
"Tidak apa-apa Re, kamu tidak perlu merasa bersalah, sekarang aku akan menceritakan semuanya." Bianca menghentikan ucapannya, mengambil jeda dan menarik nafas dalam-dalam.
"Tadi aku sama kak Rey pergi karaoke lagi, gag tau juga kenapa aku mau, aku pikir kak Rey suka banget karaoke yaudah aku nurut aja waktu kak Rey ngajak kesana lagi. Awalnya ya biasa aja nyanyi-nyanyi gitu kayak kemaren, suasananya juga masih normal-normal aja gag ada yang aneh. Aku gatau awalnya gimana tiba-tiba kak Rey udah nyium aku aja, aku kaget dong! Tapi gimana juga aku gag terlalu masalahin dia ambil ciuman pertama aku karena aku pikir aku juga suka sama kak Rey, entah terbawa suasana atau gimana tiba-tiba kak Rey makin berani aja. Tangannya mulai turun ke dada aku, yang satunya lagi ke pinggul akubterus kebawah, dia.. dia mau perk*sa aku Re hiks hiks."
Bianca menceritakan semua yang dia alami dengan berurai air mata
"Aku sempat terbawa suasana juga awalnya, tempatnya remang-remang suasananya syahdu, tapi aku segera menguasai diri, aku dorong dia sampe jatuh terus aku ambil tas aku dan lari keluar, aku jalan lumayan jauh, sampe akhirnya ketemu pos ojek. Tadinya gag ada yang mau nganter aku sampe sini Re, kejauhan katanya, tapi ada yang kasihan juga akhirnya aku dianterin hu hu hu gatau gimana nasibku kalo aku gag bisa lari dari sana Re." Lanjut Bianca
"Udah Bi udah, jangan dipikirin lagi. Emang brengsek itu si Rey, biar besok aku kasih pelajaran ke dia." Ucapku sambil menahan amarah
"Ga perlu Re, aku gamau ada urusan lagi sama dia. Mulai sekarang tolong jangan bahas dia lagi di depanku Re." Jelas Bianca
Sinar matahari menerobos masuk melalui celah-celah gorden yang tidak ku tutup rapat semalam. Aku segera mengambil ponselku, ah..sudah pukul 10, tidak biasanya aku bangun se siang ini meskipun hari Minggu. Ku lirik Bianca yang masih terlelap dalam tidurnya. Baguslah, seenggaknya dia bisa istirahat setelah kejadian semalam. Aku segera mandi dan mencari sarapan keluar.
"Hai Bi udah bangun?" Tanyaku pada Bianca saat aku kembali dari membeli sarapan
"He'em Re baru aja." Jawab Bianca datar
"Yaudah mandi sana, terus sarapan bareng." Ucapku
"Ini hari Minggu dan jam segini mandi Re? Ah tidak mau." Tolak Bianca
"Ini jam setengah 12 woy, sana mandi jijay banget deh." Perintahku sedikit berteriak pada Bianca
"Iya aku mandi." jawab Bianca kesal
"Good girl." ucapku singkat
Bianca akhirnya beranjak dari tempat tidur dan mandi. Setelah sarapan aku bermaksud mengantar Bianca pulang karena ortunya pasti udah khawatir Bianca tidak pulang semalaman tapi dia menolak.
"Bentaran lah Re, males juga dirumah, nyokap pasti cerewet banget nanya ini itu." Jelas Bianca
"Masih untung kamu ada ortu yang cerewet dan pengertian daripada aku ortu sibuk mulu, kamu gag lihat apa dari kecil aku cuma tinggal sama yang kung sama eyang uti." Jawabku mengingatkan pada Bianca pentingnya perhatian dari orang tua
Bagaimanapun Bianca sangat beruntung bisa hidup bersama orang tua yang sangat menyayangi Bianca. Sementara aku sejak SMP sudah ditinggal orang tua merantau dan harus tinggal bersama kakek nenekku.
__ADS_1
"Iya Re aku tau dan aku sangat bersyukur kok, cuma aku belum siap aja harus bilang apa nanti sama ortu." Jawab Bianca
"Bilang aja aku sendirian di rumah karena eyang aku ke luar kota jadi kamu harus nemenin aku, simple kan."
