He Is Luke

He Is Luke
Episode 9


__ADS_3

Seminggu telah barlalu. Seperti biasa, tidak ada orang yang datang ke rumah besar dekat jurang belakang itu. Sebelumnya, Alia sudah menceritakan tentang semua yang terjadi saat disana. Tetapi, ia sedikitpun tidak membocorkan tentang lelaki itu yang ternyata adalah sang pemilik rumah. Ia hanya bilang, kalau saat dirumah itu dia pingsan, dan ketika sadar kembali, ia melihat Glavin dan kedua polisi yang sudah menemukannya disuatu ruangan.


Dan setelah Alia bercerita begitu, Manna, Erdan, dan Jefry malah berkata kepada Alia kalau yang melakukan semua itu adalah hantu. Bahkan kepercayaan mereka jadi semakin membesar terhadap hantu. Hal tersebut membuat Alia tersenyum. Karena, tujuannya untuk datang kerumah besar itu sudah terbuktikan. Sesuai dugaannya, hantu itu memang tidak ada. Dan semenjak kejadian itu juga, Irene mulai semakin dekat dengan Alia dan yang lainnya.


Hingga diperjalanan pulang, Alia dan Arlex berjalan beriringan menuju rumah.


Arlex Vertisser, yakni adalah adik Alianna dan Alia. Yang menduduki bangku 6 SD. Berjarak 3 tahun dengan Alia, dan 6 tahun dengan Alianna. Arlex adalah anak yang tidak pernah tertarik untuk ikut campur urusan orang. Ia adalah anak yang pemalas, dan hanya hobi main game dan tidur. Tetapi, Arlex memiliki prestasi yang jauh lebih baik dibandingkan Alia.


Tepat didepan supermarket, Arlex berhenti. Namun Alia masih lanjut berjalan.


"Kakak!" Panggilnya dengan raut wajah kesal.


Alia menoleh kebelakang.


"Kenapa kamu malah diam disitu? Ayo pulang!" Ucap gadis tersebut.


Laki laki berambut cokelat gelap itu menepuk jidatnya.


"Kak, kenapa kakak selalu pelupa, sih? Tadi pagi kan ibu sudah bilang ke kakak suruh beli daging!"


Alia terdiam sejenak menatap adiknya. Sedang mencoba untuk mengingat.


"Oh iya. Untung kamu ngomong 😯" Katanya sambil berjalan masuk ke supermarket, sedangkan Arlex menunggu diluar.


'Dasar! Kenapa dia selalu begini?' Batin anak itu sambil melipat kedua tangannya.


Beberapa menit kemudian, Alia keluar dari supermarket, dan kembali jalan bersama adiknya. Cukup lama setelah mereka menjauh dari supermarket, Alia menghentikan langkahnya karena tidak sengaja melihat TV yang terpajang didalam jendela besar toko elektronik, sedang memberitakan berita yang akhir akhir ini menjadi bahan perbincangan kota itu.


'Ini..., kan berita tentang rumah itu' Batinnya.


Arlex yang mengetahui kakaknya berhenti pun ikut berhenti juga.


"Kakak" Panggilnya.


Alia menoleh.


"Kamu kenapa, sih? Ayo cepat pulang. Ibu pasti sudah menunggu dagingnya. Aku juga sudah gak sabaran mau baring dikasur" Ucap Arlex yang kemudian lanjut berjalan.


Alia terdiam sejenak menatap adiknya yang kembali berjalan. Kemudian tatapannya pindah ke TV yang ada dibalik jendela sana. Ia berniat mendengar berita itu. Namun, sayangnya tayangan berita tadi sudah beralih dengan berita lain.


Gadis tersebut menghela nafas.


'Kalau malah begini, mendingan lihat di internet saja! ' Batinnya yang berlari menyusul Arlex.


Skip>>


Alia duluk di sebuah kursi dikamarnya. Kemudian menyalakan komputer, dan mencari berita baru yang sebelumnya ia dengar disbuah TV lewat internet. Dan akhirnya gadis itu menemukan apa yang dia cari.

__ADS_1


" 'Seorang gadis SMP berhasil selamat dari rumah hantu!' Apa itu aku?" Bingung Alia yang membaca judul berita internet tersebut.


Seorang gadis SMP berhasil selamat dari rumah hantu!


Beberapa hari lalu, seorang siswi 3 SMP telah berhasil ditemukan polisi di rumah hantu dekat jurang belakang! Dia ditemukan disebuah ruangan, dengan tubuh yang terikat di sebuah kursi, dan ditubuhnya terdapat cairan merah! Apakah itu darah? Dan yang paling aneh dan tidak dapat dipercaya, siswi itu ditemukan dengan kondisi hidup!


