Hasrat Wanita Bayaran

Hasrat Wanita Bayaran
Ch 30


__ADS_3

"Aku percayakan misi ini padamu. Dapatkan benda itu dan misi selesai." Perintah Zivan saat memberi misi pada istrinya.


"Ya, aku tau dan tidak perlu kau ulangi lagi. Selama aku pergi, tolong jaga putriku baik-baik. Dan ingat satu hal. Jangan bawa perempuan di dalam rumah ini atau aku akan membunuhmu." Ara pun langsung menghambur dalam pelukan Zivan. Berat rasanya ingin meninggalkan pria yang sudah menjadi pendampingnya. Tapi ini juga perintah suaminya yang harus ia turuti.


"Aku pasti akan merindukanmu sayang, jaga baik-baik dirimu." Zivan pun berkali-kali mencium pipi Ara, sebagai perpisahan.


Sesuai arahan yang di berikan Zivan, sudah waktunya Ara harus pergi. Zivan mengantarkan Ara sampai depan gerbang, sedangkan Dion mengantarkan Ara sampai ke tempat yang sudah di siapkan Zivan.


Sesampainya di suatu tempat, beberapa anak buah Zivan sudah menunggunya.


"Nona, apa anda sudah siap menjalankan misi?" tanya Dion sekali lagi.


"Eeeemmm."


Tiba-tiba sesuatu menghantam kelapa Ara dan seketika Ara langsung ambruk dan pingsan.


"Lakukan sesuai perintah, dan kamu jaga Nona Ara sesuai perintah tuan Zivan."


"Siap tuan."


Beberapa orang pun menukar tubuh wanita yang dibawakan dengan tubuh Ara dan segera membawanya pergi ke markas Oregon tanpa sepengetahuan Ara.


Ternyata, Ara menggantikan adik Agam yang baru saja kembali dari penyadaran sejak masih kecil dan kini ia kembali setelah penyandera tersebut tewas terbunuh. Namun tak ada yang mengetahui wajah asli Ayumi setelah dewasa, yang membuat Ara aman melakukan penyamaran.


*****


Dengan kepala yang masih sakit, Ara pun tersadar dari pingsannya, dan menyadari dirinya sudah berada di sebuah kamar yang masih asing baginya.


"Sialan, Dion. Berani sekali dia menghantam kepalaku, awas saja kalau ketemu, akan ku balas perbuatannya." Gerutu Ara sambil memegangi kepalanya.


Samar-samar terdengar suara orang berbicara semakin mendekati pintu kamar, dengan segera Ara kembali merebahkan tubuhnya dan pura-pura masih pingsan.

__ADS_1


"Dok, tolong periksa dia, Kenapa sampai sekarang masih belum sadar." perintah Pria yang masuk bersama dokter.


'Apa dokter? jangan-jangan dia mau menyuntikku.' gumam Ara mendengar ada dokter di dekatnya.


Perlahan Ara pun membuka matanya, Saat itu ia melihat seorang pria dengan tubuh tinggi dan gagah tengah berdiri di samping dokter yang hendak memeriksanya.


"Dia sadar dok." Pria itu langsung duduk di samping Ara dan menggegam tangannya sedangkan sang dokter memeriksa keadaan Ara.


Ara ingin bicara, namun saat hendak bertanya sudah di sela pria itu lebih dulu. "Jangan takut, ini aku kakakmu Marcel." Ucap Marcel memperkenalkan diri. "Mulai sekarang kamu akan aman bersama kami, tidak akan ada orang yang menyakiti kamu lagi, dan akan aku pastikan tidak ada lagi yang melukaimu lagi." Ara yang masih bingung pun hanya bisa ternganga, karena tidak sesuai dengan skenario yang sudah di rancang sebelumnya dengan Zivan.


"Bagaimana dok keadaan adik saya?" tanya Marcel pada dokter.


"Sepertinya sudah membaik, hanya saja butuh istirahat yang banyak dan butuh asupan nutrisi yang lebih banyak. Tubuhnya terlalu kurus." jelas Dokter.


"Brengsek... dokter kira aku ini busung lapar, pakai ngatain kurus, kurang nutrisi segala." gerutu Ara.


