
“Untung aja dia udah tidur,sekarang udah bisa pergi rapat deh.”
Daniel pergi rapat dan bertemu dengan kedua orangtua Killa,Daniel tersenyum kepada kedua orangtua Killa.
“Halo tante,om aku pergi dulu ya Killa lagi tidur,aku permisi ada urusan di kantor,makasih om dan tante.”
“Iya Daniel,hati-hati ya.”
Daniel hanya senyum dan pergi dari hadapan mama dan papa Killa,enggak lama Rio datang ke rumah Killa.
“Halo tante.”
“Rio! Ngapain kamu ke sini?”
“Mau jenguk Killa,tante.”
Killa terbangun mendengar suara Rio,enggak lama Killa keluar ke arah pintu dan sontak turun bertemu dengan Rio.
“Rio!”suara dari arah sanah mengarah ke arah Rio dan juga mama.
“Killa! Lu gimana kabarnya,kata mama lu,lu belum pulang? Tapi kata rumah sakit lu udah pulang,jadi gua ke sini.”
“Seperti yang lu liat,gua enggak apa-apa kok,tenang aja ya tapi makasih udah khawatir sama gua.”
“Iya sama-sama yaudah kalau gitu gua pamit,gua enggak enak kayaknya mama lu emang enggak pernah bisa suka gua.”
Mama killa hanya diam dan menghela nafas,mama pergi dari hadapan mereka,Killa ambil tangan Rio sembari duduk di sofa.
“Udah enggak apa-apa,mama gua emang gitu orangnya tapi dia baik kok,jadi jangan terlalu di masukin dalam hati ya.”
“Iya,tenang aja oke.”
Killa membuatkan air untuk Rio,enggak lama Daniel datang Rio terus melihat ke arah Daniel,sedangkan Daniel sibuk dengan handphonenya.
“Sahabat Killa ya?”Rio sontak melihat ke arah yang memanggilnya,ternyata Daniel.
“Hmm,ya.”
“Oh,yaudah kalau gitu bicara aja,saya ada urusan juga,bye.”
Rio hanya senyum,Daniel sontak naik ke kamar Killa,Rio hanya diam tidak melihat Daniel kemana,enggak lama Killa balik ke arah Rio.
“Maaf ya Rio,lama.”
“Iya enggak apa-apa kok,emang kenapa?”
“Enggak,takutnya lu haus makannya gua rada enggak enak sama lu,gitu sih.”
“Santai aja,gua enggak apa-apa kok.”
Setelah selesai berbicara dan bermain,akhirnya Rio pulang di antar Killa,enggak lama Killa masuk ke kamar sontak kaget melihat ada Daniel.
“Daniel! Ngapain sih ke kamar gua?”Killa jalan menghampiri Daniel.
Killa merasa tidak tega dengan muka lelah Daniel,enggak lama Killa hanya duduk di kursi meja belajarnya. Handphone Daniel berdering,dan terjatuh dari kasur Killa.
“Aw sakit,astaga kok bisa si jatuh.”
__ADS_1
Daniel tetap fokus pada handphonenya,sedangkan Killa awalnya merasa kasihan lama-lama,malah ketawa karena reaksi Daniel yang lucu.
“Halo,iya kenapa?”
“Pak,ini ada yang harus di tanda tangan.”
Daniel melihat ke arah jam handphone,enggak lama akhirnya Daniel hanya diam dan berbicara lagi lewat telepon.
“Iya,saya ke sanah.”
Daniel mengakhiri teleponya bersama asistenya,enggak lama Daniel diam dan memasukan handphonenya ke dalam sakunya.
“Duh,jam segini aja harus nyetir hoam.”
Killa yang mendengar Daniel,mau balik ke kantor di tahan oleh Killa,Daniel bingung siapa yang menahanya dengan setengah sadar.
“Siapa sih? Killa ya? Kenapa Killa?”
“Jangan pergi,udah malam besok aja.”
“Enggak bisa hoamm,ini file penting jadi gua harus pergi.”
“Enggak! Gua bilang enggak ya enggak! Ngerti enggak sih!”
Daniel tersadar ketika mendengar Killa berteriak kepadanya,sembari pegang kedua bahu Killa dan melihat ke arah Killa.
