
Hari ini adalah hari terakhir MOS. Kegiatan hari ini pun tidak sebanyak hari kemarin. Hanya beberapa game dan juga pembagian kelas. Para anggota OSIS yang kemarin begitu galak pun hari ini terlihat lebih lembut dan manusiawi. Sepertinya masa perploncoan sudah berakhir.
Selesai kegiatan aku dan Bianca segera menuju papan pengumuman untuk melihat daftar pembagian kelas, tapi karena papan pengumuman masih ramai kita memutuskan untuk ke kantin terlebih dahulu.
"Kantin pojok aja Bi, males disitu banyak kakak kelasnya." Ajak ku pada Bianca sambil menarik tangannya
"Kamu takut dilabrak lagi ya? Tenang aja ad aku." Jawab Bianca percaya diri
Ini anak udah dihukum kaya kemaren juga masih kagak ada takutnya. salut aku tu hehe
"Ya itu salah satu alasannya. Kan mending kita menghindari masalah kalo memungkinkan, iya kan Bi." Aku mencoba meyakinkan Bianca
"Oke deh Re, ngikut." Jawab Bianca singkat
"Oiya kamu hari pertama MOS tabrakan sama cowok kan Bi? cowoknya ganteng namanya Josep. terus kalian ngobrol di deket gerbang?"
tanyaku pada Bianca
"Eh kok tau?" Bianca penasaran
"Hehe, cuma gosip di kelompokku sih Bi, jadi kita heran aja kenapa kak Yuna gitu banget sama kamu. Ternyata kak Josep tu gebetannya kak Yuna. Yah mungkin dia liat kalian terus cemburu atau apa gitu." jelas ku sambil mengankat bahu
"Yaudah lah Re, udah kelar juga MOS nya." Jawab Bianca cuek
Yah, ni bocah kagak tau, walaupun sudah kagak MOS tapi kita masih satu sekolah woyy. Gag mungkin juga kan kak Yuna ngelepasin Bianca gitu aja. Temen satu kelompokku aja bisa faham situasinya,ni bocah malah kagak peka sama sekali.
Kami menuju kantin pojok dan segera memesan makanan. Ternyata kantin ini rata-rata pembelinya adalah siswa perempuan, kalau yang laki-laki kebanyakan pergi ke kantin depan. Aku memesan nasi goreng dan es teh sedangkan Bianca memesan bakso dan es jeruk. Tak lama pesanan kamipun datang.
Selesai makan kami segera menuju papan pengumuman. Masih terlihat beberapa siswa disana tapi sudah tidak seramai tadi. Aku dan Bianca menyusuri daftar kelas satu persatu mencari nama kami. Ah, ketemu. Aku dan Bianca satu kelas! Aseek
"Bi, ini kelas kita Bi. Kita satu kelas." Teriakku pada Bianca saking girangnya
"Kelas mana Re?" Bianca mengikuti arah jariku menunjukkan daftar kelas
"X-2 Re, Ayuk kita cek kelasnya." Ucap Bianca bersemangat
Aku dan Bianca segera menuju deretan kelas X yang berada di bagian belakang gedung utama. Lumayan jauh dari pintu gerbang, tapi tempatnya sejuk dan banyak pohon-pohon. Ada taman dan juga bangku-bangku yang disediakan untuk belajar di luar ruangan.
Sekolahku ini memang luas sekali. Bahkan untuk menuju kelas X saja aku harus melewati 3 lapangan, yaitu lapangan utama yang paling lebar di depan gerbang depan sekolah, lapangan kedua yang terletak diantara gedung tata usaha dan deretan kelas Xll, lapangan berukuran sedang yang biasanya digunakan untuk senam atau pemanasan saat olah raga. Dan yang terakhir adalah lapangan yang berada di belakang kelas Xl, lapangan ini lebih lebar dari lapangan kedua. Letaknya bersebelahan dengan taman di depan kelasku. Jadi kalau aku malas berputar menyusuri koridor antar kelas, dari depan aku bisa mengambil jalan pintas lewat lapangan ini.
__ADS_1
"Mantap, satu tahun di kelas X bisa kurus kita." Ucapku pada Bianca
"Yoi Re, gilak jauh banget kelasnya." Jawab Bianca
"Ayuk Re masuk terus milih tempat duduk." Lanjut Bianca
Kita segera menuju kelas kita, ternyata sudah ada beberapa siswa di dalam kelas dan duduk di bangku masing-masing yang telah dipilih.
