
“Pa,Killa mau bicara.” walau Killa takut kepada papa,tetapi dia harus berbicara kepada papanya,terbuka itu penting,antara anak dan juga papa.
“Iyaudah bicara aja,mau bicara apa kamu.”
“Maafin Killa pa.”
Papa kaget dan yang awalnya minum langsung berhenti dan melotot kepada Killa dengan tidak santai,lalu Killa berkata kepada papa dengan nada takut.
“Mobil Killa masuk ke bengkel Rio,pa.”
“Terus?”
Killa bingung dan kaget dengan papanya dan yang awalnya Killa menunduk karena takut,langsung melihat ke arah muka papanya dan berkata.
“Loh? Papa gak marah sama Killa?”
“Kenapa papa harus marah sayang? Kurang kerjaan banget udah ah,papa mau tidur dulu capek istirahat kamu juga jangan lupa ya besok kerja.”
“Iya pa.”
Killa hanya diam dan bingung mau ngapain,setelah itu Killa merasa kangen dengan sahabatnya dan udah lama gak kontak,tapi di saat mau kontak Killa gengsi dan memilih tidur,kebesokan paginya di komplek pagi Killa olahraga semua orang melihat Killa,tapi Killa gak peduli tanpa sadar berpapasan dengan cowo kemarin.
“Lu! Gila ya dunia sempit banget ketemu lu terus! Lu tinggal daerah sini apa gimana?”
Pria itu hanya diam dan pergi dari hadapan Killa,setelah itu di tahan Killa dan pria itu tertarik oleh Killa dan hampir jatuh lalu di tangkap oleh Killa dan Killa berkata kepada pria itu.
“Lu kenapa sih? Menghindar terus dari gua? Gua ada salah apa sama lu? Lu marah sama gua? Gara-gara kita tabrakan kemarin kan yang harusnya marah itu gua bukan lu.”
“Siapa juga yang marah.”
“Terus? Kenapa lu menghindar dari gua.”
“Emangnya lu siapa juga? Kenal aja enggak kenapa gua harus dekat sama lu,lu aneh juga ya bingung gua sama cewe tipe kayak lu.”
“Lu kok kasar sih! Gua nanya baik-baik malah lu yang marah-marah? Kenapa lu,lu alergi sama cewe?”
“Hmm iya alergi gua sama lu!”
Ketika pria itu mau pergi di tahan oleh Killa dan saat pria itu menepis tangan Killa dengan kencang dan Killa hampir jatuh,lalu di tangkap oleh pria itu dan berkata.
“Kalau gua gamau jangan di paksa,kenapa sih masih maksa aja?”
“Nama lu siapa?”
“Cewe aneh!”
Pria itu langsung pergi dari hadapan Killa,setelah itu Killa merasa penasaran siapa pria itu,sampai dirumah Killa minum air putih dan mama berkata kepada Killa yang masih termenung memikirkan pria tadi.
__ADS_1
“Sayang.”
“Iya ma.”
“Hari ini temanin mama ke mall ya.”
“Hah? Ngapain ma.”
“Temanin mama belanja dong.”
“Enggak dulu deh ma.”
Killa langsung pergi dari hadapan mamanya dan mamanya hanya diam dan mengeleng kepala,setelah sampai di kamarnya Killa masih merenung siapa pria ganteng itu,setelah itu Killa selesai mandi dan turun dari kamarnya mama berkata.
“Sayang,mau kemana?”
“Mau pergi sebentar ma,ada urusan?”
“Hah? Perusahaan kamu kenapa sayang.”
“Enggak apa-apa kok ma,ada urusan lain aja bye ma.”
“Iya sayang.”
Killa pergi dari hadapan mamanya,setelah itu Killa langsung jalan-jalan menggunakan motor Rio sambil memikirkan,cowo yang tadi itu kenapa di pertemukan terus sama dia? Apa emang itu yang namanya jodoh ya,tapi kok jodoh gua orang ngeselin sih,enggak sengaja ada lampu merah dan bertemu cowo itu lagi.
