
“Lu beneran enggak mau bicara apa-apa?”
Daniel mengeleng kepala Killa bingung,ada apa dengan pria ini bisa menjadi lembut dan kasar,dasar moodyan enggak lama Killa mengecup pipi Daniel,Daniel melihat ke arah Killa.
“Kalau begini aja di liat,kalau enggak gini enggak,dasar semua pria sama aja.
Berkahirnya Daniel diruangan Killa,Killa hanya diam merasa bete serta risih,melihat sikap Daniel yang terus melihat ke arahnya.
“Kenapa sih liat gua terus,mau gua colok kedua mata lu,biar enggak ada mata?”
“Kejam amat sih sayang,enggak bisa lebih lembut apa?”
“Malas gua lembut sama lu,lu aneh sih.”
Mama dan papa Killa merasa bahagia melihat kedekatan mereka,enggak lama mama dan papa Killa pergi dari rumah meninggalkan mereka.
“Loh? Itu kayak mobil papa dan mama.”
Killa melihat ke arah jendela,Killa kaget sontak melihat ke arah Daniel,sembari jalan ke arah Daniel terpleset karena ada kain tipis yang membuat Killa tersandung.
“Hati-hati Killa,kenapa sih suka banget menempatkan diri di tempat berbahaya.”
“Lagian siapa juga yang mau,gua begini juga bukan karena kemauan gua,jadi stop deh berhenti nyalahin gua paham enggak?”
“Enggak,karena suka aja salahin lu,selain lucu muka lu juga bikin gua nyaman sama lu.”
Daniel sontak mendekap Killa dan tidur di pelukan Killa,Killa yang merasa risih sontak mengangkut kepala Daniel dari pelukannya.
“Pinjam Killa,pelit banget sih kebetulan bisa berduaan kalau enggak ada waktu berduaan,susah juga gimana lu bisa suka sama gua ya kan?”
“Aneh deh gua sama lu,lu udah tau gua enggak suka sama lu,kenapa lu terus maksa apa enggak capek ya? Heran gua.”
“Enggak ada kata capek,buat ngejar cinta Killa,mana mungkin gua capek sama lu,gila ya dapatin lu aja susah kalau udah dapat ya sama dengan gua dapat permata,jadi enggak perlu capek dapatin lu itu emang susah tapi layak buat gua.”
“Geli! Apaan sih lu,mimpi dulu gih kalau bicara,kadang gua suka eneng sama perkataan lu,enggak jelas tapi ada aja yang nyangkut sama lu,heran gua.”
“Kenapa sih,galak banget heran gua.”
“Hmm,dasar cowo aneh.”
Killa mencoba keluar dari kamar,tapi malah di kunci dari luar,Killa menampar Daniel.Daniel terdiam dan bingung ada apa.
“Kenapa lu tampar gua? Bingung gua.”
__ADS_1
“Lu kan yang buat ini ruangan di kunci.”
“Hah? Gua,gua aja daritadi di sini sama lu,lu liat gua ada pegang kunci gak?”
“Bohong,lu pasti ada kunci duplikat kan.”
Daniel menyodorkan dirinya untuk di cek dengan Killa,Killa terdiam melihat keberanian Daniel,enggak lama Killa mengecek.
“Jangan salah pegang Killa.”
Daniel tertawa terkekeh dan Killa menemukan kunci,enggak lama kunci itu Killa ambil Daniel dengan santai,melihat ke arah Killa.
“Apa? Itu kunci rumah dan mobil gua,enggak percaya coba aja cocok enggak sama pintu kamar lu.”
Killa mencoba membuka pintu kamarnya,dengan kunci yang ia curigai,Daniel hanya mengeleng kepala melihat calon istrinya.
“Killa-killa emang ya batu banget otak heran,kok bisa gua suka cewe kaya gini ya.”
“Ih! Kok enggak bisa,terus siapa yang kunci!”
