
Patibrata group
7 hari sebelum kejadian Arizon hotel
“Hidup itu harus tahu bersyukur tahu, Jangan tahunya mengeluh terus, jangan hanya melihat keatas terus. Di bawah kita pun masih banyak yang lebih susah dan menderita. Semua orang punya masalah kok, bahkan CEO kita juga, masalah dia mungkin bahkan lebih besar dari masalah kita. Dia harus bertahan dari pesaing bisnis yang mau menjatuhkan perusahaan ini. Kalau bertahan kita juga yang kena imbasnya kan, kita bisa mencari nafkah disini.” Ucap Sania dengan gigi yang di rapatkan lalu menunduk, “ Pagi pak”
“Pagi pak” kata yang lain.
“Lihat lah dia, tetap tenang, meski badai mengguncangkan hidupnya. Coba lihat, Tuan Deo tetap seperti biasa, tidak terlihat tertekan. Dan kau baru masalah kecil begitu sudah ingin mengakhiri hidup ckckckc, keterlaluan. Kekayaan itu gak menjamin hidup bahagia, makanya kamu rajin kerjanya, jangan ngeluh terus, cari usaha sampingan, rezeki gak akan kemana”
Dua wanita yang berstatus karyawan disana asik berbincang, sambil memperhatikan CEO mereka yang baru saja memasuki gedung perusahaan itu. “ Tapi kan gue mau yang cepat, gue lamar aja apa ya Tuan Deo” Sania tertawa mengejek Reni temannya itu, “ Mimpi”.
“ Lo mau jadi istri tapi kayak patung yang di pajang doang? Lo gak lihat Tuan Deo gimana? Sampe mati kali lo Cuma di anggurin doang, mau lu gak ngerasain ah selama hidup lo?” sambung Lani.
“Emang Tuan Deo gak suka cewek?” Dua temannya itu mengangkat bahu, membuatnya berfikir yang macam-macam. “ Rumor sih bilangnya gitu” Reni tampak berfikir.
“ Terus…pada tahu gak ada rumor yang bilang kalau tuan Deo itu suka ngomong sendiri?" lanjut Sandra lagi, dia suka sekali menggosip di pagi hari sudah seperti bahan bakar untuk memulai harinya, apalagi jika membicarakan yang bening-bening dan kinclong.
"Ngaco ih, masa orang gila bisa mimpin perusahaan besar begini" Sangkal Reni
"Kan kata rumor guyss.. Dia itu gak suka laki-laki juga perempuan, dia puas dengan dirinya sendiri"wajah-wajah tidak percaya itu menatap Sandra.
"Idihh makin ngaco, udah deh, ngasih berita itu yang bermutu"
"Ya itu hak kalian percaya atau gak, gue kan cuma ikut nimbrung doang wkwkwkw"
Teman-teman Sandra cuma menggeleng-geleng kepala sementara di ruangan Deo. Deo sedang menatap pantulan dirinya dalam cermin. Lalu tersenyum.
"Kamu hebat, kamu pasti bisa, i love you Deo" Sementara OB yang di dalam toilet ruangan itu bergidik ngeri. Lalu berlama-lama di dalam toilet itu. Berharap bosnya itu segera pergi meninggalkan ruangan itu.
"Tapi masa sih tuan Deo gadak pacar? Kayaknya gak mungkin deh. Pasti ada, tapi di rahasiakan. mungkin demi keselamatan pacarnya, kayak Aktris atau Aktor kan begitu. tau-tau ada undangan yang disebar bulan depan" Reni mulai mengeluarka pendapatnya, menyangkal pimpinan idaman semua wanita itu tidak punya pacar. Ya kan mana mungkin orang setampan itu masih jomblo.
"Ya aloh...halunya ga ketulungan. hellou Reni ini bukan novel, juga bukan sinetron " Semua orang mulai menertawakan Lani.
Lani menekuk wajahnya, "Ya udah sih, namanya juga hidup perlu halu sedikit untuk menghibur diri"
"Ehem..."
__ADS_1
Daniel menatap tajam para karyawati yang ada di depannya itu. Disana juga ada Deo yang menatap mereka datar. Meski tampan, jika menatap dingin begitu membuat semua orang diam dan suasana menjadi tegang.
"Kalau mau ngobrol, jangan disini, kalian bisa pulang, bebas bicara semaunya" Wajah para karyawati seketika pias. "Maaf tuan, jangan pecat kami” tiga orangg wanita yang bergosip ria sejak sampai di perusahaan ini tadi, kini tertunduk takut di hadapan Daniel.
