
Hari ini adalah hari pertama sekolah, dan 3 hari ke depan adalah Masa Orientasi siswa (MOS) atau dikenal juga Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), atau Masa Orientasi Peserta Didik Baru (MPOD), kegiatan yang umum dilaksanakan di sekolah setiap tahun ajaran baru untuk menyambut kedatangan para peserta didik baru.
Kalian pasti juga tahu, kegiatan yang dinamakan MOS ini walaupun dituliskan sebagai ajang untuk melatih ketahanan mental, disiplin, dan mempererat tali persaudaraan antar siswa ini sebenarnya tidak lebih dari ajang kakak-kakak kelas untuk mem bully siswa baru, sebagai ajang menunjukkan kekuasaan pada pendatang baru di sekolah. Oke, kami tau itu dan kami tidak bisa apa-apa.
Aku menunggu bis di depan rumahku, tepat saat aku sampai di depan rumah bis yang aku tunggu lewat. Ah, lucky me, kebetulan bis belum terlalu penuh, aku menuju bangku kosong yang ada di depan.
Ku periksa kembali perlengkapan ku, memastikan tidak ada sesuatu yang tertinggal. Dot bayi sudah, pisang sesisir yang artinya pisang dan sisir Wkwk, itu penafsiran ku ya, lalu ada coklat ratu perak, rambut di ikat 4, papan nama, oke done.
Saat aku sibuk memeriksa perlengkapanku, seseorang dengan dandanan yang sama denganku masuk kedalam bis, ia memutar pandangan beberapa saat, lalu melihat ke arahku dan tersenyum. Ia menuju ke arahku dan segera duduk di bangku kosong sebelahku.
"Hai, kamu murid SMA Harapan ya?" Sapa ku pada penumpang baru yang memakai seragam dan perlengkapan yang sama persis dengan yang ku bawa.
"Iya, kamu murid sana juga kan? Aku Bianca." Jawabnya memperkenalkan diri.
"Tere." Jawabku singkat sambil mengulurkan tangan.
Cukup baik, sepertinya dia orang yang ramah. Kamipun mengobrol banyak hal, dan dalam waktu singkat kami telah menjadi akrab. Kami bertukar telepon dan berjanji untuk saling berkomunikasi. Yah siapa tau nanti kita bisa jadi teman baik.
Sesampainya di sekolah kami segera mengikuti upacara pembukaan, lalu mengikuti kegiatan MOS yang membosankan dengan sambutan dari kepala sekolah yang panjang dan lebar tanpa satupun yang masuk kedalam kepalaku.
Seperti yang sudah kuduga, MOS adalah ajang bagi kakak kelas terutama pengurus OSIS untuk show off. Memberikan tanda bahwa mereka yang memiliki wilayah sekolah, seperti binatang buas yang telah menandai setiap inci wilayahnya, seolah berkata "Sini kalo berani tidak sopan di wilayah ku tanggung sendiri akibatnya." ahhh non sense.
Belum apa-apa sudah banyak peserta yang dihukum. Dengan alasan perlengkapan yang tidak lengkap lah, barang yang dibawa tidak sesuai yang diminta lah, ini lah itu lah, dan segala alasan yang dibuat untuk menghukum peserta MOS.
Tak lama kulihat seorang perempuan dengan topi kerucut dan membawa botol susu berkeliling dari kelompok satu ke kelompok lain, orang yang tidak asing bagiku, ah Bianca ya itu Bianca. Apa yang dia lakukan sampai dia dihukum seperti itu?
"Selamat siang teman-teman, saya Bianca dari kelompok 7, saya meminta maaf kepada teman-teman semua karena saya tidak mendengarkan saat diberi arahan. Saya pantas mendapatkan hukuman ini terimakasih." Bianca menyelesaikan ucapan permintaan maafnya lalu pergi dari kelompokku sambil diiringi sorakan dari teman-teman ku. Bianca yang malang, maaf teman aku tak bisa menolongku kali ini.
