Hi Killa

Hi Killa
Enggak pernah ada yang,adil


__ADS_3

“Pa,anak kita kenapa sih? Kok ketus banget sama mama.”


“Enggak tau,papa juga ngantuk mau tidur,malam ma.”


Papa pergi dari hadapan mama dan mama berpikir semuanya berubah karena keegoisan mama pribadi,setelah itu mama juga ke kamar.


.


.


“Pagi ma,pa.”


“Pagi sayang,anak mama yang cantik.”


Killa yang kaget melihat ada Daniel,setelah itu Daniel memberikan Killa nasigoreng,sedangkan Killa biasa aja dan enggak berkata apa-apa.


“Ini buat kamu,biar kamu makannya terjaga.”


“Hmm,makasih ya.”


“Iya sayang.”


Mama yang melihat itu tersenyum semengeringai,sedangkan papa yang melihat itu tidak bisa berkata apa-apa.


“Daniel.”


“Iya tante.”


“Kamu kapan,bawa keluarga kamu kerumah tante.”


“Aku tunggu Killa aja tante,kalau dia siap aku juga siap,aku enggak mau dia sampai benci atau kabur lagi dari aku.”


Killa yang mendengar itu hanya diam dan merasa itu bukan tertuju untuk dirinya,baginya mungkin Daniel berkata seperti itu hanya sengaja biar cari muka aja depan kedua orangtuanya.


Selesai makan Killa mengambil tas dan minum susu di meja,sembari berangkat salaman kepada orangtua disusul oleh Daniel.


“Kamu kok tinggalin aku sih sayang,aku aja baru selesai makan.”


“Sayang banget,padahal aku mau liatnya kamu enggak makan.”


Killa dengan senyum liciknya,sedangkan Daniel yang melihat sikap Killa seperti itu membuatnya tambah sayang dan bingung harus berbuat apa.


“Killa,lu ngerasa enggak sih,lu itu manis.”


Killa tidak perduli dan meninggalkan Daniel,Daniel hanya tersenyum dan masuk ke dalam mobil,setelah masuk ke dalam mobil sampai di kantor.


“Pagi ibu Killa.”


“Pagi.”


Killa masuk ke dalam ruanganya setelah masuk akhirnya,Killa melihat laporan yang ada di mejanya,sembari mengecek ada yang aneh atau tidak untuk di tanda tangan.


“Setiap hari kerjaan lu kayak gini,Killa.”

__ADS_1


“Hmm,kenapa emang?”


“Enggak bosan apa?”


“Iya namanya kerja mau bosan juga enggak bisa,gua juga suka kok sama pekerjaan gua sendiri,walau kadang emang lelah sih mau gimana? Jalanin aja,benar enggak?”


Daniel tersenyum melihat ke arah Killa,enggak nyangka dirinya dan Killa hanya bisa yang mengatur dirinya sendiri,bahkan oranglain enggak bisa kurang lebih seperti Daniellah.


“Kenapa lu senyum-senyum,gila apa gimana?”


“Yaampun kasar banget sih itu mulut,enggak bisa lembut dikit apa sama calon suami sendiri?”


“Ngarep lu,gua aja enggak pernah anggap lu seperti itu,kenapa lu ngarap banget dah heran gua sama lu.”


Killa mengelengkan kepala,sembari melihat pekerjaan dan merasa perutnya lapar,enggak lama Daniel pesan makan.


“Sayang,mau coba enggak?”Daniel mengoda Killa untuk makan denganya berdua.


“Enggak,makasih sendiri aja.”


“Jahat banget sih sayang,padahal aku mau berbagi sama kamu,kenapa kamu enggak mau berbagi sama aku.”


Killa merasa kesal dengan mulut Daniel yang sedaritadi menganggunya,sampai akhirnya Killa makan dengan suapan besar.


“Udah puas!”


Daniel tersenyum dan menghelus kepala Killa dengan senyuman mematikannya,Killa hanya diam enggak lama Killa merasa kepalanya sakit.


“Gua enggak apa-apa,enggak pusingin gua.”


Daniel sontak membawa Killa kerumah sakit,setelah sampai dirumah sakit,di cek oleh dokter dan dokter menyatakan.


