
tak lama pintu pun kembali berbunyi
tokk tok tok
"luc sudah tidur?" terdengar suara perempuan di balik pintu
lucias pun tersenyum lebar, senyum yang penuh arti, dengan hanya menggunakan boxer dan tidak memakai atasan lucias membuka pintu
ellya pun kembali menelan saliva nya, pemandangan di depan nya itu sangatlah menggoda dirinya untuk menyentuh badan lucias, dengan wajah yang memerah segera ia memalingkan muka dan berkata "luc, kan tadi udah gw bilang kalo buka pintu itu pake baju"
lucias menyeringai dalam benaknya lucias berkata "masuk perangkap nih"
"kan baju nya kotor mba, saya ga ada baju lagi, ayo masuk" ucap lucias kepada ellya seraya menarik tangan ellya masuk ke kamar, seolah tersihir dengan ucapan atau pesona badan lucias ellya pun mengikuti ajakan lucias sambil membawa kotak obat, ellya pun heran bekas luka lucias yang tadi banyak kini hanya tinggal beberapa saja di bagian muka dan lengan
"luc diem di situ, aku obatin dulu" ucap ellya kepada lucias, lucian pun diam di ranjang, ellya mulai mengompres luka lebam di muka lucias dan di tangan lucias
__ADS_1
"awww aww sakit, pelan pelan dong mba" ucap lucias sambil memegang tangan ellya padahal lucias tidak merasakan sakit sekali dan itu hanyalah rencana nya
"eh maaf keteken ya luc, aduduh huuuuft huuft" balas ellya sambil meniup luka lucias, dan seketika mereka beradu tatap mata ketemu mata tersirat guratan na*su di mata ellya begitupun juga lucias
seolah insting mereka di bimbing lama kelamaan wajah yang tadi berjarak kini kian merapat sampai bibir mereka menyatu ******* membalas permainan mereka berdua, lucias pun dengan segera menahan leher belakang ellya seolah tak mau lepas dari adegan itu, Panas sangat panas, darah di dalam diri ellya seolah mendidih menandakan ingin lebih dari itu, dengan insting yang tajam iya memegang perut lucias dan mengelus nya,
gedebukkk
ada suara yang terjatuh entah itu apa yang menyadarkan mereka dari adegan itu, ellya menunduk, ia malu sangat malu kenapa ia merespon apa yang di lakukan lucias.
"maaf" cicit ellya sambil hendak keluar kamar dan dengan segera lucias menahan tangan ellya agar tak keluar kamar seraya menggeleng menandakan agar ellya tidak keluar kamar
"terima kasih" ucap lucias kepada ellya sambil mengecup dahi ellya
"sama sama, kau sangat hebat luc, apakah kau bersedia menjadi partner ku?" ucap ellya kepada lucias dan lucias pun tersenyum seraya menganggukan kepala.
__ADS_1
"lebih baik kita istirahat, hari sudah malam besok kita masih bekerja dan aku harus membeli baju lagi" ucap lucias sambil memeluk ellya
"baiklah tetaplah dalam posisi ini" balas ellya
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Tak terasa sang mentari menampakkan sinarnya, lucias pun terbangun, dengan segera ia membersihkan diri.
Waktu menunjukkan pukul 6.15 pagi, ia segera menjalankan pekerjaan nya, ia memulai nya dari lantai 2 dengan posisi tidak memakai atasan dan hanyak mengenakan boxer saja iya menyapu dan mengepel lantai tersebut, pukul 6.30 iya sudah menyelesaikan pekerjaan nya di lantai atas dan dengan segera lucias turun ke lantai satu dan membangunkan ellya
"mba bangun mba udah siang" ucap lucias sambil mengelus pipi ellya
"ahh lucias" ellya sontak langsung mencium bibir lucias dan berkata "morning my beast"
"hahaha mba lucu deh, sono mba balik ke kamar entar ketauan ama pegawai lo" ucap lucias
__ADS_1
"tenang aja klinik baru buka ntar jam 9" balas ellya
"yaudah nanti saya izin dulu ya untuk membeli baju dan sarapan" ujar lucias dan di balas anggukan oleh ellya