He Is Luke

He Is Luke
Episode 1


__ADS_3

Jam istirahat...


Seorang siswi dengan rambut cokelat gelap panjangnya sedang duduk di kursi kelasnya. Tak lama kemudian, seorang siswi lainnya datang menghampiri dengan membawa 2 kotak susu. 1 kotak susu vanila dan satunya cokelat. Ia lalu memberikan 1 kotak susu cokelat itu kepada temannya yang sedang duduk, seraya berkata.


"Alia, Ini susu kotak yang kamu minta"


"Terima kasih"


Ucap siswi yang sedang duduk itu sambil menerima 1 kotak susu. Namanya adalah Alia Vertissertia. Dan siswi berambut hitam pendek yang sedang berdiri disampingnya adalah Manna Chalgiberte. Mereka berdua berteman sejak kelas 2 SD.


"Oh iya. Alia, kamu tahu rumah besar yang ada di dekat jurang belakang?"


Tanya Manna kepada Alia yang sedang menusuk kotak susu cokelatnya dengan sedotan.


"Rumah apaan? Emang ada?"


Tanya balik Alia yang lalu menyedot susu cokelat yang di genggamnya.


"Ada kok. Tahu gak? Rumah itu berhantu lho. Beberapa tahun yang lalu, ada 1 keluarga yang tinggal di rumah itu. Jumlahnya ada 10 orang. Ada kakek, nenek, ayah, ibu, anak pertama laki laki, istri dan bayi si anak pertama, anak kedua dan ketiga laki laki kembar, dan yang terakhir anak perempuan. Di suatu malam dengan cuaca yang sedang hujan deras dan petir yang terus bermunculan, ada seseorang yang datang ke rumah besar itu dengan membawa pistol. Terus orang itu yang diduga perampok, membunuh semua orang di keluarga itu. Lalu si perampok mengambil semua barang berharga yang ada di sana. Dan ketika mau kabur, seketika pintu keluar tertutup. Di sanalah perampok itu terbunuh. Dan ternyata, si perampok dibunuh oleh 1 keluarga itu yang sudah jadi han-" 'PLAK!!!'


Belum selesai Manna berbicara, Alia lebih dulu memukul wajahnya dengan buku.


"Udah udah! Di dunia ini gak ada yang namanya hantu!"


Manna mengambil buku yang masih dipegang oleh Alia.


"Ih! Ada! Aku serius!"


Alia yang mendengar ucapan ngotot dari temannya itu menyentuh kepalanya.


"Aduuh~ harus berapa kali aku bilangin sih? Hantu itu gak ada, Manna"


"Ad-" 'PLAK!!!'


Lagi lagi belum selesai berbicara wajah Manna dipukul oleh Alia.


"Dibilangin gak ada kok!"


Kesal Alia yang kemudian bangkit dari duduknya.


Tak lama kemudian, dua orang siswa datang menghampiri mereka.


"Ck! Ck! Ck! Enggak! Yang dikatakan Manna memang benar! Hantu itu ada!"


Kata salah satunya sambil menaikkan kaca matanya yang sedikit turun, Erdan Pothryn.


"Iya! Hantu itu beneran ada! aku pernah lihat langsung!"


Tambah satunya lagi dengan mata yang berwarna hitam, Jefry Laska.


'Apaan lagi orang orang ini?' Batin Alia menatap kesal. Manna menyingkirkan buku yang ada didepan wajahnya, dan menoleh kearah Erdan dan Jefry.


"Coba lihat ini! Aku merekamnya langsung!"


Ujar Jefry yang memperlihatkan kameranya kepada Alia. Alia memperhatikan dengan teliti setiap gambar yang ada di rekaman kamera Jefry.


"Ini di mana?"


Tanya Alia yang masih memperhatikan gambar.


"Diperjalanan menuju rumahku. Ini setelah aku dan kakak sepupuku pulang dari rumah temannya. Diperjalanan itu aku melihat hantu. Sangat menyeramkan!"


"Ck! Mana hantunya? ini mah cuma obrolan kalian!"


Geram Alia.


"Tunggu saja. sekitar 5 menit lagi akan muncul"


Jawab Jefry santai. Semakin membuat Alia marah.


"Kelamaan! Langsung ke hantunya aja!"


Teriak Alia, membuat Manna, Erdan, dan Jefry terkejut.


"I-iya iya"


Ucap Jefry yang kemudian mempercepat batasan waktu rekaman dimana hantu itu muncul. Kemudian memperlihatkan gambar rekaman itu kembali kepada Alia. Gadis itupun memperhatikan gambar hantu itu dengan teliti.


