
“Lu ngapain sih ke sini? Bisa enggak,enggak ganggu sehari aja capek tau gak liat muka lu terus.”
“Enggak apa-apa dong kan gua udah janji mau temanin calon istri gua,jadi boleh dong? Sayang.”
“Apaan sih,gua udah ada pacar jadi jangan coba-coba panggil gua sayang.”
“Oh ya? Siapa pacar lu? Rangga.”
Killa langsung menarik baju Daniel dan semua pegawainya melihat Killa,Killa merasa gak enak dan langsung menarik tangan Daniel keluar dari tempat makan dan berkata.
“Gini ya! Gua enggak mau basa-basi sama lu! Intinya gua gak suka lu ada di sini dan stop! Untuk ikutin gua,gua gak suka jangan sampai gua bilang penguntit ya lu!”
“Gua rela kok,jadi penguntit istri gua sendiri,sayang.”
“Ih,amit-amit deh gua ewh.”
Killa langsung masuk ke dalam tempat makan,Daniel masih di luar dan ikut masuk setelah itu duduk di sebelah Killa,Killa hanya diam dan mengangap Daniel gak ada,setelah selesai makan semua pegawai balik ke toko begitu juga dengan Killa,tangan Killa di tahan oleh Daniel.
“Killa,tunggu.”
“Hih,apaan sih? Gak jelas banget,gak usah pegang-pegang gak suka gua.”
“Kenapa sih sayang? Kan kita nanti jadi suami istri,sekarang latihan dulu dong masa nanti kalau udah jadi suami istri,masih kaku aja emang kita kanebo apa?”
“Apa?”
“Enggak-enggak.”
“Jangan gak jelas kalau masih mau ada perut,cih!”
Daniel hanya senyum kepada Killa,setelah itu Daniel mengikuti Killa ke toko sampi di toko,Killa menghadap ke belakang dan muka mereka berdua berdekatan dengan jarak 1meter.Daniel hanya senyum dan merapikan rambut Killa dan berkata.
“Lu walau ngeselin,tapi cantik juga ya,gua gak heran sih kalau pilihan orangtua selalu benar.”
Killa langsung mendorong Daniel dengan kencang,setelah itu Killa hanya diam dan gak berkata apa-apa,setelah itu Killa pergi dari hadapan Daniel,gak lama hp Daniel bunyi dari mamanya.
“Halo ma.”
“Lagi apa sayang.”
“Lagi pergi sama Killa.”
“Eh? Ada apa? Kata kamu,kamu gak suka dia.”
__ADS_1
“Hmm emang gak suka,tapi aku mau coba suka sama pilihan mama,kayaknya anaknya baik dan asik juga.”
“Kalau kamu enggak suka enggak apa-apa sayang,mama gamau maksa kamu dan mama juga gamau kamu sampai ngorbanin perasaan kamu,demi mama.”
“Hmm,mama tenang aja aku enggak apa-apa kok lagian aku akan coba sebaik mungkin ma.”
“Iyaudah sayang kalau gitu,hati-hati pulangnya jangan ngebut-ngebut ya.”
“Iya ma,mama tenang aja ya aku akan pelan-pelan kok pulangnya,gak bakal ngebut-ngebut soalnya ada hati yang harus aku jaga.”
“Hmm dasar kamu,yaudah kalau gitu bye sayang.”
“Bye ma.”
Daniel mematikan teleponya,setelah itu Daniel pergi ke perusahaanya dan setelah sampai semua pegawai Daniel memanggil Daniel dan gak lama akhirnya ada undangan makan dari keluarga pihak mama killa,Daniel senyum dan Killa sampai dirumah.
“Halo sayang.”
“Halo ma,kenapa ma.”
“Kamu kenapa? Kok kesal gitu mukannya.”
“Enggak kok ma,emang kenapa ma?”
“Hmm oh ya Daniel gimana?”
“Maaf ya sayang,mama gak ada maksud apa-apa cuman mau tau perkembangan kalian aja kok,gak ada maksud apa-apa.”
