Hi Killa

Hi Killa
Menyerah lebih baik


__ADS_3

“Cepat sembuh ya Killa,nanti gua ajak jalan lagi.”


Rio menghelus kepala Killa,Daniel yang melihat dari celah pintu,merasa jantungnya di tusuk pisau belati,sakit tak berdarah.


“Iya,emang lu mau ajak gua kemana?”


“Terserah,lu mau kemana? Gua pasti mau kok antar lu kemana pun asal lu senang dan aman.”


“Makasih ya Rio,lu emang paling bisa gua andelin.”


Daniel hanya diam dan menurunkan kepalanya ke bawah,suster-suster melihat ke arah Daniel merasa kasihan kepada Daniel,ternyata saat di liat dari dekat Daniel tertidur,tidak jadi kasian.


“Oh ya Killa,kalau ada apa-apa hubungin gua ya,gua enggak enak ganggu istirahat lu kalau gitu,gua jalan ya.”


Killa menahan tangan Rio,baru aja Daniel mau masuk keruangan itu,enggak lama Rio tersenyum sembari mengelus kepala Killa dan mendekap Killa.


“Kenapa sih Killa?”


“Gua takut nikah Rio?”


“Loh? Kenapa emang nikah seburuk apa menurut lu?”


“Enggak tau,gimana gua bisa jawab kalau gua belum pernah nikah?”


Killa memukul kecil kepada Rio,Daniel yang memandang itu hanya diam dan berpikir,mengapa dirinya dengan Killa susah seperti itu yah,entah kenapa Daniel kalau melihat Killa bawaanya emosi aja.


“Bye Killa.”


Daniel menjauh dari pintu rumah sakit dan pura-pura jalan jauh,sampai Rio pergi dari ruangan Killa,tiba-tiba Daniel kepikiran membelikan Killa sesuatu.


“Ta-da Killa,buat lu.”


“Hmm? Bunga? Tau darimana gua suka sama bunga.”


“Iyaampun Killa,gua itu calon suami lu,mana mungkin gua enggak tau ya kan sayang?”


“Oh makasih ya.”


Killa mengambil bunga dari Daniel,Killa curiga apa Daniel sedang mengerjakannya atau gimana,enggak lama handphone Killa berdering.


“Halo ma,ada apa ma?”


“Sayang,lagi apa? Udah makan di situ ada Daniel kan?”


“Iya ada,mama mau bicara sama dia.”


Killa memberi handphonenya kepada Daniel,Daniel bingung ada apa enggak lama Daniel berbicara kepada mama Killa.


“Halo tante,ada apa?”


“Kamu jagain Killa kan Daniel.”


“Iya tante.”

__ADS_1


“Hmm makasih ya Daniel,maaf ya tante udah ngerepotin kamu.”


Daniel hanya tersenyum tidak bisa menjawab apa-apa Killa yang dari,jauh hanya diam melihat reaksi Daniel walau ia ngeselin,tapi ganteng juga.


“Ini handphone lu.”


“Ok.”


“Lu enggak tanya mama lu bicara apa sama gua?”


“Enggak,enggak penting karena bukan urusan gua,jadi buat apa gua ikut campur.”


Killa sontak tidur dan memakai selimutnya,di bantu oleh Daniel.Killa menepis tangan Daniel,Daniel diam duduk di kursi penjaga.


“Hmm,kenapa lu di sini,pulang sanah.”


“Kan mama lu suruh gua jaga lu,gimana sih sayang.”


“Gua enggak mau,lu jagain.”


“Loh kenapa?”


Killa pura-pura tidur,Daniel tersenyum sembari naik di kasur Killa,sontak Killa kaget dan mencoba sikut Daniel tapi di tangkap Daniel.


“Kasar amat sih sayang,katanya sayang,tapi kok kasar,kasarnya bohongan apa beneran deh?”


“Dih,najis geli tau enggak sih sama lu.”


“Hmm kasar kenapa sayang? Aku itu sayang kamu. Mau kamu cepat sembuh biar bisa jalan lagi sama aku.”


“Eh,Daniel!”


“Apa sayang?”