'Kok kayak orang?' Batinnya dengan tatapan datar.


"Tuh kan! Ini asli, Alia! Benarkan yang kukatakan!? Lihatlah! Ada darahnya!"


Kata Manna memancing agar Alia percaya.


"Bagaimana? Sudah percaya kalau hantu itu ada?"


Tanya Jefry kepada Alia, yang lalu menatapnya.


"Apa kakak sepupumu masih tinggal di rumahmu?"


Tanya balik Alia kepada Jefry.


"Masih. Memangnya kamu mau ngapain?"


"Pernyataan"


Jawab Alia dengan seringaian miring.

__ADS_1


"Pulang sekolah nanti aku ingin bertemu dengan kakak sepupumu itu"


Tambahnya.


Sepulang sekolah,


didepan gerbang...


"Jefry, kamu nunggu Alia?"


Tanya Erdan.


"Iya. Tadi kan dia bilang mau ketemu kakak sepupuku"


Jawab Jefry.


"Yasudah, aku duluan ya"


Ucap Erdan sambil membelakangi Jefry.


"Erdan tunggu!"


Panggil seorang gadis berambut cokelat yang dibelakangnya terdapat seorang gadis lain yang terbilang adalah temannya.


Erdan berhenti melangkah dan menoleh kepada seseorang yang manggilnya.


"Kamu jangan pulang!"


Ucap gadis berambut cokelat itu yang terlihat kelelahan berlari.


"Memangnya kenapa?"


Tanya Erdan bingung.


"Aku mau buat kalian semua percaya"


Jawab Alia dengan seringaian miring nya.


Erdan terlihat menampakkan wajah nya yang semakin bingung.


SKIP>>


( Rumah Jefry, diruang tamu )


"Kak, ini bohongkan?"


Tanya Alia yang menunjukkan gambar hantu dari rekaman kamera milik Jefry kepada kakak sepupu laki laki Jefry yang sudah lulus SMA.


Jefry, Erdan dan Manna yang mendengar pertanyaan dari Alia sangat terkejut.


Kata Manna yang lalu menyandarkan tubuhnya ke dinding sofa.


Erdan menyentuh kepalanya dengan helaan nafas.


"Itu ada. Kakak lihat sendiri. Ya kan kak?"


Ucap Jefry.


Kakak sepupu Jefry memperhatikan gambar itu. Dan ia terlihat menahan tawa.


Alia tersenyum percaya diri. Sedangkan Jefry dan yang lain tahu kalau lelaki itu sedang menahan tawa.


"Kamu... masih percaya dengan gambar ini?"


Tanya lelaki itu yang masih menahan tawanya.


"Tentu saja! Ini beneran ada kan? Kami percaya! Hanya dia yang tidak kak! Tolong buat Alia percaya!"


Tukas Jefry sambil menunjuk nunjuk Alia.


Seketika kakak sepupunya, lelaki itu tertawa terbahak bahak. Dari reaksi lelaki itu, Alia sudah tahu apa jawaban yang akan keluar dari mulut kakak sepupu Jefry.


"Kenapa kakak malah tertawa?! Ayo jawab!"


Kesal Jefry kepada lelaki itu.


"Aduuh~, Jefry... sebenarnya hantu itu tidak ada"


Ucap lelaki itu.


Suasana hening seketika.


Jefry, Manna, dan Erdan terkejut dan menoleh kearah lelaki yang kemudian melanjutkan tawanya setelah melihat wajah terkejut Jefry dan yang lain. Jefry lalu mengambil kamera yang dipegang oleh Alia.


"Ta-tapi..., hantu yang ada di rekaman ini..."


kata Jefry yang tidak melanjutkan kalimatnya.


"Itu bukan Hantu, dia teman kakak. Kami sudah sekongkol untuk menakutimu. Maaf ya... Habis seru, sih..."


Jefry hanya terdiam menatap kamera yang dipegangnya.


"Benar kan? Kalian malah tidak percaya"


Ledek Alia.


Jefry menghela nafas, seraya berkata.

__ADS_1


"Baiklah. Mungkin yang ada di rekaman ini tidak benar. Tapi aku masih yakin, bahwa hantu itu ada!"


Manna dan Erdan mengangguk kompak.


Kakak sepupu Jefry menatap Jefry, Manna, dan Erdan yang terlihat benar benar sangat percaya kepada hantu.


