papa. Tidak mungkin jika pria ini ada hubungannya dengan papa." Ara memperhatikan wajah pria tersebut dengan seksama.
"Dari informasi yang aku selidiki, semua berkaitan erat dengan mafia dragon atau sekarang yang lebih di kenal dengan mafia Gron yang di pimpin oleh suamimu."
"Maksudmu? bisakah kau jelaskan lebih detail lagi. Aku tahu tentang Dragon dan juga Oregon dua kelompok mafia yang bermusuhan sejak dulu. Tapi semua itu tidak ada sangkut pautnya dengan papa. Kenapa Meraka sampai membunuh papa, apa salahnya, katakan padaku apa salah papa, sampai mereka tega menghabisi papa.
"Tenang Ara, dengarkan penjelasan ku dulu. Apa yang akan aku katakan ini adalah hasil penyelidikan yang sudah aku kerjakan selama bertahun-tahun. Aku ingin mengatakan ini semua padamu, karena kamu berhak tau yang sebenarnya." Gaharu mencoba menenangkan Ara dahulu sebelum mengatakan sebuah kebenaran.
Ara menarik nafas dalam-dalam dan menghembusnya dengan kasar." Sekarang katakan yang kamu tau aku siap mendengarkannya."
__ADS_1
"Sebenarnya papamu adalah pimpinan kedua Mafia dragon setelah kakekmu. Dari ini formasi yang aku dapat. Papamu memiliki hubungan dengan seorang wanita yang tak lain adalah putri bungsu Oregon, dari hubungan tersebut wanita tersebut hamil dan melahirkan seorang putra, namun wanita itu menghianati papamu dengan memberikan putranya kepada Oregon dan wanita itu memilih mengakhiri hidupnya di depan papamu." Jelas Gaharu sambil menunjuk foto tersebut yang tak lain adalah anak kandung Malboro dan itu berarti dia adalah kakak kandung Ara."
Ara syok, mendengar penjelasan Gaharu. Ara tak menyangka jika papanya adalah pimpinan Dragon dan yang lebih parahnya sang papa merahasiakan semuanya dari dirinya.
"Jadi papaku, ternyata seorang Mafia. Lalu bagaimana dengan ibu kandungku? apa dia juga seorang-"
"Ibumu seorang penembak jitu, dia salah satu orang kepercayaan Tuan Malboro, yang di nikahinya selama satu tahun. Setelah kamu dan saudara kembarmu lahir, mereka berpisah dan membawa mu pergi meninggalkan kota ini dan menyerahkan kekuasaannya kepada tuan Vios yang tak lain adalah papa mertuamu."
"Ha... ha... ternyata aku ini adalah anak paling bodoh, hidup dalam kebohongan sejak kecil yang dilakukan oleh Papa. Aku kira dengan aku menjadi seorang agen rahasia, yang dikirim khusus dalam menangi kasus dunia mafia, dan sudah mengegerkan dunia m
__ADS_1
mafia, hingga aku menjadi target mereka, seharusnya aku tahu dari awal tentang semuanya, tapi nyatanya aku tidak mengetahuinya, jika semua kasus ada hubungannya denganku sendiri."
Ara ingin marah, ingin berteriak, dan juga ingin menangis, namun semua itu tidak bisa ia luapkan. Ia hanya bisa menghela nafas dan mere*as foto yang yang ada di tangannya.
"Nyawa harus di balas dengan nyawa, tak perduli walaupun ada ikatan darah, dia harus menerima balasan yang setimpal atas pembunuhan yang dilakukannya." Ara pun segera bangkit berdiri dan pergi meninggalkan Gaharu yang belum selesai bicara.
"Ara... tunggu, aku masih belum selesai bicara. Papamu..., papamu masih hidup Ra. Jika kamu balas dendam itu berarti kamu membangkitkan kembali permusuhan." ucap Gaharu, namun Ara sudah terlanjur pergi, hingga tak mendengar perkataan Gaharu yang terakhir tentang papanya.
Gaharu pun segera mengejar Ara, namun langkahnya begitu cepat hingga ia dengan mudahkan kehilangan jejak.
__ADS_1
"Aku harus hentikan ini. Jangan sampai masalah menjadi perang berdarah antara dua saudara. Jalan satu-satunya aku harus mencari tuan Malboro agar bisa menemui putrinya, jika aku bicara dengan Tuan Zivan, mungkin bisa menahan waktu sedikit lebih lama, sampai tuan Malboro menemui Ara. Ya itu satu-satunya jalan yang bisa aku lakukan." Gaharu pun merasa bersalah dan mengutuki dirinya sendiri karena mendengarkan bujukan dari pria berhati iblis yang tak lain memang menginginkan kedua kelompok mafia kembali berkonflik.
To Be Continued...☺️