
"aaaaa apa maksud abang? anak pungut? apa aku bukan anak dari ayah dan ibu?" jawab lucias dengan mata yang sudah berkaca kaca.
Michel pun hanya tersenyum meremehkan perkataaan lucias, dan tanpa di duga joseph alvaro keluar dari kamarnya.
"Yang di katakan michel itu benar, ANAK SAMPAH" ucap joseph kepada lucias sambil menunjuk muka lucias
"Ini bohong kan, katakan semua ini bohong ayah" teriak lucias sambil bersimpuh di kaki joseph
Dengan keangkuhan nya joseph segera menendeng lucias yang berada di kaki nya itu. "KAU MEMANG BUKAN ANAK KU LUCIAS, aku menemukan mu di dekat pohon di sebelah barat kota ini yang berbatasan dengan hutan" ucap joseph
__ADS_1
"Tapi kenapa? kenapa kau mengambil ku dan merawatku? kenapa tidak kau biarkan saja aku mati di luar sana, KENAPAAA??!" teriak lucias kepada joseph
tanpa berlama lama sebuah tamparan mendarat di pipi lucias "KAU SUDAH BERANI MEMAKI KU? Siapa yang tidak tergiur dengan sebuah box bayi dengan 2 batang emas murni" ucap joseph sambil menatap mata lucias
"KENAPA KAU RAWAT AKU? KENAPA KAU MEMBESARKAN KU ? KENAPA KAU TIDAK MENGAMBIL SAJA EMAS NYA DAN MENINGGALKAN KU DISANA KENAPAAAAA!!!!" lucias tak peduli dengan darah yang mengalir di sudut bibirnya itu dia terus berteriak meminta penjelasan kepada joseph
Dan lagi sebuah tamparan mendarat di pipi lucias tapi kali ini ia dapatkan dari michel yang dari tadi jengah akan teriakan lucias. "Kau bilang kenapa? KAU aku rawat untuk menjadi pembantu di rumah ini! Pernahkah kau berpikir untuk mendapatkan makanan kau harus melakukan sesuatu dulu, tidak seperti saudaramu yang lain yang hanya terima beres saja?" ucap joseph kepada lucias
HAHHAHAHAHAH tawa bahagia keluar dari kamar sekarang belle ibu palsu lucias yang keluar setelah mendengar apa yang di katakan mereka sedari tadi.
__ADS_1
"Lucias, lucias. begitu bodohnya dirimu lihat dengan emas yang kami dapatkan saat menemukan mu kami bisa membeli rumah ini, membiayai sekolah anak kandungku hingga perguruan tinggi hahahaha" ucap belle sambil tertawa bak ibu tiri di dongeng anak anak
"Baiklah kalau begitu, Terima kasih atas semua nya, atas kebaikan kalian yang telah menampung ku selama 18 tahun lebih" ucap lucias sambil berurai air mata
"Aku pikir kalian tulus menyayangi ku aku tidak pernah protes dengan semua perintah kalian kepadaku tapi kenyataan ini begitu pahit bagiku, aku berjanji suatu saat kalian akan tunduk kepadaku dan memohon kepadaku di saat itulah aku akan berprilaku seperti apa yang kalian lakukan kepadaku, KARMA! DARAH DI BALAS DARAH" ucap lucias dengan tatapan sendu dan emosi bercampur menjadi satu
michel, joseph dan belle pun tertawa terbahak bahak mendengarkan suara dari lucias itu.
"apa kau bilang? karma? tunduk? HEY LUCIAS BANGUN DARI MIMPI MU! terlalu tinggi khayalmu itu" ucap michel.
__ADS_1
lucias pun hanya diam dan berjalan gontai menuju kamar nya dan langsung di cegat oleh belle "mau kemana kamu? tinggal kan semua barang yang ada di kamar itu bawa saja ijazah paket C mu itu, aku masih berbaik hati kepadamu" ucap belle
dengan senyum yang di paksakan akhirnya lucias pun hanya membawa map yang berisi ijazah dan kartu identitasnya saja, setelah mengambil itu dia pun memutuskan untuk keluar dari rumah itu tanpa sepatah kata pun keluar dari mulutnya, hanya cairan bening yang mengalir keluar dari matanya sambil meninggalkan rumah, seolah alampun ikut sedih tentang yang di alami lucias, hujan pun turun rintik rintik mengiri langkahnya ntah kemana dan tepat di pinggir jalan raya ia berteriak AAAAAARRGGHHHHHHHHH seketika alam menyambut amarah dari lucias suara petir memggelegar di atas langit...