
"baiklah pak, infusnya saya cabut ya, agak sedikit sakit di tahan aja ya" ucap perawat itu
"iya bu terima kasih, apakah setelah ini saya boleh keluar dari klinik ini bu? berhubung administrasi nya kan sudah di bayar" sahut lucias
"sudah pak, bapak bisa pulang kerumah setelah ini tapi jangan lupa tebus obatnya dan di makan ya obatnya" balas perawat itu sembari memberikan resep obat itu
"rumah? ah aku tidak ada rumah, baiklah bu perawat terima kasih ya" ucap lucias sambil tersenyum
lucias pun pergi dari ruang klinik tersebut
"kasian sekali dia, tak ada rumah, apa jangan jangan juga tak ada keluarga? semoga di beri kesempatan dan jalan terbaik untuknya" ucap perawat itu sembari melihat lucias meninggalkan klinik, dan membereskan brankar yang lucias tadi
lucias sekarang duduk di emperan ruko klinik tadi, memang d luar klinik di sediakan bangku untuk menunggu atau pun mengantri, sembari menatap langit ia bergumam
"kerja, ya aku harus cari kerja, kerja apapun itu. ahh sial*n aku lupa menanyakan nama bidadari bar bar itu, ehhh sebentar apakah bidadari punya nama? ya pasti punya dong masa ga ada"
"apa boleh ya aku bermalam disini? ah tak peduli, kalo di usir ya pindah" lanjut lucias yang bergumam sendiri
......................
Sementara di kediaman keluarga Alvaro
"kak gaby kak gaby, apakah kak luci sudah pulang?" tanya arthur kepada gaby yang sedang menonton streaming liga profesional gamer itu
Gaby pun menoleh ke arah arthur "oh iya luci kemana thur? dari kemarin semenjak kita pergi dia tidak ada, malah tugas ku banyak lagi yang mau di selesaikan sama baju kesayangan ku besok belum di cuci ama si luci itu, nanti kalau ayah,ibu atau bang michel pulang kita tanyakan saja mereka" ucap gaby
__ADS_1
ajakan geby pun di tanggapi anggukan oleh arthur yang artinya arthur setuju saran dari gaby untuk menanyakan keberadaan lucias
selang beberapa jam joseph dan belle pun pulang kerumah setelah seharian bekerja, sontak arthur pun langsung mendatangi mereka.
Gaby melihat raut muka ayah dan ibu nya yang lelah itu mengisyaratkan kode agar arthur bersabar akan pertanyaan nya itu, gaby tau tempramen orang tua mereka tidak baik ketika kelelahan bukan mendapat jawaban yang ada mendapat ceramah nurani. Arthur yang mengerti akan kode tersebut akhirnya mengalah, sedangkan orang tua mereka acuh terhadap anak bungsu nya tersebut.
anak bungsu yang notabene menjadi anak kesayangan di sebuah keluarga tapi tidak dengan keluarga Joseph Alvaro ini.
waktu menunjukkan pukul 8 malam michel pulang membawa makan malam, "yah,bu,gab,thur ayo makan malam. abang bawa makanan lezat ini" ucap arthur yang meletakkan makanan tersebut di atas meja makan
tak lama kemudian orang orang yang michel panggil tadi pun berkumpul di meja makan, dan mereka makan dalam diam tanpa ada obrolan pemecah keheningan.
Setelah makan malam selesai mereka semua berkumpul di ruang tengah, dan inilah saat saat yang arthur tunggu untuk mengajukan pertanyaaan yang sedari tadi ia pendam
"Apakah kalian tahu kemana kak lucias, dia tak terlihat dari kemarin ?" arthur bersuara memecah keheningan layaknya sekolah sedang mengheningkan cipta
arthur kaget akan ucapan ayah nya itu "maksud ayah?" balas arthur dengan cepat
"lucias bukan anak ayah dan ibu, lucias kami temukan di dekat perbatasan hutan di daerah barat kota ini dengan 2 batang emas yang ada di dalam box nya, ayah & ibu mengasuh lucias karena butuh tenaga nya untuk mengurus pekerjaan rumah dan mengambil emas yang ada di dalam box nya waktu bayi, jadi mulai sekarang kalian harus terbiasa dengan ketiadaan lucias" ucap joseph menjelaskan pertanyaan anak bungsunya itu
dengan mata yang berkaca kaca arthur menjawab "Kenapa ayah dan ibu lakukan itu kepada kak luci, walau bagaimanapun kak luci yang mengajari ku untuk menjawab soal soal pr ku"
"wah gawat ga ada lagi yang gw kacungin nih buat nyalin tugas kuliah gw" ucap gaby nimbrung
"JANGAN MANJA! tidak ada anak sampah itu tidak akan mengubah kalian! mulai sekarang MANDIRI DAN HARUS TERBIASA!" Bentak michel menanggapi ucapan kedua adik kandung nya itu
__ADS_1
Arthur segera berlari sambil menangis dan menutup pintu kamarnya dengan keras. Semuanya terdiam atas tindakan arthur tersebut.
"udah biarin aja ntar juga terbiasa sendiri wajar masih anak anak, sekarang waktunya istirahat" ucap belle dan di tanggapi anggukan dari semuanya sembari meninggalkan ruangan dan berlalu ke kamar masing masing.
Didalam kamar gaby mengamuk, dia kesal lantaran harus menyelesaikan tugasnya sendiri tak ada lagi yang dia perintah untuk mengerjakan tugas kuliahnya
"Sial*n kau lucias, kau keluar rumah ini apa sanggup kai bertahan hidup di dunia luar itu, tak ada rumah tak ada keluarga, kalau aku bertemu kau di jalan akan ku buat kau menyesal meninggalkan rumah ini" ucap gaby sambil mengamuk
Di kamar arthur, seorang anak kecil berusia 10 tahun menangis karena kehilangan sosok kakak sekaligus gurunya itu "Kak luci dimana, arthur tak peduli apa kata ayah, kakak tetap kakak nya arthur, arthur butuh kak luci" raung arthur
michel yang mendengar raungan arthur itu pun mengumpat "LUCIAS, Disini aku sebagai kakak tertua kenapa arthur begitu sedih kehilangan mu, berbeda dengan sikap arthur yang acuh padaku, bisa apa kau di luar sana lucias dengan paket c berbeda denganku yang sudah sarjana ini"
Sedangakan di kamar lain sepasang suami istri sedang bertukar keringat tetapi dengan imajinasi masing-masing belle berimajinasi dengan teman sekantornya begitupun juga joseph mereka bagai mengalami halusinasi bahkan sampai salah menyebut nama dan mereka tak perduli akan hal itu.
setelah bertukar keringat belle membuka omongan "untung anak SAMPAH itu sudah pergi dari sini jatah makanan bisa berhemat,dan uang hasil penjualan emas yang berasal dari nya pun tidak terbuang sia sia untuk menghidupi SAMPAH itu"
"iya bu untung saja dia pergi meninggalkan rumah ini walaupun tugas kita hampir selesai, apakah ibu ingat surat itu?" sambung joseph kepada belle
"19 tahun ya, kenapa tidak dari dulu saja kita usir dia, kenapa baru sekarang yah" ucap belle
"dah bu gausah di bahas mari kita tidur" ucap joseph dan d balas anggukan dari sang istri
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di suatu alam lain
__ADS_1
HAHAHAHAHAHAHAHA tawa seseorang mengerikan
"syarat sudah terpenuhi sekarang tinggal menunggu waktu saja" ucap seseorang itu....