
“Halo tante.”
“Loh,Killa enggak pergi sama kamu?”
“Enggak tante,aku baru sampai emang Killa kemana tante?”
“Udah pergi.”
Sembari mama melihat kanan dan kiri,ternyata benar Killa pergi dengan mobil pribadinya,setelah pergi akhirnya mama merasa tidak enak kepada Daniel.
“Maaf ya Daniel,emang Killa begitu orangnya.”
“Iya tante,enggak apa-apa kalau gitu aku ke kantor dia aja deh,aku habis buatin dia sarapan tadi semoga dia suka ya tante.”
“Iya Daniel,makasih ya.”
Daniel sontak pergi dari hadapan mamanya,sembari menghela nafas sampai juga di tempat kantor Killa,Killa yang sibuk orang-orang pada memperhatikan Daniel,Killa yang melihat itu sontak memicingkan matanya.
“Ngapain sih lu? Suka banget,jadi santapan orang-orang.”
“Mba,ini siapa?”
“Orang gila,kenapa mau?”
“Mau mba.”
Killa menarik tangan Daniel masuk ke ruanganya,sesampai itu Daniel menaruh makanan di depan Killa,Killa menghampiri Daniel.
“Udah makan,jadi taro lagi aja makananya.”
“Ini udah mau siang loh sayang,enggak mau makan.”
Killa merasa aneh kepada Daniel yang kadang hangat dan juga bisa dingin kepada dirinya,mengeleng kepala saat ingin keluar di dekap oleh Daniel dari luar.
“Sayang.”
“Apa?”
“Ada yang mau aku bicarain sama kamu.”
“Soal apa?”
Daniel memutar badan Killa ke hadapanya,setelah itu Killa bingung ada apa enggak lama,Daniel mengeluarkan kotak kecil.
“Niel,gua udah bilang gua enggak ma-”
“Buka dulu ih! Kebiasaan banget sih jadi wanita.”
Killa memicingkan mata dan mendorong Daniel,sembari itu mengmabil kerjaan. mengecek kerjaanya,setelah itu ada sekertaris Killa datang.
“Iya masuk.”
Sekertaris Killa masuk dan gagal fokus kepada kegantengan Daniel,yang tersenyum kepada sekertaris Killa.
“Hmm,duekin aja ini orang,ada apa?”
__ADS_1
“Ini jadwal ibu.”
“Baik,makasih ya.”
Sekertarisnya terus melihat ke arah Daniel,Killa hanya diam tetap fokus kerja,setelah selesai kerja Daniel tertidur diruangannya.
“Niel,ayo pulang.”
“Hmm.”
Killa hanya diam sembari menunggu Daniel,enggak lama Daniel bangun muka Killa udah asam,kayak lemon 1 kg.
“Udah tidurnya,enak? Kayaknya hidup lu sehari,enggak buat orang kesal,enggak enak ya,deman banget kayaknya buat gua marah,dasar orang gila.”
“Kok kamu marah sih sayang? Aku yang harusnya marah tau.”
“Hmm,lu harusnya marah enggak tau diri banget,emang gua suruh lu tungguin gua.”
Killa tidak perduli dengan perkataan Daniel,sampai akhirnya mereka keluar bertemu dengan Rangga sang mantan kekasih.
“Sayang!”
Rangga menghampiri Killa dan sontak mendekap Killa dengan erat,Killa yang terlihat tidak perduli sontak mendorong Rangga.
“Ada apa? Kenapa lu tiba-tiba peluk gua? Salah orang,apa gimana?”
“Sayang,kamu salah paham itu kemarin adik aku,bukan siapa-siapa aku beneran deh.”
“Halah basi! Mau sampai kapan sih Rangga,kamu bohongin aku enggak puas apa? Liat aku terlihat dungu sampai kamu,ngelakuin hal kayak gini.”
Daniel yang tertawa kecil,sontak di liat oleh Killa,sembari Killa menujuk ke arah Daniel dan menyeret Daniel,ke depan Rangga.
Daniel yang mendengar itu sontak kaget melihat ke arah Killa,dengan tidak santai. Setelah itu mereka jabatan tangan.
“Rangga.”
“Daniel.”
“Lu beneran calon suami,pacar gua?”
Killa tersenyum sinis,sembari melihat ke arah Rangga dan juga mendekap lengan Daniel,dengan erat. Ranga yang melihat itu merasa terpukul.