Ini adalah kejadian yang pertama kali! Dia adalah satu satunya orang yang masih hidup setelah memasuki rumah hantu itu! Sangat mengesankan!


Diketahui bahwa, siswi itu bernama Alia Vertissertia. Siswi yang bersekolah di SMP xxx.


Tapi, ini adalah hal yang patut ditanya tanya kan. Mengapa dia pergi kerumah yang sudah jelas berhantu itu? Terlebih lagi dia pergi seorang diri. Apakah dia berniat untuk bertemu dengan sangat hantu dan meminta sebuah permohonan? Kami masih tidak tahu mengenai hal itu. Kami akan mencoba datang kesokolahnya besok pagi, dan langsung bertanya padanya!!!


Kami akan menyebar luaskan berita ini sampai luar kota! Kami akan kembali beberapa hari kemudian, setelah mendapat pernyataan dari gadis Alia!


Tetaplah bersama kami!!!


*(Foto Alia setelah keluar dari rumah hantu)


Kami : Timgosip.ghost!


Tgl : Kamis, 25 Januari 2019


Alia mematung sejenak.


"Haahhh??!" Teriak kencang gadis itu sambil bangkit dari duduknya. "Apa apaan ini?! Kok mereka bisa tahu nama dan sekolahku?! Terus apa?! Besok pagi mereka bakal datang kesekolah?! Apa apaan sih?! Terus kok ada foto aku sih, disitu?! Dari mana mereka dapatnya?! Ini mah gak bisa dibiarkaaann!!! 😱"


"Mbakk!" Seru gadis itu sambil berlari memeluk kakaknya. "Berita sialan itu benar benar gak bisa dibiarkan mbak! Coba lihatlah!" Ujarnya.


Alia melepas pelukannya, dan membiarkan kakaknya berjalan mendekat kearah komputer yang menyala.


"Mereka mau datang kesekolah kamu?" Kejut kakaknya.


"Iya. Terus, sekarang kan tanggal 25 Januari, berarti berita itu baru muncul hari ini, tapi waktu dijalan tadi, sudah langsung muncul di TV! Itu berarti berita ini langsung jadi topik utama, dong! Matilah aku kalau mereka besok benaran datang!😣" Alia memasang wajah khawatir. Wajar saja. Ia paling tidak suka kalau di wawancarai. Ia trauma kejadian di SD-nya dulu.


Alianna tersenyum lembut kepada adik perempuannya. "Nggak apa apa. Nanti kamu bisa berangkat bareng Glavin, kan? Sudah, sekarang ayo turun. Ibu dan Arlex sudah menunggu diruang makan" Ucap Alianna sambil merangkul pundak Alia. Dan membawanya turun.


Keesokan pagi harinya, Glavin tiba didepan rumah Alia, dengan membawa mobil yang dikendarai supir pribadinya. Kemudian Glavin dan Alia berangkat kesekolah. Sesampainya, sangat ramai orang yang berdiri didepan gerbang. Dengan membawa mic dan kamera shooting film. Disana terdapat 2 orang satpam yang menahan mereka agar tidak masuk sembarangan. Dan itu sangat mengganggu mobil Glavin untuk masuk.


'Ke-kenapa jadi seperti ini?' Batinnya sambil memeluk tubuhnya sendiri. Lelaki yang duduk disebelah Alia menyentuh pundak kirinya sambil tersenyum.


"Tuan muda, jalan tertutup oleh orang orang. Apa yang harus saya lakukan?" Tanya Naobe, supir pribadi Glavin.


"Bunyikan klaksonnya! Mereka pasti tahu kalau mobil ini mau lewat. Dan menyingkir dari jalan"


"Baik, tuan muda"


Ttiiiiinnn!!!

__ADS_1


Orang orang menoleh kebelakang, yang ternyata terdapat mobil putih mewah yang menunggu jalan terbuka. Naobe juga langsung menutup seluruh kaca mobil agar Alia yang didalamnya tidak terlihat.


"Menyingkirkan kalian ke pinggir! Mobil mau lewat!" Ucap satpam itu. Orang orang yang menghalangi pun menyingkir. Dan mobil masuk dengan aman.


Ditempat lorong parkiran, Alia tidak berani keluar dari mobil. Karena, ia tentu berpikir bahwa 1 sekolah itu sudah tahu tentangnya. Dan ia berkata kepada Glavin, kalau ia juga nanti malah di tanya tanyai oleh siswa dan siswi sekolah. Ia tidak suka dikerumuni. Glavin lalu tersenyum, dan memakaikan jaket bertudung ketubuh Alia.


