Hasrat Wanita Bayaran

Hasrat Wanita Bayaran
Ch 28


__ADS_3

Ara kembali dengan mata sembab, selama perjalanan pulang ia terus saja menangis, dan Memaki dirinya sendiri yang ternyata terlalu bodoh, sampai tak tahu permainan orang-orang di dekatnya.


Sesampainya di rumah, Ara langsung saja masuk tak memperdulikan ada sepasang mata yang sedang mengintai dengan tajam.


"Berhenti!" ucap Zivan menghentikan langkah Ara.


Ara menghentikan langkahnya namun ia tak mau menoleh ke arah Zivan.


Zivan berjalan menghampiri, dengan wajah kesal menyelimuti, karena sikap Ara yang akhir-akhir ini kembali membuatnya kesal dengan pergi tanpa izin, tanpa Ara ketahui jika Zivan selalu mencemaskan dirinya.


"Darimana saja? Kenapa kamu kabur dari rumah lagi? apa kamu tidak memikirkan aku yang selalu cemas mencarimu." tanya Zivan sambil memegang bahu Ara


"Kamu jahat, kamu sudah menipuku selama ini. Kenapa kamu tidak pernah jujur kalau ketua Dragon itu kamu." Zivan terkejut lalu ia menepiskan tangannya sendiri dan mundur selangkah.


"Darimana kamu tau?" Tanya Zivan lagi dengan terkejut, ia tak percaya rahasia yang ia simpan selama ini telah di ketahui istrinya. Zivan dan yang lain tak pernah cerita pada Ara tentang Dragon yang ia ceritakan jika Zivan memimpin mafia Gron yang tak lain itu hanyalah nama samaran saja.


"Jadi benar yang dikatakannya kalau kalian semua menyembunyikan rahasia besar ini padaku. Hah...! Bodohnya aku, ternyata selama ini aku menyelidiki keluargaku sendiri. Katakan padaku. Apakah yang membunuh orang tuaku itu Oregon?"


"Dengarkan Ara aku bisa menjelaskan baik-baik. Tapi kamu harus tenang dulu, Kamu tidak akan mengerti jika kamu dalam keadaan marah."


"Aku tidak butuh ceramahmu, aku cuma butuh jawaban iya atau tidak." Bentak Ara yang dengan berani meninggikan suaranya di hadapan suaminya. Hal itu membuat Zivan terdiam sejenak, ia tak ingin adu keras kepala yang bisa masalah semakin besar.


"Iya... Oregon yang menyerang papamu. Dan sekarang dia masih mengincar kamu, makanya aku sangat kuatir saat kamu hilang. Aku sudah berjanji dengan Papamu kalau aku akan menjagamu bahkan jika harus mempertaruhkan nyawa. Dengarkan aku Ara, aku punya alasan kenapa aku tidak jujur tentang Dragon sejak awal. karena aku tidak mau kamu menilai negatif tentang Dragon yang sudah didirikan oleh kakek mu."


Ara hanya bisa mengepal tangannya mencoba meredakan emosinya yang menggebu-gebu.


"Akan ku coba memahaminya, sekarang minggir, aku ingin sendirian, aku ingin menenangkan diri dulu, semua kenyataan ini membuatkan hampir kehilangan akal."

__ADS_1


"Baiklah, tapi ingat jangan kabur lagi." Zivan pun mempersilahkan Ara pergi ke kamar. Amarah yang Zivan tahan pun ia lampiaskan kepada anak buahnya.


"Cepat cari tau siapa yang ditemui Ara dan bawa dia ke markas, aku penasaran apa yang ia ceritakan pada istriku sampai dia begitu sangat marah." Perintah Zivan diam-diam tanpa sepengetahuan Ara.


***


Gaharu yang sudah punya firasat buruk pun bergegas ingin meninggalkan kota A agar bisa menyelamatkan diri dari bahaya yang akan menghampirinya.


Gaharu segera pergi ke bandara dengan menyembunyikan identitasnya agar tidak ada yang tahu keberadaannya. Namun menghindar dari Dragon bukanlah hal yang mudah. Anak buah Dragon tersebar ke seluruh bendara untuk mencari keberadaannya.


"Terus cari keberadaannya, jangan biarkan dia bisa lolos. Aku yakin dia masih ada di sekitar sini." perintah Zivan yang ikut serta mencari keberadaan Gaharu.