“Kenapa lu betah sama gua? Enggak capek apa ngeladenin sikap gua?”


“Enggak,kenapa emang sayangnya aku.”


Killa tidur sembari Daniel mendekapnya dengan erat,terkadang Killa bingung harus bagaimana dengan Daniel,walau dirinya tidak suka Daniel kadang rasa kasihan selalu ada karena terlalu baik.


.


.


“Pagi sayangnya aku,cantik banget sih.”


“Hmm pagi-pagi udah gombal salah liat apa lu,sampai kayak gitu.”


“Liat lu jadi gila emang! Kenapa?”


“Dih,enggak minta emang sejak kapan gua minta lu untuk perduli sama gua? Aneh.”


Daniel tersenyum kepada Killa,enggak lama Killa merasa senang kepada perkataan Killa yang menarik perhatianya.

__ADS_1


“Semangkin lu enggak perduli,semangkin gua ingin perduli Killa,paham enggak?”


“Dih,dasar gila cowo enggak jelas.”


Daniel membantu Killa untuk duduk,setelah duduk Daniel mengambil makanan Killa dan suapin Killa yang sedang sakit dan tidak bisa lagi untuk berkata apa-apa.


“Ini makan,perangnya nanti kita makan dulu,gua juga lapar bertengkar terus sama lu.”


“Kalau capek kenapa di lanjutin dan kalau lelah,pergi aja kan gua enggak butuh lu juga. Gua bisa sendiri kok lagian sejak kapan gua butuh lu di dalm hidup gua?”


Daniel merasa perkataan Killa enggak penting dan terus suapin Killa,sampai Killa tidak bisa diam juga,akhirnya Daniel mengecup Killa hingga Killa diam.


“Diam! Gua enggak minta lu bicara terus! Makan atau gua lakuin hal yang sama.”


“Dasar orang gila serasa gua milik lu aja,lu harus ingat lu bukan siapa-siapa gua,enggak usah merasa kalau lu itu milik gua,ngerti enggak!”


“Kenyataanya gitu mau gimana lagi sayang,takdir kita emang selalu bersama kemanapun kamu pergi,di situlah ada aku jadi jangan berpikir kamu bisa jauh dari aku ya.”


Daniel terus suapin Killa sampai makananya,selesai enggak lama Daniel mengambil obat untuk Killa minum.


“Ini minum.”


“Taro aja di meja,gua enggak mau kalau bekas tangan lu.”


Daniel yang mendengar itu tidak bisa lagi menahan emosinya,Daniel menaruh obati di mulutnya dan memberi kepada Killa.


“Ini minum,telan biar cepat sembuh.”


Daniel sontak melap bekas obat di bibirnya,Killa merasa aneh dengan pria ini,ada apa sih sama dia udah tau itu obat gua ngapain dia coba,aneh.


Daniel memukul tembok rumah sakit yang jarang di lewatin karena sangking sebalnya dengan Killa,enggak mungkin kan kalau dirinya membenci Killa.


“Udah minum obat ya,kalau gitu gua pergi kerja.”


“Tunggu.”


Killa turun dari ranjangnya,setelah itu melihat ke arah tangan yang Daniel tonjok ke tembok,Killa sontak menyuruh Daniel duduk di atas kasurnya.


“Lu apain tangan lu,ini buat cari uang kenapa di ancurin gini,enggak ada otak apa gimana?”


“Lu peduli sama gua?”


“Yang lu liat?”


“Enggak tau,jelasin dong sayang biar sayang.”


Killa sengaja menekan luka Daniel dengan kencang dan Daniel merintih kesakitan sontak Killa meniup luka tersebut sedangkan Daniel hanya senyum.


“Apa gua harus terluka dulu ya buat dapat perhatian lu?”


“Iyaudah luka aja terus,nanti 1 botol obat ini gua lumurin ke semua luka lu 1 badan,biar ganti kulit sekalian.”


“Hush kasar banget sih sayang tapi aku suka,makasih ya udah ngejaga aku.”

__ADS_1


Killa hanya diam enggak lama selesai mengobati handphonenya berdering dari mamanya,Daniel mencoba mengintip Killa menghidupkan pengeras suaranya.


__ADS_2