"Kalau kamu memang tidak suka dikerumuni dan terus terusan ditanya tanyai, maka pakailah jaket ini, dan berjalanlah disebelahku. Mereka tidak akan tahu kalau itu kamu" Ucapnya lembut.


Pipi Alia merona merah. Ia lalu keluar dari mobil Glavin.


"Tunggu sebentar" Glavin menghentikan gerakan temannya, dan menutup kepala Alia dengan tudung yang terpasang di jaket. "Sempurna" Tukasnya dengan senyuman. Pandangan Glavin berpindah kepada Naobe yang masih duduk di kursi supir. "Kamu sudah boleh kembali. Terima kasih, Naobe"


"Anda tidak perlu berterima kasih. Ini adalah tugas saya, tuan. Kalau begitu saya permisi" Kata Naobe yang lalu pergi dari parkiran dengan mobil.


Glavin menggenggam tangan Alia, dan berjalan bersamaan menuju keluar dari lorong besar parkiran sekolah.


Selama perjalanan menuju kelas, Alia terus menunduk. Dan ternyata, memang tidak ada yang tahu kalau siswi berjaket itu adalah Alia. Gadis itu cukup merasa lega. Meskipun anak anak di sekolah, rata rata perbincangannya adalah mengenai Alia dengan rumah itu. Sehingga seseorang berkaca mata tidak sengaja melihat mereka dan memanggil namanya. "Aliaa!"


Anak anak yang ada disekitar sana langsung menoleh kepada lelaki berkaca mata yang sedang berlari mendekati Alia. Dan lalu berpikir bahwa siswi berjaket itu adalah Alia yang dimaksud, dan semua menatap gadis itu. Alia terkejut sehingga tubuhnya gemetaran. Ia lalu menyandarkan nya kepada Glavin. Sedangkan lelaki berkata permata itu langsung menarik Alia pergi ke kelas dengan cepat. Meninggalkan Erdan yang tadinya mau menghampiri mereka.


"Heii! Kenapa kalian meninggalkanku?!" Teriak Erdan bingung.


Mereka pun sampai dikelas tanpa dikejar anak anak lain.


"Wah, sepertinya Alia sedang mendapat masalah, ya diluar sana" Ucap Irene.


"Alia, kamu gak apa apa, kan?" Tanya Manna khawatir. Gadis berambut cokelat itu mengangguk, dan membuka tudung jaket, lalu melepas jaket Glavin yang dikenakannya.


"Kamu pasti kesulitan sekali menghadapi orang orang sana, kan?" Kata Weely, salah satu anak dikelas Alia. "Jangan pedulikan mereka, ya. Abaikan saja" Ujar Preity, yang juga adalah salah satu anak dikelasnya.


Seperti inilah teman kelas yang dimiliki Alia. Mereka bukan orang orang yang selalu ingin tahu tentang orang lain. Dan tentang berita itu, yang mereka tahu hanya tujuan Alia yang mau membuktikan bahwa hantu itu tidak ada, dan juga keselamatan Alia. Selebihnya mereka tidak tahu dan tidak mau mencari tahu.


"Aku juga mau mengabaikan mereka semua. Tapi bagaimana? Mereka juga sepertinya benar benar tidak akan membiarkanku. Haah~, aku benar benar merasa kesulitan hari ini" Keluh gadis itu.


Tak lama kemudian, jam kelas dimulai. Dan selama disekolah, Alia sama sekali tidak keluar dari kelasnya. Tentu saja dia tidak berani. Jadi, Glavin dan yang lain tentu saja membantu gadis itu.


Sepulang sekolah, Alia mengenakan kembali jaket Glavin, dan mereka saat ini sedang mau menuju parkiran. Tetapi saat itu, Glavin kembali ke kelas sebentar karena melupakan sesuatu. Gadis itu pun terpaksa menunggu temannya. Hingga, seorang perempuan dewasa menghampiri Alia, yang saat itu lupa memakai tudung jaket.


"Kamu Alia Vertissertia, kan?" Tanyanya.


Alia terkejut dan menoleh kebelakang.


"Aku akhirnya menemukanmu!" Ucapnya yang lalu menelpon teman temannya untuk datang ke tempatnya berdiri sekarang.


"K-kakak siapa?" Tanya Alia bingung dengan langkah yang mundur secara perlahan.


Perempuan itu menjulurkan tangan kanannya. "Perkenalkan! Aku adalah salah satu anggota dari 'tim gosip ghost', Jennie!"

__ADS_1


Gadis itu tersentak seketika. Siapa sangka kalau orang orang itu ternyata masih disini. Dan ujungnya, ia gagal melarikan diri.


__ADS_2