
Kota Z tahun 2018, Di sebuah halte terdapat seseorang yang nampaknya sedang menunggu bis untuk pulang kerumah nya, saat ia melihat sekitar jalan sudah mulai sepi, waktu sudah menunjukkan pukuk 8.25 malam yang artinya sebentar lagi bis terakhir tujuan halte di dekat rumah nya akan datang.
Ya, orang itu adalah Lucias, Lucias Alvaro anak ke 2 dari Joseph dan Belle Alvaro, keluarga Alvaro adalah keluarga yang berasal dari kalangan menengah dan berkecukupan.
"Hahhhhh, capek" keluh lucias yang sedang menunggu bis terakhir yang sudah menunjukan lampu nya. Setelah bis itu stop di halte tempat lucias menunggu, lucias langsung segera naik dan duduk di kursi yang dekat dengan jendela agar dia bisa menikmati pemandangan jalan yang sepi yang dia anggap sebagai pelepas penatnya.
"Kapan ya aku dapat bekerja di gedung gedung itu? Kapan ya aku bisa mempunyai apa yang aku mau? Aku sudah muak dengan hidup seperti ini" gumam lucias di sela sela lamunan nya.
"Sampai di rumah aku tidak bisa istirahat, pasti arthur memintaku untuk menemani nya belajar lagi dan geby menyuruhku untuk menyalin tugas tugas kuliahnya" keluh lucias lagi.
"Mang, nanti tolong kalo sudah sampai di terminal bundaran bangunkan saya ya mang, saya akan turun di situ" ucap lucias kepada kondektur bis tersebut. "Siap A' Kasep, aa tidur aja kayaknya lelah bener itu muka ampe di tekuk kek kertas bungkus gorengan bekas hahaha" ujar sang kondektur itu kepada lucias sambil tertawa. "Makasih mang, mamang bisa aja ah ngelucu nya" balas lucias dan di balas oleh gelak tawa sang kondektur.
" A' bangun a, di depan udah halte bundaran" ucap kondektur bis sambil menoel noel badan lucias, setelah cukup lama sang kondektur menoel tubuh lucias dan tidak ada jawaban, akhirnya tingkah usil kondektur pun muncul, sang kondektur pun langsung menggoyangkan tubuh lucias dengan kencang sambil berkata " A' bangun atuh a udah halte terakhir ini" ucap sang kondektur, dan seketika itulah lucias langsung terbangun dan terkaget sambil berteriak "APAAAA HALTE TERAKHIR? ALAMAT BESOK INI MAH SAMPE RUMAH" melihat hal itu sang sopir langsung berhenti dan sang kondektur pun membuka kan pintu depan untuk lucias turun dengan muka yang memerah karena menahan tawa, Saat lucias turun dia tak lupa untuk membayar ongkosnya tadi sekarang lucias terkaget, ini adalah halte bundaran bearti sang kondektur tadi hanya bercanda, lucias langsung berteriak "MAKASIH MANG UDAH DI TURUNIN DI HALTE BUNDARAN KIRAIN BENERAN DI HALTE TERAKHIR" dan langsung di balas oleh seseorang "BERISIK INI BUKAN HUTAN LU TERIAK" lucias pun takut dan langsung berlari menuju rumah tempat ia tinggal.
Sampai di depan rumah lucias pun langsung masuk dari pintu samping dan ketika membuka pintu , keluarlah gaby dengan gaya songong nya "ey baru pulang luci?" ucap gaby kepada lucias, dan lucias pun menoleh dan menganggung seraya mengiyakan pertanyaan gaby tadi. "Nanti tolong kerjakan tugas kuliah gw ya, cuma menyalin saja, bukunya sudah gw letakkan di dapur" ucap gaby, dan sama seperti tadi hanya di balas anggukan oleh lucias, kini lucias sudah berada di kamar kecil dengan sebuah tikar tipis sebagai alas tidurnya tak ada barang apapun lagi kecuali tikar dan tumpukan baju bersihnya di kamar, tak lama iya merebahkan diri pintu kamar lucias pun ada yang mengetuknya.
