
Kubuka mataku dengan enggan, meraih hp ku dan mematikan alarm. Ah, malas sekali rasanya untuk pergi sekolah. Kalau ingat kejadian kemarin, hmmm. Sedih sekali rasanya, kisah cintaku cuma bertahan satu episode huhuhu.
Tapi bagaimanapun tidak akan ku biarkan kak Doni merusak hari-hari ku yang indah. Aku masih punya cukup semangat untuk menyambut masa depanku. Alah gini doang rasanya sakit hati, cuma membuat sedikit malas, tapi tak akan pernah mampu membunuh semangatku.
"Oke Tere, mari kita sambut hari ini dengan semangat yang baru. Tunjukan pada kak Doni kalau kamu baik-baik saja tanpanya, yeah... Yesterday was hell but today i am fine without you are, Runaway this time without you, all I ever thought you'd be, that face is tearing holes in me again." Aku menyanyikan beberapa lirik lagu untuk menyemangati diriku sendiri.
Sudah ku putuskan, aku tidak akan berlarut-larut dalam kesedihan. Aku segera mandi dan berganti seragam. Segera ku lajukan motorku ke rumah Bianca untuk menjemputnya.
"happy banget Re pagi ini." Ucap Bianca heran
"Iya dong, ngapain juga sedih-sedihan mulu, kagak guna." Jawabku bersemangat
"I see, kamu ada naksir ama cowok lain ya?" Tanya Bianca penasaran
"Enggak! Sembarangan aja, hidup aku terlalu berharga kalau cuma dipakai mikirin cowok brengsek kaya gitu, sayang banget kan? Hidup ini terlalu singkat untuk patah hati Bi. Lebih baik kita menikmati hidup, iya gag." Jelasku sok yes
"Akhirnya kamu sadar juga Re." Ucap Bianca bangga
"Kamu sendiri emang gag ada gitu cowok yang kamu taksir di SMA kita? Selain Obii sama kak Josep ya haha" Tanyaku mengalihkan pembicaraan
"Sialan kamu, aku gag ada hubungan apa-apa sama mereka! Tapi aku ada sih tertarik sama kakak kelas." Jelas Bianca
" Oyah? Siapa Bi? Ceritain dong." Aku penasaran juga sih, cowok mana yang bisa bikin bocah tengil kaya Bianca ini tertarik
"Ntar deh aku ceritain, belum pasti juga soalnya." Jawab Bianca.
"Yah kok kamu gitu, main rahasia-rahasiaan sama aku Bi." akua semakin penasaran
" Ntar deh Re, kalo udah waktunya aku pasti cerita." Janji Bianca padaku
__ADS_1
Di kelas
"Anak-anak, silahkan dicatat soal-soalnya, setelah itu kerjakan satu persatu sesuai nama yang akan saya panggil." Suara bu Meri guru matematika membuat seisi kelas serius sekaligus tegang
Bu Meri menuliskan 15 soal di papan tulis, setelah semua selesai mencatat, Bu Memanggil nama kami secara acak untuk mengerjakan soal di papan tulis.
"Bianca, silahkan maju ke depan kerjakan nomor 7, dan Alan kerjakan nomor 3." Perintah Bu Meri kepada Bianca dan Alan, soal dikerjakan secara acak sesuai nomor yang ditunjuk
Aku dapat melihat muka Bianca pucat pasi. Aku tahu benar, matematika adalah kelemahan Bianca. Yang paling apes dia menjadi yang pertama untuk mengerjakan soal. Tapi aku tidak menyangka soal semudah ini pun Bianca tidak bisa mengerjakan. Aduh Bianca malang sekali nasibmu, abis ini kamu pasti semakin benci sama matematika, wkwkwk.
Bianca nampak masih diam di tempat duduknya, wajahnya yang tadinya pasi kini berubah menjadi merah, menahan malu dan bingung.
"Bianca ayo maju ke depan." Bu Meri mengulangi perkataannya dengan sedikit tidak sabar.
"Emmm anu.. anu bu...." Jawab Bianca gugup
Bu Meri segera berdiri dan menghampiri Bianca.
