Hello lucias (Sins system)

Hello lucias (Sins system)
12. Pemilik club


__ADS_3

"tenang aja klinik baru buka ntar jam 9" balas ellya


"yaudah nanti saya izin dulu ya untuk membeli baju dan sarapan" ujar lucias dan di balas anggukan oleh ellya


Setelah menyelesaikan pekerjaan nya lucias pun dengan segera membersihkan diri, dan memakai pakaian kotor kemarin, ia bergegas keluar dari ruko itu dan berjalan menuju sebuah toko baju, ia memilih pakaian 3 buah kaos polos, kemeja dan jas tak lupa juga celana jeans dan dasar , lucian berjalan menuju kasir dan menyerahkan belanjaan nya


"totalnya jadi Rp. 1.340.000 mas" ucap kasir tersebut dan lucias pun memberikan uang sebesar Rp. 1.350.000 dan langsung pergi begitu saja, ia kembali menuju ruang ganti dan langsung memakai pakaian yang ia beli tadi, setelah selesai berbelanja ia kembali ke ruko dan menempatkan belanjaan nya di kamarnya itu.


(Apakah tuan ingin mengambil sebagian reward dari misi) terdengar suara sistem yang menganggu lamunan lucias


"boleh deh" monolog lucias


(Selamat tuan mendapatkan exotic bar n club, berkas kepemilikan berada di bawah bantal)


dengan segera lucias pun mengecek apa yang di katakan oleh sistem tersebut dan lucias mendapati sebuah map yang berisikan perjanjian dan surat keterangan bahwa lucias yang memiliki club tersebut


"setelah pulang bekerja salah aku akan mengecek club tersebut, aku harus membeli handphone ini" ucap lucias sendiri tak ada lawan bicara


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Tak terasa waktu telah menunjukkan jam makan siang lucias pun keluar dari kamar nya, ya lucias tidak ada kegiatan lain kecuali rebahan dan menunggu untuk membersihkan klinik di malam hari, lucias pun keluar dari ruko itu dan bertemu dengan ellya


"eh mba, mau makan siang?" tanya lucias


"iya nih, mau nasi padang gw, lu mau makan apaan?"jawab ellya


"Apa aja mba sekalian nyari handphone siapa tau mba butuh saya kalo saya tidak di kamar" ujar lucias sambil menaik turun kan alisnya menggoda ellya

__ADS_1


"ah kamu luc, bisa aja. Tar malem lagi ya" ucap ellya sambil membuang muka


"Ga janji mba ya, soalny ntar malem saya mau keluar" jawab lucias menganggapi ellya


"sok sibuk banget lu, ga usa pake saya saya formal banget, gw lu aja dah, kalo di depan ana baru lu formal" balas ellya ketus


"yaudah mba iya, gw duluan ya" ujar lucias berlalu meninggalkan ellya


lucias pun kembali menyusuri jalan, ia berhenti di warung tegal, ia memutuskan untuk mengisi perutnya


"makan bu, pake orek tempe ama dadar" ucap lucias


sang ibu penjual pun dengan sigap melayani lucias sambil berkata


"minumnya apa mas?"


setelah makanan tersedia , lucias pun makan dengan lahap menghabiskan menu sederhana itu lucias sadar uang yang ia miliki saat ini belum untuk berfoya foya makan di restoran maka dari itu ia memilih makan di warteg.


"jadi berapa bu?" tanya lucias kepada ibu warteg


"12 ribu mas" jawab ibu itu dan lucias pun membayar dengan kertas selembar berwarna hijau dan berlalu meninggalkan warung tersebut


Tak jauh dari warung tersebut, iya menemukan toko yang menjual handphone bekas, lucias pun memasuki toko tersebut dan bertanya kepada pegawai di sana "mba, ada iphne X ga?"


"Ada mas tapi second, tapi itu udah agak ketinggalan jaman loh, mending ambil ini" ucap pegawai itu sambil menyodorkan hp foco


"saya mau iphne x aja mba, tolong bungkusin ga perlu di cek, saya mau warna hitam sekalian sim card nya juga aktifin" ujar lucias dingin

__ADS_1


mba mba pegawai itupun dengan muka yang di tekuk iya menyiapkan pesanan lucias setelah selesai ia berkata "totalnya 5 juta 2 ratus "


lucias pun langsung membayar dengan uang cash yang ada di kantong nya itu dan segera berlalu dari sana, lucias tak memilih balik ke ruko. lucias memilih duduk nyantai di taman dekat toko tadi. lucias melihat penjual kopi yang agak modern, ada grinder biji kopi manual disana, lucias pun menghampiri penjual kopi tersebut


"Kang, mau es americano bisa kan? tambahin gula sedikit ya" ucap lucias


"Ah tentu bisa a' sebentar ya" penjual itu pun langsung menyiapkan pesanan lucias dan setelah jadi pun ia memberikan nya kepada lucias "jadi 15ribu a" ucap pedagang tersebut, lucias pun membayar nya langsung dengan uang 20ribu seperti biasa ia tak mengambil kembaliannya


Lucias pun duduk di bangku taman di bawah pohon rindang, ia mengambil sebatang rokok dan membakarnya sambil di temani segelas es kopi ia duduk di situ.


*tring tring tring* suara handphone berbunyi


lucias pun bingung ini handphone baru nomor juga baru kok bisa ada yang telpon, tak berpikir panjang lucias pun menjawab panggilan tersebut terdengar suara di ujung telpon


"Halo, dengan Pak lucias ?" tanya orang tersebut


"Ya dengan saya sendiri, maaf ini siapa ya?" tanya lucias kepada orang tersebut


"Saya hanzel pak, Saya manager dari exotic bar n club, apakah bapak akan mengunjungi club hari ini?" tanya orang tersebut


"Ya nanti saya kesana, tolong kamu kondisikan dulu sampai saya datang kesana" jawab lucias


"Baik pak, nanti saya infokan kepada staff untuk menyambut bapak, saya tutup dahulu telpon nya" ujar hanzel yang tak di gubris oleh lucias yang sudah memasukkan handphone ke saku celana ny


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Di suatu ruangan terlihat seseorang yang sedang mengecek cctv sambil menelan saliva nya

__ADS_1


__ADS_2