Hello lucias (Sins system)

Hello lucias (Sins system)
14. Bertemu Ana dan Ellya


__ADS_3

Lucias tersenyum sinis


Ada mobil yang berhenti di depan lobby, dan turunlah dua orang perempuan itu, mereka mengenakan dress, ya wanita itu ana dan ellya, mereka berjalan hendak memasuki club tersebut betapa terkejutnya mereka, ya mereka melihat lucias yang tidak di perbolehkan masuk


"loh bukannya itu lucias ya an? jadi dia keluar kesini tapi kayaknya ga bisa masuk deh, salah dresscode" ucap ellya kepada ana


"eh kayaknya iya, tu anak keluar ga bilang ama elu el? kok bisa dia kesini pake pakaian kek gitu" balas ana cepat


"emm, dia tadi pagi bilangnya emang mau keluar malem ini tapi ya gw gatau kalo dia mau kesini an, apa kita ajak dia aja ke club laen yang g ada dresscode nya?" ajak ellya kepada ana


"ya boleh deh kalo dia mau" ucap ana


Dan dua orang wanita itu berdiri di belakang lucias, ana reflek menepuk pundak lucias, dan segera menariknya menjauh dari petugas tersebut, lucias kaget hampir saja ia menghempas orang itu tetapi itu tak ia lakukan karena melihat pemilik klinik lah yang menariknya


"eh bu ana, mbak el kok ada disini?" tanya lucias kepada dua wanita itu


"yang harusnya nanya itu gw ngapain lu kesini pake baju begini lagi, dan jangan panggil gw bu kalo di luar lingkungan kerja umur gw sama kek ellya seolah gw tua banget." jawab ana ketus dan ellya pun terkekeh melihat muka ana yang kesal


"Ya maaf mba, takutnya entar kalo saya kurang sopan di pecat lagi" balas lucias cepat


"lu keluar mau kesini salah kostum say, kalo lu mau minum ikut kita aja" kali ini ellya yang bersuara


"loh kalian ngajakin saya pergi dari sini terus kenapa kalian disini? kalo mba mba mau masuk di sini silahkan, besok besok saja saya mau kesini lagi sekalian ganti kostum biar bisa masuk "jawab lucias bingung


"udah jangan banyak omong dah, lu mau minum apa kaga? kalo iya ikut kita" tanya ana dengan jengkel

__ADS_1


"ga potong gaji kan? kalo engga saya mau mba, pengen ngerasain masuk club" jawab lucias


"yaudah ikut gw" ajak ana


kini mereka pun melangkah kembali ke lobby dan menunggu mobil yang di ambil kan oleh vallet parking, setelah mobil datang mereka pun masuk dan bergegas meninggalkan tempat tersebut, di perjalanan mereka hanya mendengarkan musik breakbeat yang sama sekali tidak masuk ke selera lucias, tetapi lucias bisa apa untuk protes, ia sempat memikirkan untuk menjadi DJ di waktu luang nya, dan yang pasti genre yang akan di mainkan juga berbeda dari sekarang.


Kini mereka telah sampai di tujuan, disini lebih banyak anak muda yang seumuran lucias atau bahkan lebih muda dari lucias, ya kini mereka berada di lite club, sebuah club yang terkenal akan daun muda nya yang mudah sekali untuk di bungkus.


Mereka bertiga turun dari mobil, dan segera memasuki club tersebut, dan prosedur disini berbeda, di sini siapa yang mau masuk ke klub tidak akan di periksa di lobby club tersebut.


