Hello Ex, I'M Coming (Hallo Mantan, Aku Datang)

Hello Ex, I'M Coming (Hallo Mantan, Aku Datang)
Bab 2 Misi Penyelamatan dan Hotel Arizon


__ADS_3

Mobil yang di tumpangi mereka ternyata harus berhenti ditengah jalan. “ Ban nya bocor Tuan” Ucap Pak Man dengan wajah yang pias, Pak Man tahu bahwa kedua majikannya ini sedang menuju tempat yang penting, entah kenapa bisa bocor, tadi pagi dia sempat periksa semua baik-baik saja. “ Astaga….” Deo terlihat marah. Daniel segera menghubungi bengkel untuk memperbaiki mobil mereka. “ Sekali lagi saya mohon maaf tuan, tapi tadi pagi saya sudah cek tidak ada masalah” Deo tetap diam, namun wajahnya terlihat kesal.


Daniel memberikan isyarat agar jangan berbicara lagi, bisa-bisa dia akan kena cacian makian dari mulut Deo yang terkadang tanpa filter itu. Pak Man diam, dia juga ikut gelisah menunggu montir yang sudah Daniel parker. Daniel sibuk mencari taksi, namun tidak ada satupun taksi yang lewat. Montir yang mereka hubungi pun tidak datang-datang juga. Hingga jam pertemuan yang sudah di janjikan itu terlewat. “ Maaf tuan, disana macet parah,  saya jadi telat ini” Pak Man segera menunjukkan dimana ban yang bocor itu, sementara Daniel sudah ikut frustasi seperti Deo.


Dan hari berikutnya pun seperti itu, semua yang berhubungan dengan pertemuan mereka bersama Mr Shawn selalu gagal. Meski sudah berfikir ini direncakaan, tapi siapa yang berbuat, kenapa? Bukankah jika Patibrata bekerjasama dengan perusahaan asing itu akan menguntungkan semua pihak? Namun Deo yang gigih tidak mau menyerah, meski sudah di tolak Mr. Shawn pria itu tetap ngotort mencari dan meminta ijin bertemu dengan pria tua itu.


Pertemuannya dengan Walikota beberapa hari lalu menghasilkan hasil yang baik, masyarakat dibuat bungkam dengan bukti yang ada, dan Walikota menghimbau masyarakatnya untuk tidak termakan gosip atau berita miring. Dan mendukung Patibrata Grup untuk kepentingan bersama. Kini nama Patibrata Group sudah mulai pulih. Namun mereka harus memperbaiki nama Patibrata Group dengan bekerjasama dengan perusahaan besar seperti Shawn Corp. Tetapi ada saja yang menghalangi mereka selama satu minggu terakhir ini.


Dimulai dari perempuan yang tertabrak mobil, ban bocor, kebakaran gudang, kemacetan, kecelakaan dan masih banyak lagi, dan entah siapa yang melakukan ini semua. Semua masih dalam proses.


“ Daniel kita butuh bantuan Kenan, Segera hubungi dia, mala mini harus berjalan lancar” ucap Darren pagi ini. Hari ini mereka mendapat kesempatan kembali untuk bertemu Mr. Shawn. Meski tempat yang dia datangi nanti malam bukan tempat yang dia sukai, dia terpaksa ikut permintaan calon koleganya.


Daniel segera menghubungi sahabat mereka, namun tiba-tiba saja pria itu sudah ada di depan pintu, “ Gue baru hubungi lo, wah man..belajar sihir dimana lo” ucap Daniel asal. “ Ayolah, kalian dalam panatauan ku, jadi aku pikir aku perlu berkunjung hari ini, kenapa baru hari menghubungi ku hah?”


“Apa pria yang lo mau temui itu benar-benar penting?” 


“ Ck..penting banget ya” jawab kenan sendiri. Dua pria itu hanya menatapnya. “ Apa sih lihat-lihat gue”


“ Sampe sekarang gue masih heran, kenapa lo bisa jadi ketua Mafia, lihat lah sikap lo ini aehh..aehh” puk, Kenan menepuk kepala Daniel seenak jidatnya. “ Berani ya lo sama abang lo” Daniel berdecak sambil memperbaiki rambutya yang jadi berantakan. “Kenapa lo punya teman kayak gini sih Yo”


“Gue yang harusnya nanya kenapa Deo mau temenan sama lo” Dua orang itu mulai berdebat, membuat kepala Deo mau pecah.


