High School Never Ends

High School Never Ends
The Lucky Girls


__ADS_3

Akhir-akhir ini selalu ada aja kakak kelas yang mencoba mencari masalah dengan kita. Terlebih Bianca, sifatnya yang cuek dan acuh membuatnya tidak disenangi kakak kelas. Bahkan Minggu kemarin Bianca dilabrak sama kakak kelas. Masalahnya sih sepele, cuma karena ditabrak kakak kelas di toilet dan Bianca tidak meminta maaf. Yah gimana mau minta maaf kan yang nabrak kakak kelas duluan. Apesnya lagi yang ditabrak Bianca adalah anggota geng Lucky Girls , aiya ****** deh Bianca kali ini.


Aku tahu sifat Bianca, kalo dia tidak bersalah, sampai mati juga dia gag bakal minta maaf sama tuh kakel. Keras kepala emang.


Btw aku kasih tau dikit ya tentang geng ini. Menurut gosip yang aku dengar, geng The


Lucky girls ini adalah genk yang turun temurun di SMA Harapan. Dan setiap tahun akan mengadakan perekrutan anggota untuk regenerasi juga pemilihan ketua geng yang baru.


Bisa-bisanya di sekolah favorit macam SMA Harapan ada sebuah geng turun-temurun yang lepas dari pengawasan sekolah. Atau mungkin sekolah sengaja membiarkan geng ini ada karena kebanyakan anggotanya adalah anak orang kaya? Bagaimanapun mereka cuma kumpulan orang-orang yang suka mem bully orang lain. Mereka bersatu karena kesamaan sifat, dan mereka merasa mempunyai backingan yang kuat saat bergabung dalam geng tersebut. Salah satu anggota The Lucky girls yang paling terkenal adalah Yuna, iya Yuna, anggota OSIS yang suka cari masalah sama Bianca waktu mos, anak 11 IPA 3. Selain cantik, cerdas dan kaya dia juga bendahara OSIS di SMA Harapan. Sayang banget dia tukang bully. Dan ketua yang menjabat saat ini namanya Noora, gadis cantik blasteran Arab Indonesia dengan postur tubuh yang sempurna, tapi ya gitu, dia tukang bully juga, namanya juga Geng bully.


Oke sampe sini udah ada gambaran kan geng The Luck girls itu kaya apa? Dan sebentar lagi akan ada perekrutan anggota baru Geng The Lucky Girls loh, blankonya udah disebar juga. Minat??? KAGAK!


Aku bukan tukang bully woyy.. walaupun aku cantik dan imut-imut, tapi aku berhati lembut.


Aku heran deh, apa gunanya masuk anggota geng bully itu. Walaupun kupikir agak aneh, tapi peminatnya ternyata banyak juga. Dari total pendaftar nanti hanya akan direkrut 10 peserta dari kelas X. Dan peserta akan melakukan 3 tahap tes, entah bagaimana tes nya aku juga kurang tau sih, dan gag mau tahu juga.


Hanya orang-orang yang tidak waras saja yang berminat untuk gabung dengan Geng semacam ini. Tapi aku akuin sih, Geng ini menawarkan banyak benefit untuk anggotanya. Anggota akan selalu dilindungi, tidak akan ada kelompok lain yang berani menindas, dan teman-teman baik satu angkatan atau kakel juga gag bakal ada yang berani mencari masalah dengan anggota geng.


Di taman


Aku menuju perpus untuk mengembalikan buku paket bahasa Indonesia yang tadi dipakai saat pelajaran di kelas. Saat melewati taman, ku lihat ada beberapa anggota geng the Lucky Girls yang aku ketahui, bersama kak Dean, Kak Josep dan ahh ngapain juga tuh cowok brengsek di situ. Kulihat kak Doni sedang bercanda ria dengan kak Yuna dan seorang perempuan lainnya. Entahlah, ada semacam rasa tidak nyaman di hati ini. Mereka terlihat akrab satu sama lain, tapi tidak kulihat kak Saras disana.