"Baik dok, saya akan pantau adik saya lebih ketat. Kamu dengar Ayumi, mulai sekarang kamu akan menjadi tuan putri di rumah ini."


Ara kembali menatap Marcel dengan sayu, " Apa kau benar-benar kakakku? aku sama sekali tidak ingat, jika aku masih punya keluarga selain- hiks... hiks..."


Marcel langsung memeluk Ara, "Aku paham dengan perasaanmu, kamu pasti menderita selama ini. Jauh dari kami sejak kecil. Kami salah, kami tidak bisa menjagamu dan sampai akhirnya kami harus kehilanganmu."


Ara pun kini harus bisa beradaptasi dengan lingkungan baru tempat dia melakukan penyamaran hanya untuk mendapatkan sebuah benda yang sangat berharga agar bisa menaklukkan musuh dari Dragon ini.


ARA\=> Ayumi


Ara yang kini menjadi ayumi, berpura-pura menjadi gadis yang lemah dan penakut.


"Nona, tuan Marcel meminta anda untuk turun dan makan malam bersama." ucap seorang pelayan atas perintah Marcel. Ayumi pun mengangguk lalu mengikuti pelayan tersebut.


Ayumi mendapati, tiga orang pria yang sudah duduk di meja makan, satu dari ketiga pria itu Ayumi kenal dan sangat Ayumi benci, Ia adalah Agam.

__ADS_1


"Dia... bukankah dia yang telah membunuh papa?" Ayumi mengepalkan kedua tangannya menahan amarah.


"Ayumi, kenapa masih berdiri di situ." tegur Marcel dan segera menghampiri Ayumi yang masih mematung.


"Kamu tidak papa-papa Ayumi. Jangan takut, mereka juga keluargamu. Ayo aku kenalkan mereka padamu." Marcel membimbing Ayumi dan membiarkan Ayumi duduk di dekatnya.


"Ayumi, apa kamu sudah lupa pada mereka?" tanya Marcel, Ayumi hanya mantap Marcel sebagai bentuk jawaban.


Lelaki tua pun hanya bisa menghela nafas, namun ia tak berkata apa-apa. Sedangkan Agam, sikap dinginnya tak bisa menunjukkan ekspresi apapun.


"Sabar pa, kita mulai lagi dari awal. Pelan-pelan nanti Ayumi akan kembali seperti yang kita harapkan, hanya butuh waktu sedikit lebih lama."


"Terserah, lakukan apa yang kamu bisa, satu bulan lagi, dia harus sudah siap, manjadi apa yang kita inginkan." saut Fredly ayah dari Agam dan Marcel.


"Baik pa, percayakan dia padaku."


'Apa sebenarnya yang mereka rencanakan.' Ayumi tak bisa menerka- nerka, ia pun dipaksa Marcel untuk makan makanan yang sudah di siapkan di piring.


"Makanlah, abaikan perkataan papa, dia memang begitu."


"Agam, kenapa kamu tidak menyambut adikmu, buanglah sikap dingin mu, lihatlah adikmu jadi takut padamu, padahal wajah kalian terlihat lebih mirip daripada aku." tegur Marcel.


"Apakah aku harus tepuk tangan, lalu menari? Dia sudah besar, pasti dia tau cara beradaptasi sendiri." Agam pun meletakkan kembali garpu yang dipegangnya, dan segera meninggalkan meja makan.


"Kak, apa dia tidak menyukai kedatanganku. Kenapa dia begitu marah?" tanya Ayumi dan pura-pura takut.


"Abaikan dia, memang begitu orangnya. Tapi sebenarnya dia itu baik, hanya saja sangat keras kepala. Lanjutkan makan mu, setelah itu kembali istirahat, besok akan kakak tunjukkan hal-hal yang perlu kamu tahu di keluarga Oregon." Marcel pun tersenyum dan mengusap rambut Ayumi.


Ayumi pun menghela nafas, dan bersiap untuk menjalankan misi dengan pura-pura menjadi putri dari keluarga Oregon, dan harus bertemu setiap hari dengan kakak sekaligus musuh yang sangat dibencinya.


To be continued ☺️☺️☺️

__ADS_1


Jangan lupa yang masih ingin kisah ini lanjut, buat selalu ninggalin jejaknya setiap selesai baca.


__ADS_2