
“Nah gitu dong,akhirnya mama dan papa bisa liat kalian akrab.”
Mama dan papa hanya diam tidak bisa berkata apa-apa,enggak lama akhirnya Killa diam tidak menjawab kembali tidur.
“Duh,anak kita kebiasan pa,mama capek sama dia.”
“Iyaudah biarin aja Ma,mau gimana lagi,adanya begitu kita enggak bisa harap apa yang dia mau kan,ini hidup dia biar dia yang jalanin aja papa enggak mau ikut campur lagi.”
“Iyaudah kalau gitu,mau gimanapun itu pilihan dia sih,awas aja kalau dia sampai suka Rio.”
Killa mengerutkan dahinya ada apa dengan Rio,kenapa mama dan papa enggak suka sama Rio,Rio baik kok emangnya Rio kurang apa.
“Pak Daniel,terimakasih atas kerjasamanya ya.”
“Baik,kalau gitu mari saya antar pak.”
“Enggak usah pak enggak apa-apa,makasih ya pak Daniel.”
Daniel sontak bergegas pergi ke rumah sakit,bertemu dengan Killa. Sampai dirumah sakit,Daniel membuka pintu pelan-pelan,melihat Killa yang tidur Daniel menghampiri Killa.
“Baguslah kalau udah enggak apa-apa.”
Daniel merasa lapar enggak lama Daniel pesan makan dan membawa ke ruangan Killa,Killa mencium wangi makanan dan bangun,enggak lama Killa melihat ke arah yang membuatnya bangun.
“Hai sayang,kamu udah bangun.”
“E-eh kamu kirain masih ada urusan.”
“Tumben manggil aku kamu,udah mulai sayang ya ,enggak heran sih syukurlah kalau gitu cepat-cepat sayang sama aku ya,biar kita cepat nikah.”
Killa hanya diam dan terpaksa baik dengan Daniel,agar bisa makan,makanan yang ada di depanya,enggak lama Daniel paham maksud Killa.
“Ini mau enggak?”
“Enggak,makasih.”
Daniel sontak memaksa Killa untuk makan,Killa enggak mau dan Daniel pegang kedua tangan Killa,akhirnya Killa makan.
“Enak enggak?”
“Enggak.”
Daniel hanya diam dan tersenyum dalam hati,walau dirinya tau Killa berpura-pura bilang tidak enak,padahal itu makanan kesukaan Killa semua.
__ADS_1
“Iyaudah aku pergi dulu ya sayang,ada urusan bye.”
“Ok.”
“Dasar cewe licik! Cuman mau makanan sampai enggak mau nahan aku,tega kamu Killa!”
Daniel keluar dari ruangan,akhirnya Killa makan dengan lahap Daniel yag melihat itu,mengerutkan dahinya.
“Hmm,dasar wanita lebih milih makanan daripada cowoknya sendiri,padahal kalau enggak ada cowoknya mana ada makanan? Yaudahlah biarin aja dia senang.”
Daniel menunggu di luar,enggak lama Killa merasa bosan dan ingin pergi ke toilet,Daniel masuk dan melihat ke arah Killa.
“Daniel? Ngapain di sini?”
“Emang kenapa? Ke sini aja,harus minta izin lu dulu gitu?”
“Enggak gitu,lu mau ngapain gua tanya?”
“Lu sendiri mau kemana?”
Killa merasa kesal dengan Daniel,hampir saja terpeleset karena keadaan Killa belum kuat sepenuhnya,jatuh di pelukan Daniel.
“Kalau emang mau ke toilet bilang aja,pasti gua bantu kok.”
“Udah belum Killa?”
“Ngapain lu tungguin gua di luar,enggak ada kerjaan apa,nganggur banget sih kesal banget sama lu,apa perlu gua kasih lu banyak kerjaan biar lu enggak terus ganggu gua hah?”
“Atas dasar apa lu berani perintah gua! Gua mau sibuk atau enggak bukan urusan lu,kenapa lu jadi banyak ngelawan sih sama gua!”
