Hasrat Wanita Bayaran

Hasrat Wanita Bayaran
HWB 34. Penghianatan


__ADS_3

Sepanjang jalan, menuju rumah sakit. Ayumi nampak gelisah, dia benar-benar akan dalam masalah besar jika hasil tes DNA tidak cocok.


Di tengah perjalanan, Agam menerima panggilan dari seseorang. Setelah mereka berbicara di telepon, Agam segera memerintahkan Sopirnya untuk pergi ke suatu tempat.


"Ma- mau kemana kita kak? bukankah kakak mau membawaku ke rumah sakit untuk tes DNA? atau jangan-jangan kakak takut kalau tuduhan kakak salah, dan aku ini benar-benar adikmu," ucap Ayumi.


"Ada hal yang jauh lebih penting daripada membuktikan kecurigaanku. Lebih baik kamu diam atau aku akan menurunkan kamu disini."


Ayumi hanya menggerutu, ingin rasanya dia menghajar laki-laki yang ada di sampingnya itu, tapi dia takut kalau penyamarannya akan terbongkar, kalau sebenarnya dia bukan Ayumi melainkan Aurora.


Akhirnya mereka sampai di sebuah rumah kosong, dan di sana sudah ada beberapa mobil yang terparkir. Ayumi sangat penasaran dan ingin sekali mengetahui apa yang terjadi, namun sayangnya Agam melarang.


"Tunggu di sini dan jangan kemana-mana. Aku akan segera kembali." Ayumi hanya bisa mengangguk menuruti perintah Agam yang terlihat begitu tegang.


Ayumi yang sudah menunggu terlalu lama, tak mampu menahan diri untuk tidak mencari tahu apa yang ada di gudang tersebut.


Diam-diam Ayumi mengeluarkan pisau miliknya dan segera menodongkan pisau itu ke leher sopir.

__ADS_1


"Cepat buka kuncinya dan biarkan aku keluar atau aku akan membunuhmu." Ancam Ayumi. Sopir itupun tak bisa berbuat apa-apa demi keselamatannya, selain membiarkan Ayumi keluar.


Segera saja Ayumi keluar dan menyelinap masuk kedalam gudang tersebut. Setelah mencari-cari akhirnya Ayumi menemukan keberadaan Agam yang ternyata sedang bertransaksi namun ada yang sedikit aneh. Agam bersikeras menolak transaksi yang tengah terjadi.


Transaksi apa yang sedang mereka lakukan? sepertinya Agam tidak menginginkan hal itu. Aku harus mencari tau, Tunggu bukankah itu Erik? Bagaimana bisa di bertransaksi dengan musuhnya? Apa yang sebenarnya terjadi?


Ayumi ingin segera pergi sebelum diketahui Agam kalau dirinya membuntuti. Namun sayangnya naas, tak sengaja Ayumi menendang bekas botol yang tergeletak di lantai hingga menimbulkan suara.


Semua yang mendengar langsung siaga dan mengeluarkan senjata mengarahkannya pada Ayumi.


Agam yang kenal dengan pakaian Ayumi segera berteriak memanggilnya keluar.


Perlahan Ayumi pun keluar menunjukkan diri sambil memasang wajah memelas, berharap Agam tidak melakukan sesuatu padanya.


Namun tatapan Ayumi segera teralihkan dengan sosok Erik yang ada disana, yang tak lain adalah bawahan Dragon. Ayumi segera menebak kalau ada penghianatan.


Ayumi mendekati Agam dan menundukkan kepalanya, "Maaf, tidak sengaja," ucap Ayumi memelas, membuat Agam semakin kesal.

__ADS_1


"Kamu sudah membuat kesalahan, maka aku akan menghukum mu nanti." Bisik Agam.


"Baiklah, Segera kirim barangnya aku akan siapkan uangnya!" Perintah Agam lalu segera menarik Ayumi keluar dari gudang.


Ayumi segera di dorong masuk kedalam gudang dengan paksa, dan memarahi Sopir yang membebaskan Ayumi.


"Kamu memang benar-benar keras kepala, sudah aku katakan untuk tidak keluar, tapi kenapa kamu masih membantah dan kamu mengacaukan semua rencanaku. Sebagai hukuman kamu harus menemaniku malam ini."


"Menemani?! aku adikmu bukan Pela*cur mu, Tidak aku tidak mau. antarkan aku pulang, atau panggilan kan kak Marcel biar dia yang menjemput ku." tolak Ayumi.


" Aku tidak akan membiarkan Marcel ikut campur, paham!" bentak Agam yang sangat kesal dengan Ayumi.


Pada akhirnya Ayumi hanya bisa mengangguk pasrah, dan bersiap untuk mendapatkan hukuman, dan hanya bisa berdoa Marcel membebaskan dirinya dari belenggu Agam yang menjeratnya sampai Agam mendapatkan kepastian.


Agam membawa Ayumi pergi ke club XX dimana tempat tersebut menjadi saksi beberapa hubungan yang masih terjalin.


"Kak, kenapa kita kesini. Aku gak mau. Ayo pulang." tolak Ayumi dengan berpura-pura lugu. Agam mencengkeram pergelangan tangan Ayumi lebih erat, sampai membuat Ayumi meringis kesakitan.

__ADS_1


"Diam dan ikuti saja perintahku!" bentak Agam dan segera membawanya ke ruang VIP. Di dalam Agam memesan beberapa jenis minuman dan mengundang beberapa temannya untuk datang berpesta.


To be continued ☺️☺️☺️


__ADS_2