"Ayuk Ko buruan, berat nih." Ajak ku pada Riko si ketua kelas untuk mempercepat langkahnya.


"Sabar boss." Jawab Riko singkat

__ADS_1


Akupun mendahuluinya menuju perpustakaan. Segera ku serahkan buku pada petugas yang berjaga. Setelah petugas menghitungnya dan memastikan jumlahnya tidak ada yang kurang, aku segera mengucapkan terimakasih dan pergi meninggalkan perpus.


Aku kembali lagi ke kelas, melewati taman dimana kak Doni dan teman-teman nya duduk.


"Hai fans " sapa kak Doni sambil melambaikan tangannya ke arahku.


Sontak semua teman-temannya melihat ke arahku dan Riko.


Aku yang malu hanya bisa menundukkan kepala dan pergi meninggalkan kak Doni Tan teman-temannya.


Ku lihat hoki, sebuah pesan masuk


#Hai fans, disapa kok malah lari sih 😉


Segera ku balas pesan kak Doni


Tak lama kak Doni membalas pesannya


#😝😝😝


Haih dasar, bikin emosi saja


"Bi tadi aku liat kak Doni lagi ngobrol sama cewek-cewek." aku mengadu pada Bianca


"Cemburu?" tanya Bianca singkat

__ADS_1


"Siapa yang cemburu." jawabku judes


"Lah, tadi itu apa? orang kalau lagi jatuh cinta emang suka gag sadar ya Re." Bianca tertawa kecil


"Ngapain juga aku cemburu sama cowok brengsek kaya gitu. Aku cuma kasian aja sama Saras, udah punya pacar kok masih kegatelan sama cewek lain." ucapku beralasan


"Ah yang bener, kalau gag jujur awas nanti direbut orang loh." ucap Bianca sambil terus memainkan game di hp nya.


"Aku cuma bete aja dia itu nempel sana sini, dasar play boy." ucapku kesal


"Terus kamu maunya kak Doni cuma perhatian sama kamu gitu kan? Kamu cemburu kan kalo dia deket sama cewek lain? C'mon re, it's too soon to serious. Kamu bahkan belum tau kan kak Doni itu orangnya kayak apa? Jangan terburu-buru naksir sama orang, ntar gag sesuai expektasi sakit jadiny. Bianca menasehatiku dengan serius. Bahkan dia menghentikan permainan game nya.


Tapi ada benarnya apa yang dikatakan Bianca, meskipun aku tidak tau perasaan apa yang sedang aku rasakan kini, tapi aku tidak boleh terlalu dini untuk memutuskan perasaanku, apalagi untuk cemburu pada kak Doni, punya hak apa aku ini?


"Eh Bi, kak Doni tadi bareng geng sekolahan itu loh, The Lucky Girls. Sama kak Josep juga." ucapku memberitahukan Bianca


"Kak Josep yang mana?" tanya Bianca bingung


Aduh ni bocah kepentok apa deh, baru kemarin dibahas udah lupa aja.


"Kak Josep yang ngajak kamu ngobrol hari pertama MOS itu, gebetannya kak Yuna, masak kamu udah lupa."


"Owh yang itu, lah terus apa hubungannya sama aku, gag penting juga kali. Kotak memoriku terlalu berharga, aku cuma ingat orang-orang yang bisa membuatku terkesan, and he's not my type." ucap Bianca narsis


Tak berapa lama setelah menjadi sedikit serius, Bianca pun kembali sibuk dengan game nya. Menjadi Bianca yang cuek dan dungu. Sih sudahlah, kalau aku nunggu Bianca main game, sampe kelar musim rambutan juga belum selesai.

__ADS_1


Akhirnya ku putuskan untuk ikut Ajeng ke kantin, sedangkan Bianca sibuk dengan gamenya. Dia memang jarang ke kantin saat istirahat kedua. Tapi bagaimanapun apa yang dikatakan Bianca tadi ada benarnya juga, aku harus memikirkan baik-baik tentang perasaanku. Jangan sampai aku salah menanggapinya dan akhirnya hanya akan membuatku sakit hati dan kecewa


__ADS_2