"Kok di sini ga d periksa?" tanya lucias kepada dua wanita itu


"ya bedalah luc, di sini banyak anak muda lebih tepatnya ini club buat kantong pelajar kalo di exotic itu buat kantong pengusaha sama kek orang di sebelah ini nih" jawab ellya yang di tanggapi lucias dengan mengangguk


"malam mba, mau open table atau hanya masuk dan melakukan pemesanan di bar?" tanya kasir tersebut


"mau open table aja, paket coeuntreu nya ya" jawab ana


"total nya 1,2 juta mba, maximal 4 orang yang free buat masuk ke dalam, selebihnya di charge dengan tiket masuk, mba mau bawa berapa orang?" tanya kasir itu sambil menjelaskan


"cuma 3 orang" balas ana sambil


"maaf untuk pembayaran nya cash atau" ucapan kasir itu terpotong ketika ana sudah menyodorkan kartunya


"silahkan mba, nanti di antar sama yang meriksa ya, terima kasih" ucap kasir tersebut

__ADS_1


dan mereka bertiga pun berjalan melewati petugas pemeriksaan, mereka di antarkan sampai di meja mereka, tak sampai 5 menit minuman dan cemilan pun sudah ada di meja mereka, ellya pun dengan sigap mengambil gelas yang sudah di siapkan dan memasukkan es batu ke dalam nya, membuka minuman itu dan menuangkan minumnya layaknya bartender, ya ellya menuangkan minuman seraya botol di tarik ke atas meninggi, lucias yang sedari tadi diam hanya memperhatikan seisi club tersebut, dia belajar banyak hari ini, tetapi ada yang ia takuti, lucias tak pernah minum sebelumnya.


"Mba, maaf punya saya dikit aja, saya belum pernah beginian" ucap lucias kepada ellya


seketika ana melotot dan berkata "lu udah 19 tahun belum pernah minum alkohol? kemana aja lu 19 tahun ga ada temen lu emang ngajak begini?"


raut muka lucias kini sudah berubah, sedari ia menunjukkan muka polos kini berubah menjadi dingin dan menahan amarah dan lucias pun bergumam "Balas dendam" ana dan ellya pun mendengar gumaman lucias itu, dan ana tahu ana salah bicara seperti itu kepada lucias, ia khawatir, lucias memancarkan aura intimadasi


"el, salah ngomong gw gimana dong, aura nya takut gw, ni anak kalo ngamuk bahaya" bisik ana kepada ellya dan di balas ellya dengan anggukan kepada dan tangan yang naik turun seolah mengatan seloww


"minum luc, mumpung musiknya belom naik nih, kalo musik udah naik kita belom mabok ga seru ntar"ucap ellya kepada lucias sambil memberikan gelas yang sudah berisi countreu tersebut


Lucias pun tanpa ragu langsung meneguknya one shot, seolah mengerti bagaimana cara meminum dengan gelas sloki tersebut, dan lucias pun kaget kok ini rasa nya kek obat batuk anak kecil dan berkata kepada ellya "mba ini kok manis sama sedikit rasa panas di tenggorokan"


Ana pun memiliki ide agar lucias menjadi miliknya malam ini, dan ana pun berkata "eh bocah, lu baru pertama kesini jangan belagu, gini deh, kalo emang lu pengen ngerasain, gw pesenin yang lain tapi slokian aja ya takut lu ga habis ntar"


"boleh" kata lucias mantap dengan tatapan tajam nya


Ana pun bergidik ngeri akan tatapan lucias dengan cepat ia berkata "Tapi kalo lu ga bisa habisin lu harus nurutin permintaan gw, gw cuma pesenin lu 3 sloki tapi kalo lu kurang lu bisa namba"


"oke, gw minta 6 loki, pantang bagi lucias untuk di remehkan, tapi kalo gw bisa habisin semua nya mba harus nurutin apa permintaan gw juga" jawab lucias dan di balas anggukan oleh ana, ana pun berlalu menuju bar untuk memesan tequila, vodka, dan whisky masih masing 2 shot setelah memesan itu ana kembali ke table mereka dan ana kini melihat ellya yang udah bejoget ria tetapi hanya di table mereka saja,


"Ni anak udah naek aja, padahal masih pagi" gumam ana.


Ya waktu baru menunjukkan pukul sebelas malam tetapi ada orang yang dengan gusar menunggu dari tadi orang itu bolak balik di depan lobby club

__ADS_1


__ADS_2