“Dok,gimana keadaan Killa?”


“Killa enggak apa-apa kok pak,bapak siapanya suami ibu Killa ya?”


Daniel terdiam saat di kata seperti itu kepada dokter,enggak lama mama dan papa Killa datang,dokter berbicara dengan orangtua Killa,Daniel mengepal tanganya di luar ruangan.


“Killa bangun! Jangan sampai lu kenapa-kenapa,gua sayang sama lu!”


Killa bangun dengan perasaan terintih,melihat ke arah kanan ada Daniel,Killa bingung ada siapa dan enggak lama Daniel menginggau sembari mengenggam erat tangan Killa.


“Killa kamu harus sembuh sayang,aku sayang kamu dan aku enggak akan biarin kamu kenapa-kenapa.”


Killa yang mendengar itu hanya diam tidak bisa berkata apa-apa,enggak lama Daniel terbangun melihat ke arah Killa.


“Enak yah genggam tangan gua,di saat gua lagi lemah?”


“Killa.”


Daniel sontak mendekap Killa dengan erat,Killa hanya diam sembari tersenyum membalas dekapan Daniel yang ada di depannya.


“Bodoh!”

__ADS_1


Daniel tersenyum kepada Killa,enggak lama Killa hanya diam melihat ke arah Daniel,sembari itu Daniel menundukan kepalanya ke bawah.


“Kenapa lagi lu?”


“Maaf ya harusnya gua kasih lu makan lebih banyak,tapi malah gua keasikan ngerjain lu,sampai gua lupa lu juga capek kerja pastinya.”


Daniel mengepal tangan dan ingin meninju tembok rumah sakit,ditahan oleh Killa. Daniel melihat ke arah Killa.


“Demi gua! Jangan pernah lu ngelakuin hal yang enggak penting,gua enggak apa-apa kenapa lu nyesal banget,toh gua sekarang ada di depan lu! Kalau lu emang sayang gua,lu jaga gua itu udah lebih dari cukup.”


Daniel yang mendengar itu terdiam tidak bisa berkata apa-apa,sementara itu enggak lama Daniel tersenyum kepada Killa.


“Killa? Lu enggak jatuh cinta benaran kan sama gua?”


“Bukannya sebaliknya ya? Mau ngaku apa gua paksa ngaku?”


Daniel sontak ingin menjawab handphone yang ada di sakunya berdering,setelah itu Daniel keluar dari ruangan Killa.


“Lu salah main-main sama orang,Daniel!”


Daniel berbicara setelah selesai keluar dari ruangan Killa,tiba-tiba Daniel tersenyum dengan perkataan Killa yang ia anggap sebagai,boomerang untuk dirinya sendiri.


“Menarik.”gumam daniel.


Selesai telepon Daniel balik keruangan Killa di susul oleh kedua orangtua Killa,yang panik melihat keadaan Killa sampai seperti itu.


“Killa sayang,kamu kenapa sih?”


“Aku enggak apa-apa ma,aku baik-baik aja jangan khawatir.”


“Hmm,kamu itu sih kalau mama bicarain bandel terus.”


Daniel senang melihat orangtua Killa,seketika Daniel menjauh dari mereka enggak lama Daniel menghampiri kedua orangtua serta Killa.


“Tante,om dan Killa aku pergi dulu ya ada urusan mendadak.”


“Iya Daniel,hati-hati ya.”


“Baik tante,cepat sembuh Killa.”


“Tunggu,mau kemana?”


Mama dan papa hanya tersenyum melihat ke arah mereka,enggak lama mereka hanya diam dan setelah diam.


“Mau kerja sayang,kenapa udah kangen? Nanti aku balik lagi,tunggu aku ya sayang.”


Killa menarik kerah baju Daniel,Daniel hanya diam dan menurut kepada Killa yang lagi ada di depan mukanya berjarak 1m.


“Lu utang jawaban sama gua.”


“Aku rasa kamu udah tau jawabanya sayang,aku pergi dulu ya,bye love.”


Daniel mengecup kening Killa,Killa hanya diam tidak bisa berkata apa-apa,enggak lama mama dan papa Killa melihat kedekatan mereka mmebuat orangtua bahagia.

__ADS_1


__ADS_2