High School Never Ends

High School Never Ends
Si Pencari Masalah


__ADS_3

Aku terbangun dengan lingkaran hitam di sekitar mataku, semalam aku tidak bisa tidur dan sekarang harus bangun pagi. Ah pagi-pagi sudah apes aja.


"Eh, aku kirim pesan ke Bianca deh biar kita bisa naik bis yang sama." gumam ku dalam hati


Segera kuambil hp ku dan ku ketik pesan untuk Bianca


#Bi, aku naik bis yang kemaren


Oke, send.


Tak berapa lama pesanku dibalas oleh Bianca


#Sappp


Ah bocah ini, nampak cuek dan oon, tapi disisi lain dia adalah orang yang berani dan tidak mau ditindas.


"Bianca, sini sini..." Panggil ku pada bianca yang baru saja menaiki bis.


Bianca pun segera menuju ke arahku tanpa berkata apa-apa.


"Barang bawaan kamu udah lengkap semua belum?" Tanyaku pada Bianca


"Udah kok." Jawabnya singkat


"Kamu ada kesulitan gag nyarinya? Soalnya namanya aneh-aneh gitu sih." Tanyaku pada Bianca Sambil tertawa kecil


"Gag kok." Jawabnya cuek


"Oh." Hanya sepatah kata yang keluar dari mulutku. Sumpah abis makan apa deh ni bocah kok jadi dingin gini.


Kami pun tidak mengobrol sepanjang perjalanan sampai sekolah dan kemudian berpisah menuju kelompok masing-masing.


Di lapangan


"Oke keluarkan barang yang diminta kemarin." Pinta kak Doni sambil berjalan memeriksa satu persatu perlengkapan peserta MOS.


"Oke, habis ini kita ada game ya. Nanti permainannya berpasang-pasangan. Silahkan berunding dulu untuk mencari pasangan masing-masing, bisa cewek-cewek, cowok-cowok, atau cewek-cowok terserah kalian aja enaknya gimana."

__ADS_1


Saat kami sedang sibuk berunding, tiba-tiba Bianca menghampiri kelompok kami. Tidak seperti kemarin yang tegas dan cuek, kali ini Bianca hanya berdiri dan diam sambil memegang botol aq*a satu liter yang berisi susu putih.


"Emmm." Bianca nampak ragu-ragu menyelesaikan ucapannya


"Emmm."


Kami hanya menunggu dengan penasaran apa yang ingin diucapkan oleh Bianca.


"Emmm, teman-teman susu saya kegedean." Ucap Bianca dengan wajah merah dan segera berlari dari kelompokku


"Huahaha parah." Kompak aku dan teman-teman ku tertawa terbahak-bahak, tak terkecuali kak Doni Doni yang tertawa ngakak melihat tingkah Bianca.


Aduh Bianca maafkan temanmu ini yang tak bisa menahan diri, aku sudah mencoba menahan tawa, tapi gimana ini awkward banget gag sih, sumpah. Apalagi postur tubuh Bianca memang padat dan seksi dengan dada yang montok. Wajar lah saat dia bilang gitu tadi semua orang tertawa karena salah paham. Haduhhh maaf, maaf Bianca.


"Wah parah ini mah, siapa sih pendamping nya?" Tanya Alia anggota kelompokku


"Katanya sih kak Yuna." Jawab Febi


"Aihh, Yuna yang anggota geng itu?" Tanya Alia lagi


"Pantes aja, wah bakal ****** tu orang, dua tahun ke depan bakal dikerjain terus dia sama kak Yuna."


"Aduh bakal ****** ni Bianca." Ucapku cemas


"Oh namanya Bianca? Temen kamu ya Re?" Tanya Febi


"Hu'um, apes banget dari kemaren dikerjain mulu dia." Ucapku


Jujur aku kasihan sih sama Bianca, tapi sifatnya yang keras kepala dan tidak bisa menahan diri itu bisa menjadi Boomerang untuk dirinya sendiri. Baru beberapa hari kenal saja aku sudah sedikit mengerti sifat Bianca, dia tidak akan mau mengalah jika dia tidak merasa melakukan kesalahan.