“Lo! Asli ya kenapa sih lo terus? Capek gua.”
“Lu ikutin gua ya najis jangan-jangan lu penguntit gua,hih takut banget,jangan jadi penguntit gua woi!”
Cowo itu langsung melihat Killa dengan jarak dekat dan berkata kepada Killa yang tak bisa bicara apa-apa dengan cowo itu.
“Lu maunya gua jadi apa lu? Masa depan lu,maaf lu bukan tipe gua,bye!”
Lampu hijau menyala setelah itu cowo rese itu jalan dan Killa merasa kesal,karena di klakson sama orang belakang sampai di bengkel Rio,Rio hanya diam melihat Killa dan berkata.
“Nah,kenapa lagi? Manyun aja itu muka gabisa gitu kalau ketempat gua senyum.”
“Yah gimana mau senyum,gua ketemu cowo yang tabrak mobil gua kemarin.”
“Lah? Lagian ini baru hari ke 2 gua udah bilang,mobil lu seminggu Killa.”
“Bacot lu! Udah benarin aja berisik,lagian gua ke sini bukan mau ambil mobil gua.”
“Terus? Mau ngapain? Hmm curiga gua sama lu,lu apain motor gua? Rusak ya,duh sayangku rusak maafkan papa ya nak,padahal kamu anak kesayangan papa,emang si nenek sihir ini suka menganggu kesenangan papa.”
“Heh! Apa lu bilang! Nenek sihir? Lu itu kakek sihir.”
__ADS_1
Lalu mereka berdua ketawa,Rio yang selesai kerja dan lagi istirahat langsung menemani Killa dan memberi kopi ke Killa dan berkata.
“Ini kopi dulu.”
“Makasih ya.”
Killa sambil seruput kopinya dan merenung kembali,setelah itu Rio langsung melihat ke arah Killa dan berkata kepada Killa.
“Kenapa lu? Di jodohin lagi.”
“Haha,tau aja.”
“Asli ya orangtua lu,gak ada capek-capeknya jodohin anaknya ini,udah tau anaknya ini berbeda.”
“Jujur ya.”
“Apaan.”
“Menurut lu,gua gimana sih orangnya?”
“Baik,loyal,humoris,romantis,peduli,penyayang dan kejelekan lu,lu nenek sihir,bawel,suka marah,nekat,petakilan dan satu lagi lu gila,gak betah gua sama kegilaan lu.”
Killa yang mendengar itu hanya diam dan gabisa berkata apa-apa Rio,melihat ke arah Killa dan langsung serius dan berkata.
“Emang kenapa? Kok tiba-tiba lu bicara gitu.”
“Gua cuman nanya aja kok,gak ada maksud apa-apa.”
Rio pegang tangan Killa dan Killa hanya diam lalu Rio tersenyum,dengan bibir tipisnya sambil berkata kepada Killa yang lagi banyak pikiran.
“Gua gabisa bantu lu apa-apa,tapi gua harap semua masalah lu kelar ya.”
“Tumben lu bisa romantis,biasanya lu rese banget,ada apa sama lu.”
“Jih,cuek salah baik juga salah,lu maunya gua gimana.”
Killa langsung senyum dan peluk Rio,setelah itu Rio diam dan tidak bisa berkata apa-apa,sedangkan Kill langsung berkata di dalam dekapan Rio.
“Makasih ya,beruntung banget gua masih punya lu,kalau gak punya lu,gua gak ngerti lagi harus gimana?”
“Bicara apaan sih,emang gua mau kemana?”
“Gua gatau,tapi yang jelas gua harap lu dapat pasangan yang baik ya.”
“Iya,lu juga ya.”
“Hmm yaudah kalau gitu gua pulang deh.”
__ADS_1
“Dih,mau kemana.”
Killa hanya diam dan bingung kenapa Rio menanyanya seperti itu,sampai akhirnya Rio berkata kepada Killa,beralasan untuk menahan Killa pulang.