“Yah mana gua tau,mungkin mama dan papa lu kali,makannya sengaja mereka keluar dan enggak tau mau kita ngapain? Lu mau ngapain mumpung berdua.”
Killa mendorong muka Daniel dengan kasar,Daniel hanya tertawa melihat ke arah Killa,Killa merasa muak dengan sikap Daniel yang mangkin hari mangkin berani kepada dirinya.
“Kejam tapi gua suka,kenapa enggak mau ke kunci sama gua? Aneh tapi ada ih malah di luar sanah,banyak loh cewe-cewe yang mau ke kunci bareng gua,kenapa cuman lu doang yang gamau,aneh? Emang gua sejelek itu ya di mata lu.”
Killa enggak mau dengar perkataan Daniel,akhirnya memilih tidur sedangkan Daniel juga ikut tidur dan mendekap Killa.
“Killa,aku sayang banget sama kamu,walau kamu marah sama aku,aku juga tetap sayang sama kamu.”
Killa yang mendengar itu bingung,ada apa dengan Daniel,enggak lama kebesokan paginya mereka bangun dan sontak melihat satu sama lain.
“Hai.”
“Kok lu tidur di dekat gua,maksud lu peluk gua gini apa,minggir.”
“Masih kaku aja sama calon suami sendiri,apa kita sahin aja ya biar cepat gimana Killa?”
“Lu gila,lu aja sendiri enggak mau gua,ogah gua sama lu,gila ya lu.”
Daniel tetawa mendengar perkataan kasar Killa,mangkin semangkin erat dekapan Daniel kepada Killa,Killa bingung dengan Daniel.
“Daniel,lu dengar enggak sih? Gua udah bilang gua enggak suka lu sama dia? Kenapa lu tetap maksa sih? Heran gua sama lu.”
__ADS_1
“Hmm berisik Killa,diam sehari aja gua mau tidur dengan tenang.”
“Tidur tinggal tidur,tapi jangan peluk gua,lu berat sadar dirilah,badan lu kayak gimana kesal gua.”
“Gua kurus kok,emang kenapa sama badan gua? Kenapa si salah terus gua?”
Daniel hanya diam,enggak lama Killa melihat ke arah Daniel,sontak siap-siap dan mau pergi,enggak lama Killa melihat ke arah Killa.
“Sayang,kamu kemana? Eh maksudnya Daniel,mau kemana?”
“Apa? Ulang dong,aku mau dengar senang deh kamu panggil yang tadi,aku lupa namanya apa?”
“Najis! Itu dengarkan senang lu,udah sanah pergi.”
“Hmm yaudah cari cewe lain aja,bye malas sama calon istri sendiri enggak asik,setiap hari ngajak berantam terus demanya.”
Daniel pergi dari hadapan Killa,Killa merasa kesal saat Daniel berkata demikian,enggak lama handphonenya berdering dari Rio.
“Hi Rio,ada apa?”
“Lagi apa Killa,gua kangen sama lu ketemuan ayo.”
“Ayo,gua siap-siap dulu ya.”
“Ok Killa.”
Sampai di bengkel Rio,Rio sontak mendekap Killa enggak lama Killa dan Rio duduk di tempat bengkelnya,Rio bingung ada apa dengan Kila.
“Killa.”
“Apa?”
“Lu kenapa? Kok diam terus? Ada yang salah ya,salah makan lu.”
“Enggak,gua bingung aja sama Daniel.”
Rio terdiam saat Killa berkata tentang Daniel,sontak Killa melihat ke arah Rio.Rio menghadap ke arah lain seraya cemburu.
“Emang dia kenapa?”
“Masa? Dia mau sama cewe lain,bercandanya enggak lucu banget,dasar aneh.”
“Emang,kalau dia sama cewe lain kenapa? Lu enggak suka dia sama cewe lain?”
__ADS_1
Killa menghela nafas dan dari situ Rio paham,bagaimana perasaan Killa kepada Daniel,enggak lama akhirnya Killa pulang di antar Daniel,sampai rumah.