"Ya~ terserah kalian, sih. Nanti juga kalian yang kesulitan sendiri karena percaya hantu"


"Ngotot"


Tukas Alia yang menatap teman temannya datar.


Diperjalanan dari rumah Jefry...


"Sudah sore, nih. Kita terlalu lama di rumah Jefry"


Ucap Erdan.


"Tentu saja lama. Kalian membahas hantu terus!"


Kesal Alia.


"Hei..., tapi rumor tentang rumah besar yang ada di dekat jurang belakang itu benar benar sungguhan!"


Kata Manna yang menarik tangan kiri Alia.


"Iya sih. rumah itu memang berhantu. Lihat saja di berita internet! Rumah besar itu tidak terawat lagi setelah para penghuninya meninggal. Karena dulu pernah ada orang yang ingin membeli rumah itu, tapi ketika ia masuk ke rumah itu, ia tidak pernah kembali lagi. Beberapa hari kemudian, dia ditemukan dibawah jurang yang ada didekat rumah itu"


Jelas Erdan.


"Mungkin ketika sedang lihat lihat, dia terpeleset dan jatuh ke jurang"


Ucap Alia.


"Tidak mungkin! Soalnya, kedua matanya hilang, dan ditubuhnya banyak terdapat luka yang tidak tahu karena apa. Iiih~, sangat mengerikan"


Tambah Manna.


"Aah! Itu belum tentu benar! Sudah ah! Tidak usah dibahas!"


Kata gadis berambut cokelat gelap panjang itu sambil menarik lengan kirinya yang sejak tadi dipegang oleh Manna.


Keesokan harinya saat jam istirahat, di kantin...


Alia menyendok nasi goreng yang menjadi makanannya saat itu. Di sana, ia sedang makan bersama Manna. Sesendok nasi goreng pun telah dilahap Alia. Dan ketika itu juga, di tempat yang paling berisik itu dengan banyaknya orang yang mengeluarkan suara, hanya satu yang paling ia dengar. Ia lalu menoleh kearah meja di sebelah kirinya, dan mendapatkan dua siswi kelasnya yang sedang membicarakan sesuatu.


"Kamu tahu kan tentang rumah besar yang ada didekat jurang belakang?"


Tanya salah satunya dengan rambut merah pendek, yang dikelasnya terbilang gadis tomboi. Zelle Bellien.


"Tentu saja aku tahu. Sejak dulu kan rumah itu sering jadi perbincangan orang. Mana mungkin orang seperti ku tidak tahu"


Ucap gadis yang satunya lagi dengan rambut panjang bergelombang nya yang berwarna hijau gelap. Gadis itu terkenal dengan yang paling cantik dan kaya di sekolah. Namanya Irene Goldilocks.


"Nah, nanti malam aku akan datang ke sana"


Kata Zelle tiba tiba.


"Apa? Serius? Dengan siapa?"


Kejut Irene.


"Sendiri. Aku ke sana ingin memastikan bahwa rumah itu tidak berhantu. Dan semua kejadian yang terjadi pasti hanya kecelakaan"


Tukas Zelle percaya diri.


Irene menatap temannya khawatir.


"Tapi..., bagaimana kalau sesuatu terjadi padamu?"


"Sudah, jangan khawatir. Aku akan berhati hati. Dan akan pulang dengan selamat. Tapi..., jangan beritahu pada siapapun ya soal ini"


Irene mengangguk dengan wajah yang masih khawatir.


Alia terdiam menatap Zelle.


"Alia"


Panggil Manna yang menatap temannya.


Alia menoleh kepada Manna.


"Tadi..., kamu lihat apa?"


"Tidak ada"


Jawab Alia yang kembali makan.


Keesokan pagi harinya, pukul 07:24...


Alia yang sedang membawa tasnya, membuka pintu kelas. Dan ia dikejutkan oleh teman temannya yang sedang mengerumuni seseorang disalah satu meja yang berjarak 2 meja didepannya. Namun ia tidak terlalu penasaran dan berjalan untuk duduk di bangkunya. Ketika ia ingin duduk...


"Zelle... hiks... tidak kembali..."


Ia mendengar suara serak Irene yang sedang menangis, dan berkata bahwa Zelle tidak masuk hari ini.


Hal itu jelas membuat Alia terkejut. Karena ia tahu kemana Zelle pergi. Ia jadi teringat pembicaraan Irene dan Zelle hari itu saat di kantin.

__ADS_1


__ADS_2