Ternyata tak hanya Dragon, Oregon pun muncul untuk mencari keberadaan Gaharu, dan pada akhirnya kedua mafia itupun Saling bertemu di tempat umum.


Zivan dan Agam pun saling menatap penuh kebencian, begitu juga dengan anak buah kedua mafia tersebut, mereka sudah panas ingin sekali saling menghabisi namun masih di tahan oleh masing-masing ketuanya.


"Tutup mulutmu..." Bentak Dion dan ingin menyerang Agam karena tak terima ketuanya di Dragon di hina. Namun karena Zivan tidak ingin menjadi kekacauan di bandara, Zivan meminta Dion untuk menahan diri dan memilih mundur daripada terjadi masalah di luar Kendali.


"Tuan apa yang ada katakan, jika kita mundur mereka akan semakin merendahkan kita, aku tidak terima jika Martabat Dragon di rendahkan oleh kelompok mereka." protes Dion.


"Mundur bukan berarti kalah, gunakan otak bukan mulut yang hanya bisa koar-koar." jawab Zivan lalu segera memerintahkan anak buahnya untuk menghentikan pencarian Gaharu, dah semua pun segera mundur, hal tersebut membuat Agam tertawa lebar, melihat Dragon yang menciut di depannya.


"Temukan Gaharu secepatnya, jangan biarkan dia lolos begitu saja." perintah Agam. Anak buah Agam pun kembali mencari keberadaan Gaharu di sepanjang daster bergerak.


Disisi lain, Zivan yang sejak awal sudah mengetahui keberadaan Gaharu yang Ternyata sesudah meninggalkan Bandara dan membatalkan penerbangan akibat dirinya di jadikan buronan.


Zivan menggerebek sebuah rumah yang menjadi tempat persembunyian Gaharu.

__ADS_1


"Kepung tempat ini dan jangan biarkan dia lolos lagi!" perintah Zivan sembari memberi kode pada Dion untuk mendobrak pintu tersebut.


Brrraakkk


Daun pintu itu pun hancur dalam sekali dobrak, Gaharu yang ada di dalam pun sudah siap dengan senapan yang di todongkan ke arah pintu.


"Jangan bergerak! satu langkah kalian mendekat akan aku tembak kalian." Ancam Gaharu. Zivan hanya menyeringai, ancaman gaharu tidaklah mempan.


"Turunkan senjatamu, kamu tidak akan bisa lolos, rumah ini sudah di kepung." ucap Dion. Gaharu tak bergeming, ia tetap menodongkan senapannya ke arah Zivan yang berjalan menuju ke sofa.


"Jangan kuatir, aku tidak akan membunuhmu asalkan kamu memberitahu semua informasi yang aku butuhkan."


"Apa sebenarnya yang kalian inginkan? aku bukanlah mata-mata, jadi aku tidak punya informasi yang kalian butuhkan."


"Benarkah? lalu bagaimana kamu bisa memberitahu istriku rahasia tentang Dragon. Aku yakin kamu bukan orang sembarangan, bahkan Oregon pun sedang mencari keberadaan mu. Aku akan menjamin keamanan mu asalkan kamu mau memberitahu sesuatu yang aku butuhkan."


"Aku tidak punya informasi." Gaharu kekeh tidak ingin memberitahukan apapun.


"Baiklah, itu artinya kamu tidak jera dengan penyiksaan yang pernah aku lakukan. Dion, lakukan sekali lagi." perintah Zivan sambil menyaksikan bagaimana Dion melumpuhkan kembali Gaharu untuk yang kedua kalinya.


Satu melawan banyak orang, membuat Gaharu tak bisa berkutik, ia pun habis-habisan di pukuli Dion dan anak buahnya sedangkan Zivan hanya menyaksikan bawahannya menghajar Gaharu sambil menikmati sepucuk rokok.


"Cukup!" perintah Zivan menghentikan. Dion berhenti dan menarik langsung tubuh Gaharu yang Tak berdaya di hadapan Zivan.


Dengan nafas yang tersengal-sengal dan juga batuk darah, Gaharu tak bisa berkutik lagi, Zivan mencengkeram dagu Gaharu dengan kuat hingga Gaharu sampai terdongak keatas menatap Zivan.


"Apa kamu masih ingin diam?"

__ADS_1


To be continued ☺️


__ADS_2