
Killa hanya diam dan gak berkata apa-apa dan menikmati suasana pantai,hari mangkin larut lalu Rio merasa gak enak dengan Killa sambil berkata dengan muka cemasnya.
“Killa,pulang ayo kasihan mama lu pasti dia khawatir.”
“Enggaklah malas,gua mau sesekali egois sama mama gua.
“Tapi egois lu gak baik loh,bikin banyak orang pada khawatir sama lu.”
“Lu mihak gua apa keluarga gua?”
“Gua mihak keduanya.”
Killa kesal dan Rio langsung mengambil kedua bahu Killa,kehadapanya setelah itu Rio berkata kepada Killa dengan muka yang berjarak satu meter.
“Killa,gua tau lu kesal tapi jangan berlarut-larut pergi kayak gini,gak bakal selesain masalah justru semangkin memperburuk paham Killa?”
“Paham,tapi gua bingung harus gimana?”
“Maksudnya.”
Killa langsung peluk Rio tanpa basa-basi,Rio hanya diam di peluk Killa,Killa menanggis sesegukan sambil berkata kepada Rio.
“Gua capek Rio,kalau lu tau posisi gua pasti lu ngerti,kenapa gua jadi egois kayak gini.”
“Kalau gua boleh tau,lu kenapa dan ada apa? Kalau lu diam aja,gua gak bakal tau Killa.”
“Iyaudah gua ceritain ya tapi,dengarin oke jangan gak kalau enggak,gua marah.”
“Iya,apa?”
Setelah selesai cerita Rio menghel nafas dan pegang kedua bahu Killa,Killa yang melihat ke arah Rio,hanya memilih diam dan tidak bisa berkata apa-apa.
“Killa,lu dengarin gua kali ini aja,terserah kalau emang mau marah,tapi gua harap lu lebih pintar.”
“Kalau mama dan papa lu,ngelakuin hal buruk,lu boleh berontak,tapi sejauh ini mama dan papa lu ngelakuin hal yang baik,lalu letak salahnya dimana?”
“Emang enggak salah,cuman gua kesal aja mereka selalu maksa gua buat nikah sama Daniel! Gua itu benci banget sama dia.”
Rio yang mendengar itu sontak mendekap Killa dengan erat dan di balas dekapan balik oleh Killa yang melihat ke arah Rio.
“Gua tau gimana perasaanya di paksa,dan gua juga enggak mau kalau lu sampai ngelawan orangtua lu,kayak sekarang lu harus bisa lebih menghargai mereka,mereka itu kalau mau bawel,berarti mereka sayang sama lu,kalau mereka udah diam,jangan harap mereka bisa bawel lagi.”
__ADS_1
“Jadi menurut lu,gua harus gimana?”
“Sekarang pulang ya,gua antar dan jangan keras kepala,minta maaf sama mereka,gua yakin mereka pasti maafin lu kok.”
Killa menanggukan kepalanya,setelah sampai dirumah,akhirnya Rio melihat ke arah Killa dan melembarkan kedua tangannya untuk di peluk.
“Mau gua peluk enggak? Gratis buat hari ini,dan janji jangan kabur lagi kayak tadi ya.”
“Hmm.”
“Sayang lu,Killa.”gumam Rio dalam hati yang enggak bisa di utarakan.
“Iyaudah gua masuk dulu ya,bye lu hati-hati ya.”
“Hmm pasti tenang aja ok.”
Akhirnya killa masuk ke dalam rumah,sedangkan Rio melihat dari jauh tidak bisa berkata apa-apa,setelah itu akhirnya mama menampar Killa.
“Killa! Kamu itu keterlaluan ya,selalu aja main kabur apa-apa kabur,kamu itu udah dewasa nak,bisa enggak sih lebih dewasa.”
“Kalau mama tau aku dewasa? Kenapa mama harus jodohin aku sama cowo yang aku enggak suka,bahkan aku enggak kenal sama dia.”