“Oh sifat asli lu kayak gini ya,haha gak heran kalau lu enggak ada cewe,jangakan cewe gua orang pertama yang akan melawan lu dengan diri gua tanpa harus takut paham!”
Daniel yang mendengar itu sontak mengecup Killa,hingga killa merasa sesak,sedangkan Daniel merasa kesal dengan perkataan Killa.
“Manis,gua suka kalau gitu setiap lu kasar sama gua,gua akan lakuin cara ini biar lu diam.”
“Dasar gila!”
“Enggak gila lah,kan gua suami lu apa yang bisa gua lakuin,bisa gua lakuin sekarang tau.”
Killa mendengar itu merasa muak dengan Daniel,sontak mendorong Daniel dari hadapanya,enggak lama Daniel mendekap Killa dari belakang.
“Maaf ya sayang,aku kasar aku janji,enggak akan begitu sama kamu.”
__ADS_1
“Diam! Lu itu cuman cowo yang pintar berbicara! Tapi lu enggak pernah suka gua! Buat apa lu tetap lanjut pernikahan ini,gua udah ada cowo dan jangan harap gua bisa suka lu!”
Daniel mengendong Killa ke kasur,dengan tatapan penuh kekecewaan dan memukul tonjok di dekat kasur yang ada di depan Killa.
“Sekali lagi! Gua dengar lu bilang suka sama cowo lain! Gua enggak akan biarin cowo itu tenang,ngerti lu karena dia udah rebut lu dari gua! Lu cuman milik gua enggak bisa di milikin oleh siapapun!”
“Sebelum gua kenal lu,gua udah kencan sama beberapa cowo,lu yakin masih mau sama gua,gua itu udah jago dalam hubungan sedangkan lu enggak ada? Masa masih mau sama gua,haha.”
“Bagus,jadi gua bisa belajar sama lu,hal pertama dalam hubungan apa,gua tanya biar sekalian kita pratekin.”
Killa hanya tertawa mendengar perkataan Daniel,setelah itu mendorong Daniel dengan keras enggak lama Daniel tetap menahan Killa.
“Lu itu kenapa sih Killa,susah banget di baikin?”
“Hmm,emang gua pernah minta ya? Enggak kan kenapa harus usaha? Emang enggak capek? Gua aja capek liat lu,masa lu enggak capek liat gua haha,udah ah! Enggak usah berusaha cowo yang gua suka lebih hebat dari lu,gua yakin mama dan papa setuju sama pilihan gua,bye jangan pernah ketemu gua lagi.”
Daniel merasa kesal dan pergi dari hadapan Killa,enggak lama Killa merasa lega ketika Daniel pergi dari hadapanya,walau Daniel pernah ada di mimpinya tapi berbeda banget di mimpi sama asli.
Handphone Killa berdering dari Rio,Killa sangat bahagia karena ada telepon dari Rio,enggak lama Killa mengangkat telepon tersebut.
“Halo,lagi apa?”
“Baik-baik aja kenapa?”
“Yakin Killa,gua dengar lu dirumah sakit? Lu enggak lagi bohongin gua ya?”
“Iya,gua sakit tapi gua enggak apa-apa kok,gua cuman enggak mau lu khawatir sama gua.”
Rio menghela nafas,enggak lama ada yang mengetuk pintu ruangan Killa,Killa sudah tau itu Daniel saat membuka pintu Killa kaget.
“Rio! Ngapain lu ke sini.”
Rio sontak mendekap Killa,Killa terdiam dan merasa dekapan ini lebih hangat daripada memeluk Daniel,setelah itu Killa hanya menghela nafas.
“Killa.”
“Iya.”
“Gimana keadaan lu udah membaik apa gimana?”
“Baik,seperti yang lu liat gimana?”
Rio tersenyum melihat killa tidak apa-apa,sembari membantu Killa duduk di kasur rumah sakit,Rio duduk di kursi yang disediakan.
__ADS_1