__ADS_1
tok tok tok tok
"kak luci apa kau sudah pulang?" kali ini terdengar suara anak kecil ya dia adalah arthur. Dengan tubuh yang lemas di karenakan belum memakan apapun dari siang lucias membuka pintu dan berkata "kenapa thur?".
"Tolong ajarin arthur dong kak, besok ada pr yang harus di kumpulkan" jawab Arthur, dan lucias pun segera keluar kamar dan berkata "tunggu di ruang tengah ya" dan di balas arthur dengan sebuah jempol.
kini luci berada di ruang tengah rumah ini, ruang dimana ruang keluarga,ruang tamu menyatu menjadi satu, luci duduk di lantai sambil mengerjakan tugas kuliah gaby dan arthur berada di sampingnya sambil bertanya tentang soal pr yang dia kerjakan, tak terasa waktu menunjukkan pukul 2 dini hari lucias pun segera masuk ke kamar, arthur sudah tidur duluan sejak pukul 11.30 tadi , tanpa ia sadari tugas kuliah gaby belum selesai, karna lelah yang amat sangat lucias pun ketiduran.
Keesokan paginya lucias pun di bangunkan oleh Belle dengan cara menggedor pintu kamarnya.
DORRRR DORRR DORRR DORRRR bunyi pintu yang terbuat dari kayu rapuh itupun menggelegar hingga mengusik tidur lucias
merasa tak ada jawaban ibu lucias ini pun kembali berteriak
"LUCIAS LUCIAS kalau 5 menit lagi kau belum bangun tak ada jatah sarapan atau makan siang buatmu, dan juga kau harus mengerjakan tugas ekstra mencabut rumput di belakang rumah"
__ADS_1
lucias yang masih terbaring lemah itu pun segera memelototkan matanya mendengar tak ada jatah makan untuknya, dengan segera dia bangun dan bilang "Siap baginda ratu hamba akan melaksanakan tugas hamba"
mendengar lucias sudah menjawab belle pun kembali ke kamar untuk melanjutkan rebahan nya yang terusik karena lucias belum bangun
waktu menunjukkan pukul 05.00, ya lucias biasanya bangun pukul 4.30 di karenakan tugas yang di berikan ibunya itu cukup berat, selain menyapu mengepel rumah, ia juga mencuci pakaian dan menstrika pakaian semua orang di rumah itu tanpa terkecuali, dengan sigap lucias pun mengerjakan seluruh pekerjaan rutin nya itu.
Selagi Lucias mengerjakan pekerjaan rumah, belle selaku ibu dari lucias memasak sarapan untuk mereka, ya menunya hanya nasi goreng saja untuk 5 porsi. joseph, belle, michel, gaby dan arthur. ya michel adalah anak pertama dari keluarga alvaro ini, Michel bekerja di sebuah showroom mobil sebagai sales disana. setelah lucias menyelesaikan pekerjaan rutinnya iya berjalan ke arah dapur dan hanya di sisakan setengah porsi di karenakan arthur tak habis memakan sarapan nya
"hahhhh sampai kapan aku seperti ini, aku sudah lelahhh" gumam lucias
Michel pun melotot mendengarkan ucapan lucias dan berkata "OH jadi elu udah LELAH? udah CAPEK? IYA"
"engg engg engggak bang engga abang salah dengar kali" balas lucias sambil terbata bata
"KALO LU UDAH CAPEK LU KELUAR DARI RUMAH INI ANAK PUNGUT!" ucap michel dengan penuh emosi
__ADS_1
"aaaaa apa maksud abang? anak pungut? apa aku bukan anak dari ayah dan ibu?" jawab lucias dengan mata yang sudah berkaca kaca.
Michel pun hanya tersenyum meremehkan perkataaan lucias, dan tanpa di duga joseph alvaro keluar dari kamarnya.