Hi Killa

Hi Killa
Ada apa sih sama hidup ini


__ADS_3

“Eh gila ya! Lu lagi,lu lagi! Ada apa sih? Kenapa di mana-mana ada lu.”


“Loh,ini anak tante?”


“Iya Daniel,kamu kenal ini Killa namanya.”


“Hmm udah dewasa yah dia tante,sampai aku gak kenalin dia loh.”


Killa melihat dengan sinis dan merasa kalau pria itu sok kenal dan sok akrab banget,padahal setiap ketemu dingin banget kayak kulkas tiga pintu,lalu Killa duduk dekat dengan Daniel dan Daniel berbisik kepada Killa.


“Jaga sikap lu! Gua emang gak suka sama lu,tapi gua gamau kecewain mama gua,semua ini mama gua yang suruh jadi jangan mancing gua untuk marah,gua gamau maluin mama gua walau sebenarnya gua juga gak suka sama lu.”


“Dih! Lu kira gua suka sama lu,ngaca ya walau lu satu-satunya cowo di bumi ini,gua gak bakal suka sama lu,buang-buang waktu tau gak!”


“Bagus,jangan pernah suka sama gua,karena lu harus ingat lu bukan tipe gua dan selamanya gak akan pernah jadi tipe gua,ngerti.”


“Cih,sombong banget pantasan gak ada yang mau sombong sih,kalau gak sombong pasti laku sayangnya,angkuh banget makanya gak laku.”


“Diam lu! Gua gak butuh ucapan dari lu,dasar bocah kecil.”


“Heh?! apa lu bilang enak aja,gua udah dewasa ya! Lu itu anak mama.”


“Hmmm diam!”


Mama killa langsung berkata dan menarik Killa,dengan gak enak kepada tamu di depan mata mereka,setelah itu mama berkata.


“Killa sayang,jangan maluin mama dong pertemuan ini susah loh,kamu harus tau mama butuh usaha ngelakuin ini sayang.”


“Mama kan tau,Killa gak minta dan mama ngapain repot-repot cariin Killa suami,Killa masih muda ma Killa mau rasain kebahagiaan Killa,kalau emang mama gak sayang Killa biar Killa pergi dari rumah ini.”


Killa pergi dari hadapan orang banyak,setelah itu disusul oleh Daniel dan setelah itu Daniel hanya diam dan mengetuk pintu kamar Killa dan Killa berkata.


“Pergi! Gamau ketemu siapa-siapa,gak ada yang mengerti perasaan gua,pergi!”

__ADS_1


Daniel tetap mengetuk pintu dan setelah itu Killa kesal dan membuka pintu,lalu Killa hampir terpleset karena bagian bajunya di injak oleh higheels cantiknya dan di tangkap oleh Daniel,Daniel berkata.


“Marah boleh,tapi jangan ngelukain diri sendiri,bikin repot tau gak!”


“Apaan sih! Tau darimana ini kamar gua.”


“Gua liat lu masuk dasar bocah kecil,dikit-dikit marah udah dewasa malu sama umur.”


“Kalau niat lu bikin gua tambah bete,mendingan pergi deh malas gua ladeninnya.”


Disaat Killa mau pergi,Daniel langsung menahan Killa dan mengajak Killa masuk ke dalam kamarnya,setelah itu Daniel peluk Killa dan berkata kepada Killa.


“Gua tau lu pasti kaget dan merasa gak mungkin,tapi adanya begitu mau gimana lagi.”


“Terus? Maksud dari lu peluk gua apa? Biar gua luluh gitu tolong ya,lu itu sama sekali bikin gua jijik tau gak!”


Daniel hanya diam dan setelah itu Daniel menjauh dari Killa,Killa diam dan memerah pipinya gak lama Daniel melangkahkan kakinya keluar dari kamar dan berhenti sejenak serta berkata kepada Killa.


“Kalau udah baik,keluar ya,gua tunggu di luar.”


