Hi Killa

Hi Killa
Semua ini gara-gara lo,tau gak!


__ADS_3

“Ada yang mau gua kasih tunjuk lu?”


“Nah apa itu,pasti aneh-aneh ya.”


“Enggak kok,lu itu suka berperasangka enggak-enggak aja sama gua,makanya ikut dulu sebelum lu berpransangka enggak-enggak sama gua,mau apa enggak?”


“Hmm iyaudah ayo.”


“Eits,tunggu dulu tutup mata dulu.”


“Dih,apaan sih aneh-aneh aja lu.”


“Udah sih nurut aja bawel banget.”


Akhirnya Killa menuruti apa kata Rio,setelah itu Rio naik motor bersama Killa dan Killa kaget langsung berkata kepada Rio.


“Rio? Kita naik motor.”


“Iyalah,masa jalan kaki,enggak apa-apa sih kalau lu mau betis lu gede? gua mah santai aja.”


“Heh,lu mau ajak gua kemana hah.”


“Udah tenang aja,pasti lu suka kok,percaya sama gua.”


“Iya tapi gua gabisa naik motor.”


“Mau gua gendong gak?”


“Enggak apa-apa,gua berat loh?”


“Berapa si berat lu,angkat batu pualam aja gua bisa,apalagi angkat lu.”


“Sok-sokan,angkat mobil gua bisa gak.”


“Enggak bisa,bercanda aja.”


“Dasar.”


Akhirnya Rio gendong Killa dengan mata tertutup di saat Rio,melihat Killa yang matanya ditutup tiba-tiba perasaan Rio ke killa,merasa jantungnya ingin meledeak,setelah itu Killa bingung dan berkata.


“Rio.”


“Hmm,apa Killa?”


“Gua udah naik motor lu belum si?”


“Hah? U-uda udah kok,kenapa?”


“Lah? Lu kenapa gagap sih? Aneh-aneh aja lu,udah ayo jalan.”


“Iya.”


Rio hanya diam dan langsung mencoba untuk normal,setelah itu tangan Killa bingung mau pegang apa Rio dan Rio melihat ke arah tangan Killa dan langsung mengambil tanganya dan peluk Rio dan Rio mangkin,salah tingkah dengan perbuatanya sendiri sampai di tempat yang dituju Rio.


“Udah sampai.”


“Hmm udah?”

__ADS_1


“Iya,sini gua gendong.”


Rio mengendong Killa dan Killa diam aja dan setelah itu Rio berkata kepada Killa yang masih dengan penutup matanya.


“Killa.”


“Apa.”


“Penutup matanya udah boleh lu buka kok atau mau gua bantu.”


“Hmm,boleh.”


Dan terjadi lagi hati Rio berdegub kencang,setelah selesai membuka penutup mata Killa,Killa melihat ke arah Rio dan Rio melihat ke arah lain,sambil mengatur nafasnya yang gak karuan kepada Killa dan Killa pegang tangan Rio yang dingin dan berkata.


“Rio.”


“Hmm,apa?”


“Tangan lu kenapa sih? Dingin banget,lu sakit ya? Kalau sakit pulang aja ayo,gua juga khawatir sama bengkel lu kan gak ada orang kan.”


“G-gua enggak apa-apa kok,tenang aja di bengkel gua ada yang jagain,karyawan gua ada kok cuman emang gua suka kerja sendiri aja,gua gamau kalau tamu-tamu gua pada komplain,gua juga harus bisa dong membangung kepercayaan sama klien gua benar enggak.”


“Tapi,tangan lu dingin banget loh,ini pakai jaket gua.”


“Killa,udah ya gua enggak apa-apa nah ini dia tempatnya.”


“Astaga,sampai ajak gua ke angkringan segala,makasih ya kok lu tau,gua lagi pengen ke sini.”


“Siapa sih yang gatau Killa,sih pencinta angkringan ayo masuk.”


Killa dengan senang hati masuk bersama Rio,setelah masuk akhirnya mereka memilih tempat duduk lesehan atau biasa di kenal duduk di lantai dengan karpet.


