Hasrat Wanita Bayaran

Hasrat Wanita Bayaran
HWB 33


__ADS_3

Seorang laki-laki mengendap-endap masuk ke kamar Ayumi dan berjalan menghampiri Ayumi yang tengah terbaring. Pergerakan langkah pria itu terdengar Ayumi walaupun matanya sedang terpejam.


Saat pria itu mendekat, Ayumi segera membuka mata dan segera menyerang pria tersebut sebelum dirinya di serang. Ayumi menyekal tangannya dan menjegal kakinya lalu segera membantingnya ke lantai hingga pria itu tertelungkup di lantai, Ayumi segera menarik tangannya kebelakang hingga pria itu tidak bisa bergerak lagi.


"Apa yang kamu lakukan mengendap-endap di kamarku, apa kau ingin membunuhku? Katakan siapa yang menyuruhmu?" tanya Ayumi dah menarik tangannya lebih kuat agar pria itu mengaku.


"Ampun, tolong lepaskan. Saya bukanlah musuh nona, saya dikirim tuan Zivan untuk mengawasi dan menjaga nona, saya tidak ada maksud untuk membunuh nona." jelas pria itu sambil meringis kesakitan.


Ayumi segera membulatkan matanya saat mendengar nama Zivan di sebut pria itu. Dan segera saja Ayumi melepaskannya.


"Katakan apa tujuanmu masuk ke kamarku dengan mengendap-endap, jika memang kamu suruhan suamiku?"


"Sebenarnya tadi saya hanya ingin membangunkan Nona untuk memberitahu agar nona lebih hati-hati, Tuan Agam sedang merencanakan sesuatu untuk membuktikan kecurigaannya kalau Nona bukan adiknya. Dan satu hal lagi nona harus bisa segera menemukan benda tersebut agar bisa segera meninggalkan tempat ini sebelum mereka semua mulai curiga." ucap pria itu. Setelah menyelesaikan semuanya, pria tersebut segera keluar sebelum ketauan.


"Rupanya dia belum percaya, baiklah kalau begitu aku akan ikuti permainannya. Jangan panggil aku Aurora yang bekerja selama bertahun-tahun menjadi agen rahasia jika aku tidak bisa menaklukkan Agam dengan caraku." Ucap Ayumi sambil menyeringai.

__ADS_1


****


Keesokan harinya, Ayumi mulai menjalankan aksinya untuk bisa mengeksplor markas Oregon dan mengetahui letak benda yang menjadi simbol kekuasaan Oregon.


"Apa kamu sudah naikkan?" tanya Marcel yang duduk di sebelahnya. Ayumi mengangguk.


"Aku sudah memanggil mereka untuk datang dan hari ini mereka akan mengukur tubuhmu sebagai bagian dari Oregon." ucap Agam menyela.


"Maksudnya?" tanya Ayumi, pura-pura tidak paham. Penyamaran Ayumi sungguh totalitas, ia berpura-pura menjadi gadis yang lugu dan tak tau dunia mafia, agar semua orang tetap percaya padanya kecuali Agam yang terus saja curiga.


"Setiap anggota keluarga Oregon harus memiliki lambang di tubuhnya sebagai statusnya, dan juga kode rahasia."Jelas Marcel membuat Ayumi tersedak.


"Kembali duduk. Jangan membantah Ayumi. Ini sudah menjadi kebiasaan turun-temurun, jika kamu tidak mau itu artinya kamu bukan bagian dari Oregon dan kamu tau artinya, tempatmu bukan di sini tapi di tempat perbudakan jika kamu tidak mau menurut." Ancam Gultom.


"Ayumi pun dengan terpaksa menyetujuinya dan itu membuat Agam menyeringai penuh kemenangan, berhasil membuat Ayumi tunduk dan membuktikan jika Agam yang berkuasa.

__ADS_1


Setelah sarapan, Ayumi mengikuti Agam ke salah satu ruangan dimana ruangan itu adalah ruangan khusus, " Ini tempat apa kak?" tanya Ayumi.


Agam dengan aura dinginnya mendekati Ayumi yang terus mundur hingga terpojok di dinding, "Ini adalah ruang penyiksaan, dimana siapapun yang berada di tempat ini akan mengatakan kejujuran jika ia ingin tetap bertahan hidup atau memilih bungkam jika ingin mati. Dan saat ini tiba giliran mu. Aku ingin menyaksikan penderitaan yang kamu alami sampai kamu mengatakan yang sejujurnya siapa kamu sebenarnya." Agam mengangkat dagu Ayumi yang terus menunduk agar bisa melihat tatapan matanya.


Saat kedua mata itu salah bertemu untuk pertama kalinya dengan begitu dekat, Agam merasakan sesuatu yang berbeda dengan Ayumi, seperti sebuah ikatan yang kuat.


"Jika kamu tidak percaya padaku, jika aku ini adalah adikmu. Kita bisa melakukan tes DNA antara aku dan kamu, ya antara kita berdua saja. karena hanya kamu yang tidak pernah percaya kalau aku ini adalah adikmu." ucap Ayumi dengan rencananya.


"Tes DNA?"


"Iya, untuk meyakinkan dirimu kalau aku ini adalah adik kalian. Dengan begitu kamu tidak perlu repot-repot mengujiku, karena aku tidak mau mengikuti permainanmu itu. Kau pintar kan tapi kenapa otakmu tidak di pakai." ucap ayumi yang kesal.


Dengan kasar Agam menarik Ayumi keluar.


"Siapkan mobil sekarang, kita akan ke rumah sakit sekarang." perintah Agam pada ank buahnya.

__ADS_1


'Astaga, ternyata dia mengikuti kata-kataku, bagaimana kalau hasilnya tidak sama? Aku sendiri juga belum yakin jika dia anaknya Papa, karena semuanya baru ucapan Gaharu belum ada buktinya.' gumam Ayumi dan terus mengikuti langkah Agam.


...To Be Continued ☺️☺️☺️...


__ADS_2