Daniel hanya diam dan setelah itu keluar dari kamar Killa,Killa hanya diam dan menghela nafas sambil memukul bantalnya dengan gergetan dan berkata dalam hati.


“Kenapa sih dia bisa buat gua sampai merasa berdebar-debar,ngeselin banget ih!”


Mama killa mengetuk pintu kamar Killa,Killa hanya diam dan tertidur dengan menanggis masih menggunakan pakaian yang sama.


“Sayang,maafin Mama ya,Mama tau kamu benci sama Mama,tapi semua ini Mama lakuin demi kebaikan kamu sayang dan masa depan kamu juga.”


Mama langsung keluar dari kamar Killa,Killa yang mendengar itu hanya diam dan tidur,setelah itu kebesokan paginya di meja makan papa bingung dimana Killa.


“Ma,Killa mana?”


“Hmm masih marah kayaknya pa,sama mama,ada apa pa?”

__ADS_1


“Oh,soal kemarin ya.”


“Iya.”


“Hmm memang salah kita sih,harusnya kita memberi tahu kepada Killa dulu dan jangan langsung,paksa dia untuk menikah apalagi umur dia pas dan buat apa juga,kita maksa-maksa anak kita.”


Kedua orangtua hanya diam dan melanjutkan makan,sedangkan Killa lagi di tempat kerjanya dan ramai banget hari ini yang beli dan pesan baju di tempat Killa,gak lama ada pria yang di benci oleh Killa,sekaligus menjadi calon suami masa depannya.


“Hi Killa.”


Killa melihat ke arah Daniel dan Killa hanya diam dan tak berkata apa-apa,setelah itu Daniel menahan tangan Killa dan semua pekerja melihat Killa dengan Daniel.


“Keruangan gua! Sekarang.”


Killa dan Daniel langsung ke ruangan kerjanya,setelah itu Killa duduk melihat Daniel dengan mata sinisnya dan minum kopi dingin.


“Ngapain? Ke sini.”


“Mau ajak makan siang? Mau kan,sayang.”


“Apaan sih? Gua gak pernah ya akuin lu siapa-siapa dan oh ya,lu harus ingat kita pernah punya dendam! Jadi lu jangan pernah anggap gua suka sama lu.”


Disaat Killa mau pergi Daniel hanya tersenyum dan berkata kepada Killa,yang membuat Killa berhenti sejenak dan melihat Daniel dengan sinis.


“Gua bakal buat lu suka sama gua,dalam waktu cepat jadi ditunggu aja ya.”


“Iyaudah coba aja,kalau selama waktu yang lu kasih gua gak suka sama lu,pergi aja deh! Gua malas berhubungan sama lu,gua juga gamau ada hubungan apa-apa sama lu,gua dan lu selesai sampai sini dan gak usah ada lanjut-lanjut paham.”


“Gua juga gak suka kok sama lu,gua cuman menghargai kedua orangtua kita aja,soalnya gua lakuin ini biar kedua orangtua kita senang bukan karena gua suka lu,jadi enggak usah kepedean.”


Killa gak peduli dan tetap pergi,setelah itu Killa berkata kepada semua pegawainya,dengan senyum yang di paksa biar keliatan bahagia walau sebenarnya kesal banget sama Daniel.


“Semuanya,hari ini kita makan bareng ya penjualan ramai banget dan saya mau traktir kalian kecil-kecilan,semoga kedepanya lebih ramai lagi ya.”

__ADS_1


Killa dan pegawainya keluar dari toko,setelah itu toko ditutup Daniel masih di dalam dan perut Daniel bunyi karena lapar menunggu Killa,gak lama Daniel keluar dan merasa dirinya di kerjai oleh Killa,setelah itu Killa sampai di tempat makan dan disusul oleh Daniel,Daniel langsung menghampiri Killa dan merangkul Killa semua pegawai melihat mereka berdua dan Killa berkata kepada Daniel.


__ADS_2