“Sejak kapan ya gua jadi pacar lu? Sadar kita udah putus,sebelum lu mengakui gua pacar lu,jadi simpan aja rasa pacar lu sendirian,karena gua enggak pernah anggap lu pacar gua,jadi jangan membuang-buang waktu dan tenaga,ayo sayang jalan nanti makan malam kita telat.”
Saat Killa mau pergi di tahan oleh Rangga,Daniel yang melihat Killa merasa tidak nyaman,sampai akhirnya Daniel menahan tangan Rangga.
“Maaf,kalau Killa enggak suka jangan di paksa.”
Killa yang mendengar dari Daniel hanya tersenyum,sedangkan Rangga merasa iri kepada Daniel,yang bisa memberi senyum itu kepada Killa.
“Enggak usah ikut campur bisa enggak! Lu siapa sih heran gua.”
Killa hanya diam dan Daniel sontak menjauhkan dirinya dari Killa serta berantam kepada Rangga,menahan dua tangan Daniel ke belakang.
“Gua sebenarnya enggak mau pakai kekerasan,tapi kalau lu suka kekerasan gua harus gimana? Kalau lu emang maksa,gua juga enggak bisa menolak.”
__ADS_1
Akhirnya Rangga mengalah kepada Daniel,Daniel membukakan pintu untuk Killa,setelah dalam perjalanan mereka hanya diam.
“Itu mantan gua!” killa mencoba untuk terbuka kepada Daniel.
Daniel yang mendengar langsung dari Killa,membuatnya tersenyum dengan senang,karena Killa mulai terbuka dengan Daniel,tanpa Daniel minta.
“Oh,kenapa dia ganggu lu?”
“Iya,dia ngerasa kalau gua itu bagaikan pohon uang dia,makanya dia mau balikan sama gua.”
“Pohon uang? Maksudnya?”
Killa tersenyum dengan lepas membuat Daniel bingung,apa dari perkataanya ada yang salah ya,kok Killa bisa senyum seperti itu.
“Iya maksud gua,gua itu kayak uang dia,pembantu dia ngerti enggak?”
“Oh jahat banget dia? Berarti dia enggak pernah cinta sama lu dong?”
Killa mengeleng kepala dan menghela nafas saat di tanya seperti itu kepada Daniel,Daniel pegang tangan Killa,Killa melihat itu.
“Tenang aja,ada gua kok walau lu ngeselin,gua pasti sayang sama lu.”
Killa hanya diam sembari melihat pemandangan di kaca,Daniel tersenyum melihat ke arah Killa walau Killa tersenyum dalam hati.
Sampai dirumah Killa,Killa hanya diam dan melihat ke arah Daniel,sembari Daniel juga melihat ke arah Killa dengan bingung.
“Mau masuk enggak?”
“Emang boleh?”
“Boleh tapi lu bicara sama mama dan papa gua aja,gua mau tidur capek.”
“Hmm yaudah kalau gitu,gua pulang aja udah malam juga,enggak enak takut ganggu besok kan masih bisa.”
Killa hanya diam dan menganggukan kepala,saat ingin keluar dari mobil Daniel,ditahan oleh Daniel di liat oleh Killa.
“Besok mau gua jemput,apa gua ke kantor lagi?”
“Hmm,enggak usah sih emang gua suka sendiri,emang kenapa?”
“Iyaudah kalau gitu gua ke kantor aja.”
“Lu enggak ada kerjaan ya?”
Daniel tersenyum sedangkan Killa hanya mengelindingkan bola matanya ke arah atas,terlihat kesal kepada Daniel,saat keluar dari mobil dan masuk kerumah.
“Sayang.”
Mama menghampiri Killa,Killa hanya diam dan sudah tau kalau mama akan menanya soal Daniel denganya.
“Mama mau nanya aku di antar siapa kan?”
“Diantar sama supir pribadi aku ma,Daniel.”
“Ih kok kamu bicaranya gitu sih sayang,dia kan calon suami kamu.”
__ADS_1
“Itukan buat mama enggak buat aku,udah ya ma Killa mau ke kamar capek malam ma.”
Killa pergi dari hadapan mama sedangkan papanya hanya tersenyum,melihat tingkah anakanya setelah itu mama menghampiri papa.