
Di suatu alam lain
HAHAHAHAHAHAHAHA tawa seseorang mengerikan
"syarat sudah terpenuhi sekarang tinggal menunggu waktu saja" ucap seseorang itu....
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Terik mentari mulai menyinari bumi, terlihat seseorang sedang meringkuk di kursi pinggiran ruko.
"sudah pagi ternyata, saat nya aku mencari kerja, tapi aku harus membersihkan badanku dulu" gumam lucias
lucias pun berjalan menuju ke jalan raya, iya menyusuri jalan dengan wajah yang dingin, tak lama terlihatlah Pom pengisian bahan bakar.
"lebih baik aku membersihkan badan di sini sajalah lah" gumam lucias
lucias melangkah menuju toilet pom itu dan tertera tulisan di dekat pintu toilet yang di jaga seseorang
Buang air kecil 2.000
Buang air besar 5.000
Mandi 10.000
Lucias pun langsung masuk ke bilik toilet itu, dia tidak mandi, hanya mengelap bagian tubuhnya saja, kenapa lucias tidak mandi? ya karna dia tidak punya handuk hahaha
setelah selesai melakukan itu lucias pun langsung memberikan selembar kertas merah untuk membayar biaya tadi kepada penjaga toilet
"Aduh a' ga ada uang kecil ? belom ada kembalian euy" ucap penjaga itu, lucias pun menggeleng menandakan tak ada uang kecil.
"ya udah a' ini uang nya anggap saja saya sedekah, ga ada kembalian soalny" ujar penjaga kepada lucias, dan lucias pun menjawab "makasih mang, semoga rejeki nya di lancarkan" balas lucias
Lucias pun kembali berjalan menyusuri jalanan yang ramai lalu lalang kendaraan bermotor, dia terpaku pada sebuah poster di tiang listrik
Di butuhkan jasa cleaning service silahkan datang ke klinik medika atau hubungi 091234890 via whatsapp
"Akhirnya, aku akan mencoba peruntungan ku di tempat itu" ucap lucias
__ADS_1
Lucias pun bertanya kepada pengguna jalan di sekitar nya untuk mengetahui dimana klinik itu berada.
"permisi kang, apa akang tau dimana klinik medika?" tanya lucias kepada seseorang yang sedang berdiri di pinggir jalan sambil mengenakan kupluk hoodie nya
orang itu pun menjawab dengan menunjukkan tangan kanan nya tanpa menoleh
"kok aneh banget ya, jawab kek, apa ni orang bisu kali" gumam lucias dalam hati dan berucap "makasih kang" orang itu hanya menganggukan kepala nya untuk mengiyakan pernyataan lucias tersebut
Lucias pun berjalan melangkah ke arah yang di tunjukkan pria misterius tadi, sembari menahan lapar yang ia rasakan, lucias belum juga makan.
"Energi ku banyak sekali terkuras hanya untuk muncul di dunia ini tak lebih 5 menit" ujar pria misterius itu dalam pikirannya dan menghilangkan bagaikan asap
Lucias berjalan lurus tanpa henti 2 perempatan sudah ia lalui, ia melihat ada penjual gorengan dan berpikir untuk membeli nya untuk mengganjal perutnya
"mang, mollen nya 5" ujar lucias pada pedagang itu
pedagang itu langsung membungkuskan pisang mollen ke dalam kangtong kertas pesanan lucias dan memberikannya kepada lucias
"ini a' goceng " ujar pedagang itu kepada lucias
"ga ada uang kecil a? belom ada kembalian euy masih pagi, gorengan nya aja masih panas" ucap pedagang tersebut.
lucias pun menggeleng lemah dan berkata "ga ada mang"
"yaudah ambil aja a, anggap saja penglaris buat mamang" ujar pedagang gorengan itu
"Makasih mang" jawab lucias yang berjalan berlalu begitu saja meninggalkan pedagang tersebut
"Masih banyak orang yang baik ternyata, kirain orang baik udah ga ada" pikir lucias
Lucias pun kembali berjalan menyusuri jalan tersebut , dia hanya berjalan lurus sambil menyebrangi beberapa perempatan jalan dan kini ia berhenti didepan ruko tempat ia di rawat kemarin.
"loh ini klinik medika? kenapa mereka engga nempelin di depan ruko aja sih kalo butuh cleaning service" ujar lucias bermonolog sendiri
Lucias memasuki ruko tersebut, dia berjalan kearah meja kasir dan bertanya "Permisi mba, apakah masih nerima pekerjaan jadi cleaning service?"
"masih dek, di letakkan di sini saja lamaran nya" jawab kasir tersebut
__ADS_1
"yah, harus pakai lamaran ya? baiklah, saya akan buat dulu mbak" ucap lucias menjawab pertanyaan tadi
sejenak sebelum lucias keluar dari klinik, ada wanita yang baru saja keluar dari toilet dan melihat lucias
"pak lucias? ada keluhan? kenapa datang lagi?"ucap wanita itu yg tak lain adalah perawat genit kemarin
"eh bu perawat kok tau nama saya? anu ini bu, engga ada keluhan cuma saya melihat di tiang listrik pinggir jalan katanya klinik ini membutuhkan cleaning service, maka dari itu saya kesini lagi untuk mengajukan diri"jelas lucias kepada perawat itu
"lah kan saya yg merawat bapak, jadi saya tau nama bapak, jangan manggil ibu lah kek tua banget jadinya umur juga baru 22 nich hihihi" ucap perawat itu, "panggil kakak atau mba aja, nama saya ellya" lanjut perawat itu sambil menjulurkan tangan untuk mengajak berkenalan
lucias pun membalas juluran tangan tersebut seraya berkata "baiklah mba el, apakah boleh saya bekerja di sini?"
"untuk masalah itu nanti di bicarakan sama yang punya klinik ini aja luc"jawab el
"Luc?siapa luc?"gumam lucias dalam hati sambil mengernyitkan dahi
melihat gelagat lucias yang aneh El pun langsung merespon dan berkata "eh kok mukanya gitu? emang salah ya aku kalo manggil kamu luc? soalnya kalo manggilnya luci kek nama cewe xixixi" seraya menutup mulutnya menahan tawa
"Ah jadi begitu, yaudah mba, gpp"jawab lucias
"Nanti saya kabarin kamu kalo yang punya klinik ini sudah datang, mana nomor ponsel mu?" sahut el kepada lucias dan di respon dengan gelengan kepala seraya berkata "aku ngga ada ponsel mba"
"yasudah, kamu kesini lagi aja sore hari sekitar jam 4/5an nanti saya buatkan janji dengan beliau" jawab el
"benarkah? terima kasih mba terima kasih. mba baik banget"balas lucias dengan semangat
"eitsssss ini tidak gratisss loooo"jawab ellya sambil menaik turunkan alisnya
"tidak apa apa mba, berapa yang harus saya bayar? tapi apakah boleh saya membayar nya setelah saya di terima"ucap lucias
"xixixiixi serius amat sih luc, santai aja" respon ellya kepada lucias
"baiklah mba nanti saya ke sini, terima kasih atas bantuannya, sekalian saya permisi keluar"ucap lucias sambil tersenyum
Hari ini lucias senang begitu amat sehingga dia tak merasakan kondisi badan nya yang salah, lagi lagi dia melewatkan pondasi utama untuk bertahan hidup itu menyebabkan lucias merasakan pusing dan jatuh pingaan tepat setelah keluar dari klinik tersebut.
(HELLO LUCIAS, Apakah kamu ingin membalas dendam? Apakah kamu ingin menjadi orang nomor 1 di kota ini? bahkan di dunia ini)
__ADS_1