“Hmm aku sama dia gak akan ada hubungan apa-apa ma,mau dia sebaik apapun aku gak pernah anggap dia ada,jadi percuma usaha mama sia-sia.”
Kila pergi dari hadapan mamanya dan setelah itu mamanya hanya menghela nafas dan Killa kesal,langsung membuang tasnya dan mandi setelah itu Killa kepikiran mau telepon Rio,tapi Rio telepon duluan.
“Halo Rio,ada apa?”
“Lu lagi apa?”
“Baru mau telepon lu tapi di telepon duluan sama lu,senang banget gua.”
“Hmm,kenapa senang? Lu kangen sama gua.”
“Iya begitulah,di banding ketemu sama cowo nyebelin itu.”
“Cowo? Cowo mana,lu ada cowo? Kok lu gak kenalin ke gua? Gua enggak penting ya,sampai lu gak kenalin ke gua.”
__ADS_1
“Dih,bukan gitu dia aja udah ngeselin,mau kenalin lagi ke lu,dia cowo yang nabrak mobil gua ituloh,asli jangan bahas dia deh,bahas dia bikin gua emosi aja kesal gua kalau bahas dia.”
“Iyaudah kalau gitu enggak usah bahas dia,gimana?”
“Nah begitu lebih baik.”
“Lu belum tidur udah malam loh.”
“Lagi enggak pengen tidur,lu sendiri kenapa enggak tidur.”
“Gua lagi mikirin lu,makannya gua enggak tidur.”
Muka Killa memerah mendengar Rio berkata seperti itu,Killa salah tingkah dengan perkataan Rio,Rio berkata kepada Killa.
“Killa? Kenapa,kok diam aja gua salah bicara ya?”
“Enggak kok,emang kenapa?”
“Iyaudah kalau lu ngantuk tidur aja,sampai jumpa besok mobil lu,gua kabarin ya kasian gua sama lu,pasti bete ya kemana-mana sama supir?”
“Iya,begitulah mau gimana lagi.”
“Iyaudah bye,malam mimpi indah Killa.”
Killa hanya diam dan telepon mereka dimatikan secara bersamaan,Killa hanya diam serta bingung harus apa? Sampai akhirnya Killa mencba tidur,kebesokan paginya.
“Sayang.”
“Iya ma.”
“Sini deh bentar.”
“Lu! Kenapa bisa ada lu sih! Kan gua gak suka sama lu! Emang ya,gak ada kapok-kapoknya heran gua!”
“Ini,ada Daniel ih sayang,jangan bicara gitu dong dia jauh-jauh ke sini mau ketemu kamu doang loh sayang,hargain dong.”
Killa hanya diam dan tetap berdiri di ujung sanah,gak lama Daniel langsung mengambil kesempatan sambil berkata kepada mama killa yang bingung,harus gimana dengan anaknya.
“Tante,maaf ya aku mau bicara dulu sama Killa,dia lagi PMS keknya makanya galak banget.”
Daniel langsung menekan tangan Killa dan bicara di luar bersama Killa,setelah keluar dari rumah Killa,Daniel berkata.
“Mulutnya bisa sopan gak! Sayang.”
__ADS_1
“Enggak usah sok sayang deh,lu kan tau gua gak sopan? Kenapa masih mau sama cewe enggak sopan kayak gua? Orang aneh kan lu,lu itu udah kehilangan mental apa gimana?”
Daniel merasa kesal dengan cara bicara Killa,setelah itu Daniel langsung mendekatkan mukannya kepada Killa yang udah mepet sama tembok,Daniel melihat ke arah Killa yang lagi menantang Daniel,karena kesalahan Daniel sendiri yang mencoba menantang cewe yang dasarnya keras kepala dan kasar,tanpa sengaja tiba-tiba perasaan yang gak harus ada menjadi ada,setelah itu Daniel berkata kepada Killa dengan nada tegas.