"Apa-apaan ini Re, mejanya udah dikasih nama semua." Ucap Bianca kepadaku sambil memeriksa meja yang belum ditempeli nama.
Aku melihat setiap meja sudah ada namanya. Siapa juga yang punya ide pilih bangku pake kertas dikasih nama kayak gini? Kekanakan.
"Yah udah ada semua ni Bi, ini ada cuma satu." Aku sedikit kecewa karena tidak bisa satu bangku dengan Bianca
" Yuadah lah re gag papa. Kamu duduk sini aja dulu aku nyari yang lain. Buruan gih buat nama di kertas lalu ditempel." Ucap Bianca menenangkan ku
Ku baca nama yang ada di meja sebelah "Ajeng" ini yang akan menjadi teman sebangkuku besok.
Aku sedikit ragu untuk menulis namaku di kertas. Terlalu kekanakan untuk anak SMA, tapi toh semua memakai cara begini.
"Udah nih Bi, ayok nyari buat kamu. " anakku pada Bianca setelah menempel namaku di meja
Bangku paling pojok dengan nama "Obii" tertulis di meja sebelahnya
"Tapi kamu duduk sama cowok Bi. " Yah aku kasian aja Bianca harus sebangku dengan cowok
"Gpp Re santai aja. Yang penting duduk." Ucap Bianca cuek
"Yuk ah, udah dapat bangku, cuss pulang." Ajak Bianca kepadaku
" Bentar kita ke minta jadwal pelajaran buat besok dulu." ucapku
"Tapi minta jadwalnya dimana Re?" tanya Bianca bingung
"Kagak tau juga sih, kalau gag TU ya di perpus." jawabku agak ragu. Jujur aku sendiri juga tidak yakin dimana tempatnya
"Hai teman sekelas hehe, udah dapat jadwal belum?" Tanya Bianca sambil cengengesan. Ni anak emang gag punya etika hadeeh, bukannya kenalan dulu sama teman sekelas malah to the point pake cengengesan pula.
"Ini aku ada dua, kamu boleh ambil satu. Kata siswi perepmpuan yang duduk di bangku depan itu sambil menyodorkan jadwal pelajaran
__ADS_1
"Oiya aku Resa." Lanjutnya sambil mengulurkan tangan pada Bianca
"Bianca." Jawab Bianca sambil menerima uluran tangan Resa.
"Aku Tere. Theresia Alexandra." Ucapku memperkenalkan diri pada Resa
"Btw makasih ya Resa buat jadwalnya." ucapku dan Bianca kompakan.
"Santai." jawab Resa singkat
Aku dan Bianca keluar kelas meninggal kan Resa. Ngapain juga tuh orang masih di dalam kelas padahal pelajaran belum dimulai. Ah sudahlah, bukan urusanku juga, mungkin dia lagi nunggu seseorang.
"Bi besok aku bawa motor, aku jemput kamu ya." tawarku pada Bianca
"Oke Re, kalo kamu bawa motor berarti aku gausah bawa aja, biar berangkatnya bisa barengan." ucap Bianca girang
"Btw aku belum tau rumahmu loh Bi, aku cuma tau jalan masuknya aja." ucapku pada Bianca
Aku hanya tahu tempat Bianca naik dan turun dari bis, sedangkan rumahnya aku belum tau tepatnya dimana.
"Kalo gitu kita maen kerumahku dulu aja yuk Re, ntar pulangnya aku anterin." ajak Bianca
"Oke Bi, mumpung baru jam segini, bingun juga di rumah mau ngapain." jawabku
"asekkkk." ucap Bianca girang
Kami pun pulang dan mampir ke rumah Bianca. Rumahnya tidak terlalu jauh dari jalan raya. Kita disambut oleh ibunya Bianca, namanya Bu Lastri. orangnya ramah dan baik hati.
Sorenya aku diantar Bianca pulang dengan naik motor.
" Aku langsung balik ya Re, keburu sore." ucap Bianca setelah menurunkan ku di depan rumah
"Ga mau mampir dulu Bi?" tawarku
"Lain kali aja Re, keburu sore." tolak Bianca
"Oke Bi, bye." ucapku sambil melambaikan tangan pada Bianca
Bianca berlalu dengan sepeda motornya, aku segera masuk kedalam rumah dan bersiap untuk mandi.
__ADS_1