“Kenapa? Lu khawatir sama gua? Sampai gua enggak boleh ke kantor gua sendiri?”
“Enggak! Pengen banget di khawaitirn! Gua sih biasa aja! Kasian sama mobil lu.”
“Hmm,alasan lu enggak masuk akal udah ah,gua pergi dulu.”
Daniel hanya diam bingung,ada apa dengan Killa,setelah panggil supir akhirnya Daniel pergi bersama Killa.
“Lah? Lu ngapain ikut Killa? Dirumah aja,jangan ikut gua enggak bagus angin luar.”
“Gua kan pakai mobil,apa hubunganya.”
“Emang lu enggak ngatuk?”
“Bawel,udahlah jalan aja ayo langsung gas.”
Daniel pergi ke kantornya,setelah sampai di kantornya akhirnya Daniel keruangnya dan melihat file,untuk tanda tangan. Setelah selesai Daniel balik ke mobil.
“Udah,urusanya?”
“Hmm,udah.”
“Iyaudah kalau gitu ayo jalan pulang.”
“Enggak deh,gua tidur di kantor aja lu pulang aja ya,bye.”
Killa mengunci pintu agar Daniel enggak keluar,sampai dirumah Daniel bingung dengan Killa,seperti ada yang aneh dengan Killa.
“Killa,gua bingung deh sama lu! Kenapa sih lu hari ini aneh banget!”
“Aneh apaan? Lu aja yang aneh.”
__ADS_1
“Iyaudah terserah lu aja deh Killa,gua enggak tau mau bicara apa sama lu.”
Killa pergi dari hadapan Daniel,Daniel mangkin bingung ada apa dengan Killa,bukannya Killa enggak suka dengan Daniel,kenapa sekarang jadi perduli.
Daniel tidur bersama Killa,tanpa mereka sadari.kebesokan paginya Daniel melihat Killa,Daniel sontak pergi agar tidak ketawan Killa.Killa yang udah tau hanya diam tidak bisa berkata apa-apa.
“Pagi Daniel.”
“Pagi om dan tante.”
“Kamu tidur di sini?”
“Iya om dan tante.”
Papa Killa melirik dengan tatapan tajam enggak lama Daniel berkata sembari minum dan menujuk ke arah sofa.
“Aku tidur di sofa kok,tenang aja.”
“Om dan tante enggak nanya apa-apa kok Daniel.”
“Enggak apa-apa biar om dan tante tau,aku kenalan dulu biar enggak ada salah paham.”
Selesai Daniel makan,Killa turun dari tangga dan menahan Daniel untuk pergi,Daniel benar-benar bingung,ada apa dengan Killa.
“Tunggu,jangan pergi dulu,makan dulu.”
“Gua udah makan.”
“Temanin gua makan.”
“Hmm,bukannya-”
Killa menarik tangan Daniel ke arah meja makan,mama dan papa Killa bingung ada apa dengan Killa,enggak lama akhirnya Daniel menemani Killa makan.
“Killa,kamu kenapa sama Daniel?”
“Aku mau minta dia antarin ke kantor.”
Daniel bingung ada apa,biasanya juga pergi sendiri kenapa sekarang mau di antar,kayak bukan dirinya sendiri semenjak masuk rumah sakit jadi aneh.
“Daniel!”
“Mmm”
“Mau antarin gua kan!”
“Iya,mau kok tapi ko-”
Killa sontak diam dan tidak memberi Daniel berbicara,selesai makan akhirnya mereka pamitan dengan kedua orangtua,sontak di dalam mobil mereka asing.
“Daniel!”
“Hmm.”
“Lu enggak nanya kenapa gua bareng lu?”
Daniel hanya mengeleng kepala dan tidak mau nanya,karena baginya bisa bersama Killa adalah kesempatan yang bagus dan baik,jadi buat apa di bingungin.
__ADS_1
“Mmm gua lupa,lu pasti senang kan bisa berduaan sama gua.”
Daniel tetap diam tidak mau berkata apa-apa karena takut salah bicara,sampai di kantor Daniel enggak lama Killa melihat ke arah Daniel.