Kulihat Bianca masih berkeliling dari satu kelompok ke kelompok lainya, berbeda dari hari kemarin yang nampak cuek, hari ini wajah Bianca nampak memerah menahan malu. Biar nanti aku tanya Bianca aja deh, gimana ceritanya sampe bisa tiap hari dia dihukum sama kak Yuna.


"Itu temen kamu kan Re?" Tanya kak Doni tiba-tiba


"Yoi kak, kok tau kak?" Tanyaku menyelidik


"Taulah, tadi aku liat kamu berangkat bareng dia." Jawab kak Doni

__ADS_1


"Lucu juga yah, kenalin dong Re." Pinta kak Doni


"Gampang." Jawabku cuek


Haiih, dasar Playboy cap kadal. Kemarin udah buat aku dilabrak kakak kelas, sekarang mau cari masalah buat Bianca? Jangan mimpi.


Ya emang kak Doni ganteng sih, tapi Playboy banget kayaknya. Ini aja cewek satu kelompok aku digodain semua, tak tahu malu emang. Jangan sampai deh Bianca kenalan sama orang kayak gini.


Di dalam bis


"Bi, tadi kenapa deh bisa dihukum gitu." Tanyaku pada Bianca


"Hehe aku sih yang salah, sebenernya aku tadi males berangkat sekolah, tapi nyokap maksa mulu. Keperluan MOS juga nyokap yang nyiapin. Mana gag aku cek ulang, ya kayak gitu tadi deh. Harusnya bawa susu segar sama aq*a satu liter, sama nyokap malah aq*a satu liternya diisi susu, haha parah emang nyokap aku." Kata Bianca tertawa


"Hahaha parah sumpah. eh, tapi kamu ngerasa gag sih kalo kak Yuna itu suka nyari-nyari masalah sama kamu, ini pendapat temen-temen aku loh ya bukan cuma aku aja yang mikir kaya gitu." Tanyaku pada Bianca


"Emmm, iya juga sih, sejak kemarin emang kak Yuna tuh suka nyari perkara deh sama aku. Dikit dikit salah, dikit dikit salah. Pokonya nyari kesempatan terus buat hukum aku."


"Hati-hati aja deh Bi, dua tahun ke depan kayaknya dia bakal nyari perkara terus sama kamu." Ucapku menasehati Bianca


"Gini banget deh masuk SMA, cuma pengen sekolah dengan tenang aja susah, malah jadi ribet gini." Ucap Bianca sambil menopang kan kedua tangan di dagunya.


"Ah udah lah gausah dipikirin. besok udah hari terakhir abis itu kita bebas deh gag ditindas lagi. Semangat ya Bi." ucapku menyemangati Bianca


"Siap Re, kamu emang temenku yang paling baik." jawab Bianca sambil merangkul pundak ku.


"Eh aku udah deket neh, aku duluan ya Re." pamit Bianca kepadaku


"Oke deh, ati-ati ya Bi." jawabku


"Sip."


Bianca pun turun dari bis dan meninggalkanku sendiri. Diam-diam aku kagum sama Bianca. Walaupun dia tampak bodoh dan lemah, tapi sebenarnya dia orang yang berani dan punya pendirian yang kuat. Tapi di sisi lain, pengendalian dirinya yang buruk akan sangat berbahaya untuk Bianca. Baru masa orientasi saja sudah banyak kakak kelas yang mengincarnya. Yah semoga saja kedepannya kakak-kakak kelas itu tidak mencari masalah lagi dengan Bianca.


Karena perjalananku masih lumayan jauh, maka ku putuskan untuk mengecek keperluan untuk besok, hanya beberapa benda yang masih bisa dicari di warung dekat rumah.Lumayan lah tidak terlalu banyak dan tidak terlalu merepotkan, lebih baik aku pulang saja dulu dan nanti malam baru menyiapkannya. Badan ini lelah sekali rasanya, dan kepala ini sangat merindukan bantal yang tadi ku tinggalkan terlalu pagi. Oke kasur, i am coming !


Pokoknya sore ini aku mau puas-puasain tidur dulu.

__ADS_1


__ADS_2