"Niel ini sudah jam berapa? Kita bisa telat" Daniel yang baru saja ingin menjawab para karyawati itu segera terpotong dengan ucapan Deo.
Benar mereka harus mengejar waktu, pekerjaan mereka bukan hanya mengurusi tukang gosip bukan? Nanti saja mendisiplinkan karyaawannya, sekarnag ada masalah yang lebih penting.
Dengan langkah tegap dan didukung tubuh yang ideal tinggi dan lebar, dua pria itu menjadi idaman para kaum hawa di Patibrata group.
namun terlalu dingin dan sulit di jangkau. Bagaimana pun para wanita disana berusaha menarik perhatian mereka, namun pria-pria tampan itu tetap bersikap biasa saja. Hingga membuat rumor yang beredar semakin terasa nyata di antara para karyawan.
Mereka penyuka sesame jenis dan mereka berkencan. Begitulah rumor yang tersebar.
Tidak ingin mengecewakan Mr Shawn yang kemungkinan sudah menunggu, Mobil Deo segera meluncur ke tempat pertemuan mereka dengan Mr. Shawn.
Sebuah hotel besar di tengah kota, pria tua yang di kenal sebagai pria nyentrik dan punya kekayaan yang tidak akan habis tujuh turunan itu baru saja sampai dari bandara.
Biasa. Para pebisnis memang selalu pulang dan pergi keluar negeri. Demi memperluas kerajaan bisnisnya.
Begitu banyak rumor di dunia ini, tidak akan ada habisnya buah bibir yang keluar dari bibir yang satu dan kemudian di proses dengan bumbu hingga keluar dari bibir yang lainnya dengan variasi yang baru dengan bumbu yang semakin kuat yang semakin memperburuk keadaan atau seseorang yang digosipkan . Bahkan rumor seperti cerita novel pun di sangkut pautkan pada kehidupan Deo.Pria itu di kabarkan adalah ketua AERO BLACK. Ketua mafia yang di takuti. Ada-ada saja bukan? Namun tak ada satu pun berita itu yang di sangkal Deo, yang membuat kaum awam semakin meyakini kalau dia adalah ketua mafia.
Tetapi tidak ada satupun yang mengenal keluarga dari Deo, Deo tinggal seorang diri, pria malang yang sebatang kara. Rumor lain mengatakan Deo dulu hanyalah anak jalanan, dan rumor lainnya mengatakan kalau Deo adalah seorang pria yang dulunya tinggal di sebuah panti asuhan.
Perusahaan besar itu dulunya hanya sepetak ruko kecil yang di bangun dengan gigihnya oleh Deo. Kini perusahaan besar itu semakin menunjukkan kekuasaan Deo, lewat gedung mewah dan lokasi perusahaan itu berada. Setiap tahun orang-orang berlomba ingin bekerja di perusahaan itu. Tidak mudah untuk bergabung dengan perusahaan tersebut. Seleksi pencarian karyawan baru sangat sulit. Orang-orang tidak menganggap nama Patibrata group.
Semua kekayaan yang tidak tahu berapa banyaknya itu membuat beberapa orang bertingkah serakah dan mulai bersikap iri. Mulai menghalalkan beberapa cara untuk mengambil yang bukan hak mereka.
Tidak ada yang bisa di percaya disekitar Deo kecuali sahabat sekaligus assitentnya itu, Daniel dan seorang lagi yang terkadang muncul tiba-tiba sesuka hatinya.
Kini masalah besar membentur roda perjalanan perusahaannya, beberapa skandal keluar dan menyebar begitu cepat hingga merusak citra perusahaan yang susah payah dia bangun dari bawah.
“WARGA MERASA DIRUGIKAN DENGAN LIMBAH PABRIK YANG MENCEMARI LINGKUNGAN DAN AIR SEKITAR”
“PT. PATIBRATA GROUP TIDAK BERTANGGUNG JAWAB ATAS KERUGIAN WARGA YANG TERKENA DAMPAK LIMBAH PABRIK”
“WARGA HILIR SUKA MAJU MELAKUKAN UNJUK RASA DI DEPAN PERUSAHAAN PATIBRATA GROUP KARENA LIMBAH PABRIK YANG MENCEMARI LINGKUNGAN SEKITAR”
__ADS_1
Akhirnya scandal pertama dari Patibrata muncul ke publik, merusak nama Patibrata Group untuk pertama kalinya. Sejak saat itu masalah-masalah lainnya mulai bermunculan tanpa terprediksi, akhirnya semakin membuat perusahaan harus menghadapi masa krisis. Para investor pun mulai mempertanyakan tindakan apa yang akan dilakukan Deo.