"Hai kamu yang melamun, sini maju ke depan." Suara anggota OSIS yang bernama Doni itu mengagetkanku. Aku menengok kanan kiri mencoba memastikan siapa yang dimaksud oleh kak Doni.
"Saya kak?" tanyaku memastikan
__ADS_1
"Iyalah kamu siapa lagi, sini maju ke depan." perintah kak Doni dengan suara tinggi
Aku pun maju ke depan dengan wajah menunduk.
"Kamu tahu tidak apa salah kamu?" tanya kak Doni lagi.
"Saya tidak pernah salah kak karena saya perempuan." candaku mencoba mencairkan suasana
"Siapa yang suruh bercanda hah?" bentak kak Doni
Ciut juga nyaliku mendengar bentakannya. Selanjutnya aku hanya bisa diam dan menundukkan kepala.
"Kamu merasa cantik ya sampai berani membuat omongan saya menjadi bahan candaan?" tanya kak Doni dengan nada lebih keras
Sumpah sampe sini aku tak tahu lagi, apa yang diomongin sama orang ini. Aku cuma mau mencairkan suasana kenapa harus bawa-bawa cantik atau tidak? Terus kalau aku jelek aku gag punya hak buat bikin candaan gitu? Gini nih kalo orang gag punya otak, saking pengen diseganinya sampe ngelantur.
"Kamu berani ya melamun di depan mata saya. kamu tidak menganggap saya?" tanya kan Doni lagi
Ya Tuhan tolonglah Hamba mu yang teraniaya ini. Semoga saja kak Doni tidak menghukum ku.
"Kamu mau hukuman seperti apa?" tanya kak Doni
"Yah jangan dihukum deh kak, saya minta maaf." jawabku sambil memasang muka se memelas mungkin
"Teman-teman, salah satu anggota dari kalian sudah membuat kesalahan, kira-kira hukuman apa yang cocok untuk dia?" tanya kak Doni pada anggota kelompokku.
"Suruh keliling lapangan kak." jawab seorang anggota laki-laki
"Suruh hormat bendera kak."
Suruh ini kak suruh itu kak, hampir semua anggota menyatakan pendapatnya untuk menghukum ku.
__ADS_1
"Suruh nyatakan cinta kak." usul salah seorang anggota tiba-tiba.
"Oke sipp." jawab kak Doni menyetujui
"Tapi siapa ya yang mau di tembak? oiya siap nama kamu?" tanya kak Doni
"Tere kak." jawabku singkat
"Oke Tere kamu mau nembak siapa boleh pilih, ada kepala sekolah namanya pak Mikael, atau ketua OSIS yang di pinggir itu namanya Tama, bisa juga yang di ujung itu namanya Dean cowok paling ganteng di sekolah." jawab kak Doni sambil terkekeh
"Aduh jangan dong kak, gila aja kalo aku harus nembak kepala sekolah atau ketua OSIS mau ditaruh dimana mukaku." jelaslah mereka berdua orang paling berpengaruh di SMA Harapan, bisa ****** dibully satu sekolah aku.
"Ya kalo gitu kamu pilih Dean aja." jawab kak Doni memberi saran
Ku lirik lelaki yang bernama Dean itu, ganteng emang sumpah.
"Sadar woiii jangan lama-lama liatnya. Sana kalo mau nembak tapi ati-ati yah, ceweknya galak namanya Noora." ucap kak Doni sambil terkekeh
Sialan, emang orang ini udah ada niatan buat ngerjain aku dari awal.
"Terus aku nembak siapa dong kak?" tanyaku bingung
"Ya terserah kamu lah." jawab kak Doni
"Aku nembak kak Doni aja ya?" tanyaku.
Putus sudah urat malu ini, yah mendingan lah daripada aku nembak kepala sekolah atau ketua OSIS dan cowok yang bernama Dean itu, di bully ceweknya ****** aku.
"Terserah sih kalo kamu maksa, nembak aku juga gag papa." jawab kak Doni tak tau malu.
Hiiih bener-bener ni orang gag punya malu, bilang aja kalo pengen di tembak sama aku, dasar!
__ADS_1