“Dasar,bingung ini gua suka semua masa ya,gua pesan semua,kan enggak mungkin ya gak sih.”


“Iya enggak masalah sih,asal habis aja dan kalau emang gak habis lu,gua jitak.”


“Jahat.”


“Enggak deh,gua mau nasi uduk sama ayam bakar aja enak itu sama sambal.”


“Iyaudah kalau gitu.”


Rio pergi memesan makanan,gak lama Killa melihat cowo ngeselin itu lagi,setelah itu Killa langsung menarik cowo itu dan berkata.


“Asli ya,kenapa sih lu selalu ada di depan muka gua.”


“Iyaudah sih,gua juga enggak tau kalau cewe bawel kayak lu,suka makan di tempat kayak gini.”


“Lah? Emang kenapa,enak kok terus ada yang salah gitu.”


“Salah gak? Cuman emang lu suka ya,jangan memutuskan rezeki orang kalau lu gak suka (cowo itu minum) udah ah cabut! Malas gua bicara sama lu.”


“Eh tunggu! Nama lu siapa?”


“Penting ya?”


“Enggak! Cuman mau tau aja.”

__ADS_1


“Iyaudah kalau enggak penting,gak usah mau tau bawel.”


“Hih,nyebelin banget sih lu! Kesal gua.”


Rio langsung menghampiri Killa dan berkata dengan muka kaget dan cemas akan Killa,sambil melihat ke seluruhan dari Killa.


“Killa,lu enggak apa-apa.”


“Enggak kok,emang gua kenapa?”


“Terus? Lu ngejar siapa tadi.”


“Bukan siapa-siapa kok,lupain aja ok.”


“Hmm yaudah kalau gitu.”


Akhirnya mereka berdua duduk di meja makan mereka tadi,setelah itu Killa memikirkan tentang pria ganteng itu yang masih dia enggak tau siapa,gak lama makanan mereka datang dan Killa masih melamun,setelah itu Rio berkata.


“Killa.”


“Iya Rio,kenapa?”


“Melamun terus? Kenapa sih ada yang lu pikirin ya,kalau emang ada sini gua bantu,siapa tau gua bisa bantu.”


“Hmm enggak ada kok,maaf ya gara-gara gua lu jadi kepikiran gak seharusnya gua membebani lu juga.”


“Lu bicara apa sih,gak ada bebanin kok aman-aman aja.”


Akhirnya Killa mencoba makan,setelah selesai makan akhirnya Killa hanya diam dan gak berkata apa-apa,setelah itu Killa di antar pulang oleh Rio dan setelah itu Killa berkata kepada Rio.


“Rio,makasih ya buat hari ini.”


“Hmm sama-sama,yang harusnya bicara makasih gua kali,kan lu udah mau sempatin waktu pergi sama gua.”


“Hmm ok kalau gitu,kalau mobil gua udah benar kabarin gua ya.”


“Iya,pasti kok bye.”


Rio pergi dari hadapan Killa,setelah itu Killa hanya diam dan setelah itu Killa masuk kerumah dan bingung ada apa di rumah Killa ramai banget,setelah itu mama berkata kepada Killa.


“Sayang.”


“Iya ma,ada apa?”


“Ada yang mau mama bicarain sama kamu.”


“Hah? Soal apa ma.”


“Soal ada tamu spesial yang mau ketemu sama kamu,kamu mandi ya biar bisa ketemu dia dandan yang cantik.”


“Emang orangnya siapa ma?”


“Dia cowo kok,dia ganteng,baik,pintar,sahabat mama pokoknya kamu gak bakal kecewa.”


“Ma,jangan bilang mama jodohin aku lagi ya,duh ma aku kan udah bilang aku enggak suka di jodohi,lagian aku bisa kok cari pasangan aku sendiri.”


“Enggak sayang,tenang aja ini cuman tahap kenal aja kok.”

__ADS_1


Killa hanya diam dan gamau membahas setelah itu Killa,siap-siap setelah selesai akhirnya Killa menghela nafas dan keluar dari kamarnya,lalu Killa melihat orang spesial itu dan kaget sambil berkata.


__ADS_2