Hari-hari Deo semakin sibuk dengan banyaknya pekerjaan dan di tambah lagi masalah-masalah yang muncul satu per satu. Tidak ada waktu istirahat untuknya, dia harus bermalam dikantornya karena banyak pekerjaan yang menumpuk.
Seperti mala mini Deo dan Daniel juga harus menginap di kantor itu, “ Arrrgghh” pekik Deo tiba-tiba, Daniel tersentak kaget, padahal dia sedang fokus-fokusnya, jantungnya berdebar kencang, hampir saja terlepas.
“ Lo kenapa sih Yo, kaget gue” Daniel menatap Deo kesal, Deo menyugarkan rambutnya kebelakang sambil mendesis, “ Sial..sial..sial” pekiknya lagi.
“ Lo lihat kan dua hari ini kita sial, entah kenapa wanita itu ada di sana, bikin repot aja” ternyata Deo mengingat kejadian siang tadi, diperjalanan mereka harus menghadapi masalah, dimana seorang wanita tiba-tiba muncul tiba-tiba dan tertabrak mobil mereka, tidak bisa melarikan diri, orang-orang sudah berkerumun. Hasilnya apa? Mereka tidak bisa bertemu dengan Mr. Shawn hari ini.
Jika bisa mendapatkan kerja sama dengan MR Shawn, para Investor lain pasti akan mengurungkan niat untuk menarik saham mereka. Dan lagi orang yang menyebarkan fitnah ini belum ditemukan. Sejak awal Deo mendirikan pabrik, semua sudah di rancang sedemikian rupa dan pembuangannya limbah pabrik pun sudah diatur sebaik mungkin agar tidak ada pihak yang dirugikan.
Adanya pemberitaan ini semakin merambat kemana-mana, banyak oknum yang menggunakan kesempatan ini untuk mendapatkan keuntungan. Beberapa warga datang dan memulai berita baru dan semakin memperburuk nama perusahaan Patibrata. Mereka mengatakan bahwa dulu sebelum membangun pabrik itu, Deo tidak membayar kompensasi, merebut paksa tanah mereka. “ Sial” pekik Deo lagi.
“Yo, lo gak akan bisa tenang, kalau begini, coba berfikir dengan tenang, kita cari sama-sama solusinya” Deo menggeleng, kepalanya penuh dengan nama-nama orang yang menghianatinya.
***
Bulan sudah berganti shift denga matahari, sedangkan dua orang pria dewasa itu tampak tertidur di bangku masing-masing. Daniel terbangun tiba-tiba karena ketukan pintu. “ Sebentar” jawabnya.
“Pak, saya mau mengabarkan bahwa hari ini ada beberapa pertemuan penting…”
“ Oke..Nadilah kami siap-siap dulu” Daniel segera menutup pintunya.
“ Astaga calon suamiku tampan bener baru bangun tidur aahhh” Sekretaris Deo tersenyum-senyum sendiri.
Di dalam ruangan itu dua pria tampan itu tengah bersiap-siap, “ Astaga…gimana ini ” gerutu Daniel saat sadar dia kehabisan stok celana da lamnya.
“ Yo..gue pinjam boxer lu” teriak Daniel dari luar kamar mandi itu. Entah di dengar Deo atau tidak Daniel segera mengganti pakaiannya.
Lima belas menit kemudian keduanya keluar dari gedung Patibrata, mereka harus menemui Mr Shawn lagi, setelah itu mereka juga harus mengikuti beberapa rapat penting lainnya termasuk dengan Wali kota.
Sepanjang jalan Deo dan Daniel sibuk dengan materi rapat yang sudah disiapkan Nadillah tadi. “ Oke.. ini udah ada ..ini juga ada..lengkap “ Seru Daniel setelah memeriksa dokumen pendukung untuk pertemuan kali ini.
“ Pak Man, udah makan kan?” tanya Daniel, Deo masih sibuk dengan ponselnya. “Udah tuan,saya sudah sarapan uduk tadi”
“ Wah..enak itu, makan nasi uduk” mereka asik dengan perbincangan receh lainnya. Pak Man tahu dan mengenal kedua tuannya ini, meski di luar dingin namun mereka sangat pengertian.
__ADS_1
“Lah..lah..ini kenapa pak man, waduh”
Bersambung…