"Iya deh Re, berhubung kamu udah ngusir jadi aku pulang aja." Ucap Bianca sambil tertawa kecil
"Woo sialan, kagak gitu juga bocah, aku cuma khawatir aja budhe Lastri nyariin kamu ntar." Jelasku sedikit emosi
"Hehe siap Re." kata Bianca singkat
"Re janji ya jangan cerita sama ortu aku." lanjut Bianca
"Gag lah Bi, emang aku gila apa. Udah kamu gausah pikirin lagi, yang udah ya udah, yang lalu biar berlalu. Kita masih punya tugas yang lebih penting yaitu sekolah. Jangan sampe lupa pada tujuan utama kita Bi, kita kesana bukan buat nyari cowok tapi nyari ilmu." jelasku pada Bianca
"Tumben omongan kamu bener Re." ucap Bianca
"Wkwkw sialan kamu Bi." jawabku tak terima
Senin pagi
"Yakin lah Re apanya yang mau ditakuti, anggap aja kita gag pernah kenal, selesai." jawab Bianca mantap
"Gag se simple itu juga Bi, kalau nanti kak Re nungguin kamu di gerbang sekolah kaya biasanya gimana?" tanyaku pada Bianca
"Cuekin aja sih Re, aku udah gag mau lagi berhubungan sama dia titik." jawab Bianca ketus
"Emang semalem dia gag hubungi kamu lagi Bi?" tanyaku menyelidik
"Semalem telponin aku sama kirim pesan juga tapi gag aku jawab. Males banget aku tu."
"Eh,kak Rey di gerbang Bi, kamu mau turun gag?" tanyaku pada Bianca
Gag nyangka kak Rey masih punya muka buat nungguin Bianca disini.
"Terus aja Re gausah berenti, lagian sebentar lagi upacara bendera disini, malu kalau diliatin orang-orang." ucap Bianca tegas
__ADS_1
"Bianca tunggu aku mau bicara sama kamu." teriak kak Rey lantang
"Bodo amat Re, gausah berenti pokoknya jalan terus." pinta Bianca
Aku melajukan motorku ke parkiran, tidak disangka kak Yuna dan kak Eka berada di belakangku.
"Pagi-pagi udah nonton drama aja." sindir kak Eka
Aku dan Bianca memilih untuk tidak menanggapi dan pergi meninggalkan parkiran, sementara kak Yuna juga tidak memberikan komentar apapun. Mungkin karena kak Yuna tau Bianca tidak suka pada kak Josep atau mungkin karena alasan lain, entahlah.
"Eh Re, kak Reyhan ngechat aku." kata Bianca saat kita baru sampai di kelas
"Gimana-gimana katanya? tanyaku penasaran
"Dia minta maaf dan bilang kalau kemarin malam itu ke salah pahaman, hiu salah paham apanya, dia hampir perkosa aku dan masih berani bilang itu salah paham?" ucap Bianca geram
"Hussh, pelanin dikit suaranya nanti ada yang denger." aku mengingatkan Bianca untuk memelankan suaranya
Bagaimanapun jika sampai ada yang mendengar tentang hal kemarin, reputasi Bianca dan kak Rey akan hancur.
"Upsss, keceplosan aku Re." jawab Bianca pelan
"Lagi ngobrolin apaan sih kok bisik-bisik gitu." kata Obii tiba-tiba, aku dan Bianca sedikit terkejut dan segera mengendalikan situasi
"Apaan sih Bii nimbrung aja, ini obrolan cewek tau." ucap Bianca kesal
"Jangan marah-marah dong say ntar ilang cakepnya." kata Obii sambil mengedipkan sebelah matanya dengan genit
"Sana ahh pergi, ganggu aja." usir Bianca
"Udah-udah, kalian ini kalau ketemu udah pasti kaya Tom and Jerry." ucapku menengahi
"Ayok dah mau upacara ini." ajakku pada Bianca dan Obii
Obii dan Bianca mengikutiku dari belakang dan masih terus berantem. Ah mereka ini tiap ketemu berantem mulu, jangan-jangan mereka jodoh?
__ADS_1