“ Shut up”

__ADS_1


*** 


Mobil mewah yang bisa dibilang keluaran terbaru itu kini berada didepan sebuah club yang bernama Assa Rock Café, Diskotik dan Club Malam. Meski kelihatannya tenang, Deo sama sekali tidak menyukai tempat ini. Tetapi pria tua asing itu ingin bertemu ditempat ini, dan berkat anak buah dari temannya Kenan, perjalanannya kali ini lancar, entah apa yang dilakukan pria itu yang pasti perjalanannya aman terkendali. Bersama Daniel dia memasuki ruang yang di penuhi lighting yang kerlap-kerlip menyilaukan mata itu. Banyak wanita dan pria yang berdansa di lantai dansa itu. Meliuk-liuk dan saling bersentuhan. Deo tetap melangkah cepat, mengikuti seorang wanita yang menunjukkan ruangan dari Mr.Shawn.


“ Trimakasih” Ucap Daniel pada Greeter itu. Wanita itu mengangguk sambil tersenyum lalu berlalu dari sana.


Dari sebuah meja, seorang pria misterius memperhatikan setiap langkah Daniel dan Deo. “ Mereka sudah memasuki ruangan itu tuan” ucap pria itu , lalu segera berlalu dari sana. Kemudian memerintahkan seorang bartender untuk memasukkan serbuk obat, yang pria itu tidak tahu itu obat apa. Ingin menolak tapi tidak bisa, sebuah pisau di todongkan di dekat perutnya. Bartender itu mau tidak mau akhirnya menuruti perintah orang tersebut.


“ Bayarannya harus sesuai tuan” Ucap seorang gadis berpakaian seksi, lalu berlalu sambil membawa minuman tersebut. “ Next” Kata pria itu.


Sementara Daniel terlihat keluar dari ruagan itu, tampak menerima panggilan yang kemungkinan urgent. Beberapa orang masih berjaga disana. Namun tiba-tiba beberapa orang menyerang, dan berganti posisi dengan penjaga yang ada di depan ruangan itu.


Brak…


Di toilet wanita


“ Cepat..waktunya gak banyak Na”


“ Sabar, lo mau ketahuan apa?”


“ Ya enggak” 


“ Makanya jangan bikin panik. Lagian bikin susah diri sendiri aja, enak kita bisa tidur sekarang di rumah”  Ariana menggerutu sejak tadi. Tiga puluh menit kemudian.

__ADS_1


Wanita itu keluar dari toilet dengan pakaian , “ Nino, semua aman? Saya menuju ruangan itu”


“ Bagus” ucapnya mengakhiri pembicaraan mereka. Dengan tubuh yang gemetar Wanita berseragam itu mendorong troly minuman kedalam ruangan itu. Jantungnya berdebar kencang, entah kenapa, mungkin karena misi yang sedang dia jalankan. “ Deona I love you” gumamnya. Matanya membulat, Oh tidak, meraka sudah menandatangani surat perjanjian itu.


“ Sial” batinnya. “Permisi tuan, ini minuman tambahannya” Ucapnya ramah, dengan senyum yang lebar pula, sementara kakinya bergetar karena gugup, semoga saja merak tidak melihat kegugupannya. Meski dua orang itu bingung, karena mereka tidak memasan minuman tambahan. “ Ya silahkan letakkan saja disitu” ucap pria tua itu” tangannya sibuk menggerayangi dua orang wanita yang ada di kanan dan kirinya. Sementara Dua orang wanita yang ada di kiri dan kanan pria muda itu tampak diangguri dan hanya melayani minuman pria itu.


“Baiklah silahkan…” Dia pura-pura kaget dengan apa yang terjadi. Minuman itu  hampir saja tumpah tepat diatas map kuning itu.


“Apa kau tidak bisa bekerja” Pria tua itu segera mencengkram lengan wanita itu, “ Yemima, kau benar-benar ceroboh” Pria tua itu menelusuri wajahnya dengan matanya itu, sangat menjijikkan.


“ Sudah cukup tuan, perjanjiannya tidak rusak, lepaskan wanita itu” Ucap Deo, Pria itu tertawa, namun terdengar menyeramkan, “ Baiklah, baiklah”


“Dan kau pergi dari sini”


Yemima segera beranjak dari saana, namun sekilas dilihatnya Deo yang memijat kepalanya. Yemima segera meninggalkan ruangan itu, misinya gagal. “ Misi gagal” 


Yemima berdiri di depan pintu itu ternyata rencananya gagal, apa yang harus dia lakukan sekarang. Notifikasi dari ponselnya berdering, ada pesan dari Ariana, “ Aku pulang lebih dulu, segeralah pulang, Deona Demam”


“Duh…gimana ini”


“ Kau masih disini?”


bersambung

__ADS_1


__ADS_2