Bianca pun membisikkan sesuatu pada bu Meri, entah apa yang dia katakan, Bu Meri nampak mengangguk maklum dan menyuruh Bianca untuk ke UKS dan meminjam seragam cadangan di UKS.
Bianca segera melilitkan jaket pada pinggangnya dan berjalan keluar kelas. Obii yang ku beri kode dengan tatapan mata penasaran pun hanya mengangkat bahu tanda tak tahu. Yah, Obii saja yang teman sebangkunya tidak tau apa yang Bianca bicarakan.
Tapi dari gelagat Bianca sepertinya aku tahu apa yang si bandel ini lakukan. Iya, pasti dia bohong sedang datang bulan dan dari gelagatnya pura-pura menutupi dengan jaket dia pasti bilang kalau dia bocor Dan malu untuk berdiri di depan. Aiiih si bocah nakal ini, untung saja Bu Meri langsung percaya dan tidak memeriksa benar tidaknya ada noda darah pada rok nya, kalau tidak bisa dimarahi dia. Dia mungkin bisa membohongi Bu Meri, tapi untuk membohongiku? no way.. aku udah hapal ya Bi.
Akhirnya bel istirahat berbunyi, aku segera merapikan buku-buku ku dan menyusul Bianca ke UKS. Anak ini memang selalu saja ada cara untuk menghindari guru. Please jangan ditiru teman-teman.
"Ihh kebangetan kamu bi, segitunya nyari alesan." Ucapku saat sampai di UKS
"Wkwkwk abis gimana dong, aku gag faham soalnya." Jawab Bianca sambil cekikikan
__ADS_1
"Tapi ya gag gitu juga kali, kalau tadi Bu Meri meriksa rok kamu, bisa ****** kamu dilaporin ke BK."
"Gpp Re terlanjur, biar besok bisa jadi cerita buat anak cucu. Nak, dulu mami mu waktu SMA kagak bisa ngerjain tugas di papan tulis, terus mami pura-pura bocor deh hahaha." Jelas Bianca masih dengan nada slengean
Emang bener-bener deh, punya temen satu aja kagak normal gini ya Tuhan.
"Btw kok kamu nampak Hepi gitu kenapa Bi?" Tanyaku penasaran
"I have a crush on someone." Jawab Bianca bahagia
"Ngomong apaan, kagag ngerti ah." ucapku sambil berlalu
Aku meninggalkan Bianca sebentar ke koperasi sekolah untuk membeli air mineral, saat aku kembali ke UKS ternyata Bianca sudah tidak di tempatnya. Ni bocah emang kalo gag ngerepotin aku sehari aja gag bakal tenang hidupnya.
Tapi aku benar-benar penasaran, cowok seperti apa yang bisa membuat Bianca yang cuek dan keras kepala itu jatuh hati? Padahal kak Josep yang ganteng dan terkenal saja tidak sedikitpun membuatnya terkesan.
"Kebangetan kamu Bi ninggalin aku UKS sendiri, padahal aku ke UKS demi kamu loh." ucapku pada Bianca setelah sampai di kelas
"Re, please deh. bisa gag sih kalo kamu nongol kalimat pertama yang kamu ucapin jangan, kebangetan kamu Bi. Bosen dengernya kaya gitu mulu." jawab Bianca protes
"Emang bener-bener kebangetan kamu Bi, bukannya minta maaf udah ninggalin aku malah marah balik. Harusnya aku yang marah wooy." ucapku sedikit berteriak
Sontak saja seluruh isi kelas melihat ke arahku. Aku yang terlanjur malu hanya bisa cengengesan dan pura-pura cuek.
"Iya Re soriii, abisnya kamu keluar gag pamit sama aku." protes Bianca
"Kakinya aja ngegame mulu, emang denger tadi aku pamit apa kagak. Nih... tadi aku cuma ke koperasi bentar beliin kamu air mineral." ucapku sambil menyodorkan botol air mineral pada Bianca
"Hehe makasih loh sayang, Tere emang daebak. love love pokoknya."
__ADS_1
"preet." jawabku cuek