“Dia itu teman masa kecil kamu loh? Kok bisa kamu enggak kenal dia?”
Mama menampar Killa untuk kesekian kalinnya,Killa hanya diam dan menahan nangis serta pergi dari hadpan mama dan papa,lalu papa mengetuk pintu kamar Killa.
“Sayang,papa masuk ya.”
“Iya.”
Papa masuk ke dalam kamr Killa,Killa melihat ke arah papanya dan Killa tetap menanggis sembari peluk guling kesayangan dari papanya.
“Maafin mama kamu ya sayang,mama kamu hanya mau yang terbaik untuk kamu sayang.”
“Killa tau pa,tapi mama terlalu maksa caranya,sampai Killa udah kayak gak laku pa.”
“Iya sayang,kan kamu tau kalau mama kamu kayak gitu orangnya.”
Killa tertawa mendengar perkataan papanya,setelah itu papanya mendekap Killa dengan erat,sembari mengusap air mata Killa yang keluar dari matanya.
“Udah ah,anak papa yang cantik jangan nangis,lagian Daniel ganteng tau,kalau papa wanita papa mau sama dia.”
__ADS_1
“Ih! Papa apaan sih,dia itu ngeselin aku enggak suka sama dia.”
“Dia sengaja sayang,karena dia mau cari perhatian dari kamu,wajar aja dong kalau dia begitu,ke kamu.”
Killa terdiam mendengar alasan dari papanya,apa benar dari perkataan papanya barusan tapi untuk apa,ia bersikap demikian.
“Terus,buat apa dia kayak gitu pa?”
“Biar kamu suka dan kepo sama dia?”
“Hah? Aneh banget sih apa enggak jelas dan lagian ngapain kayak gitu,terus terang aja ngapain harus aku yang cari tau.”
Papa hanya tersenyum sambil menghelus kepala Killa,Killa melihat ke arah papanya dan papanya pegang kedua tangan Killa.
“Dia mau cintanya juga di balas,enggak cuman dia tapi kamu juga ada rasa sama dia.”
“Aneh ya? Mana bisa aku suka sama cowo arrogant kayak dia,dengar namanya aja kesal gimana mau mikirin dia coba.”
“Iya suatu saat nanti kamu juga ngerti kok sayang,ketika kamu memiliki perasaan yang sama dengan Daniel,papa keluar ya kamu jangan tidur malam-malam ya.”
“Iya pa malam pa.”
Papa keluar dari kamar Killa,setelah keluar akhirnya papa hanya diam dan mama melihat ke arah papa,dengan penuh tanda tanya.
“Gimana itu anak? Mau nikah sama Daniel?”
“Udah ah ma! Kamu juga terlalu berlebihan suka-suka anak kita,dia mau nikah apa enggak aku enggak mau urus lagi,dan juga aku enggak suka kalau anak kita nangis seperti apaan gitu,aku enggak mau itu semua urusan kamu,aku tetap berpihak dengan Killa.”
Mama merasa jengkel dengan papa karena anak dan papa,sama aja sama-sama tidak bisa membantu hanya membuat kesal saja.
.
.
“Killa!”
“Iya ma,ada apa?”
Killa mengambil nasi goreng yang ada di depan matanya,sembari mengunyak makanan,akhirnya mama melihat ke arah Killa.
“Hari ini kamu berangkat sama Daniel ya,Daniel lagi dalam perjalanan ke sini,kamu tenang aja,mama enggak bakal maksa kamu nikah sama dia. Mama cuman mau kamu sama dia,kenalan dulu kalau kalian cocok langsung nikah kalau enggak cocok cari yang baru.”
__ADS_1
Killa diam sembari selesai makan,akhirnya Killa enggak bisa berkata apa-apa dan diam saja,sembari diam akhirnya Killa berpamitan dengan kedua orangtuanya dan tidak lama,Killa sampai di dalam mobil pribadinya menghela nafas dan Daniel datang ketika Killa pergi.