High School Never Ends

High School Never Ends
Menjauhi Sumber Masalah


__ADS_3

"Ehemm, pada mau kemana nih." Suara kak Doni mengagetkanku dan Bianca


"Biasa kak, kantin." Jawabku cuek


"Boleh gabung dong?" Tanya kak Doni


"Gag boleh kak, itu kan kantin cewek. Aku belum pernah lihat ada cowok yang makan di kantin pojok." Aku mencoba mencari alasan agar kak Doni tidak bergabung dengan kita.


Aku memang sengaja menghindari kak Doni, tak ingin kejadian seperti kemarin terulang lagi. Males banget kalau harus berurusan dengan cewek yang namanya Saras itu.


"Emang ada tulisannya kalo cowok gag boleh makan di sana?" Ucap kak Doni sambil tertawa kecil


"Buruan woiii, mau makan apa pada mau pacaran." Suara Bianca yang ternyata sudah berjalan jauh di depan mengagetkanku dan kak Doni yang masih berdiri di tempat kita bertemu.


"Siaap." Jawabku dan kak Doni kompak


"Eciee kompakan." Ucap Bianca tengil


"Sialan kamu Bi."


Emang sumpah rese banget si Bianca ini. Kalau sudah kumat jahilnya gag ketulungan deh.


Sampai di kantin pojok aku dan Bianca segera masuk. Kantin lumayan ramai saat jam istirahat pertama.


"Emm, Re, Bi.. aku gag jadi ikut deh, malu isinya cewek semua." Ucap kak Doni sambil tertawa kecil karena malu


"Kita bilang juga apa. Ngeyel sih." Kata Bianca cuek lalu berjalan menuju kasir untuk memesan makanan.


"Yaudah Re aku duluan ya." Kak Doni keluar sambil melambaikan tangan berpamitan


Aku hanya menghela nafas lega dan berjalan mengikuti langkah Bianca untuk memesan makanan.


Hmmmm. Kalo tadi kak Doni gag segera pergi terus ada temen si Saras liat kita lagi makan bareng, bisa ****** kita.


"Ngelamunin apa Re? huh!" Suara Bianca di dekat telingaku membuatku tersentak kaget


"Siapa yang melamun, enggak kok." Sanggahku


"Gak ngelamun apanya, aku aja dari tadi makan bakso kamu, kamu gag tau kan, tuh liat aja tinggal satu biji."


"Dasar berani banget kamu makan bak.."


Ehh... Bakso aku masih utuh Ding. Aku segera sadar kalau Bianca mengerjai ku saat aku melihat mangkok baksoku. Sialan ni anak.. suka banget jahilin aku.

__ADS_1


"Haha jadi malu." Ucap Bianca menyindir


Setelah selesai makan aku dan Bianca segera kembali ke kelas. Ku langkahkan kaki tanpa semangat mengingat pelajaran setelah ini adalah sejarah, bukan mata pelajarannya sih yang tidak ku sukai, tapi lebih ke gurunya yang menyebalkan dan galak.


"Haissh,, bosen gag sih Bi. Sekolah rutenya cuma kantin- kelas, kelas - kantin. Ganti rute kek." Keluhku pada Bianca


" Mau ganti rute gag? Ayuk aku buatin rute baru." Ajak Bianca bersemangat


"Kemana?" Tanyaku penasaran


"Kemana aja boleh lah, mau bolos ke Curug bisa, ke waduk, ke mall tapi kalau ke mall bawa baju ganti yak biar gag ketangkep satpol PP." Ucap Bianca panjang lebar


Hmmm, kalo diajak bolos mah Bianca ratunya. Tapi walau sering bolos, Bianca ini termasuk orang yang cerdas loh.


"Yaudah ntar pelajaran sejarah ke UKS aja yah, males aku." Ajak Bianca


"Siappp." Balasku


Di kelas


"Bu, saya mau minta ijin ke UKS." Bianca meminta ijin kepada guru sejarah dengan wajah memelas


"Kamu sakit apa Bianca?" Tanya guru sejarah menyelidik


"Ini hari pertama saya datang bulan Bu, perut saya sakit sekali." Ucap Bianca setengah berbisik dan memasang tampang memelas


"Terimakasih Bu." Ucap Bianca masih dengan muka memelas


Heh, dasar ni anak paling pintar mencari alasan. Emang dasar tuh bocah, muka-muka polos tapi hatinya Bangs*t wkwk. Pinter banget deh manfaatin innocent face nya.


Tak berapa lama setelah Bianca ke UKS aku segera ijin untuk ke toilet, tentu saja aku tidak benar-benar ke toilet. Aku bermaksud menyusul Bianca ke UKS. Cara ini memang sudah biasa digunakan anak kelasku. Palingan Minggu depan cuma disindir sama gurunya. Bilang anak-anak yang pergi ke toilet tersesat lah, anak-anak yang ke toilet lupa jalan pulang lah. Bodo amat, udah biasa inih.


Saat sampai di ruang tata usaha aku tidak sengaja bertemu dengan kak Doni.


"Eh Tere." Ucap kak Doni genit


"Apaan sih kak."jawabku ketus sambil berlalu


"Eh tunggu dong Re, aku mau minta nomer kamu dong." pinta kak Doni


"Buat apa kak?" Tanyaku polos


"Ya biar punya aja sih. Buat komunikasi juga." Jawab kak Doni sambil menyodorkan hp nyankepadaku

__ADS_1


"Oke, sini kak hpnya."


Aku mengambil hp kak Doni dan mencatatkan nomerku di sana.


"Btw mau kemana nih?" Tanya kak Doni


"Mau nyusul Bianca kak ke UKS."


"Bolos ya?" Tanya kak Doni lagi.


"Gag kok kak, Bianca sakit." Jawabku mencari alasan


"Duluan ya kak."


Aku meninggalkan kak Doni dan segera menuju UKS. Sebisa mungkin aku harus menghindari kak Doni agar kak Saras tidak mencoba mencari masalah denganku.


"Lama amat Re, kesepian nih aku disini." ucap Bianca saat aku memasuki pintu UKS.


"Sorry tadi ketemu kak Doni di depan."


"Ciee, udah sampe tahap mana nih." ucap Bianca menggodaku


"Tahap mana apanya, bisa ****** aku dimakan sama si Saras." kataku beralasan


"Jangan gitu, ntar nyesel loh. btw kak Doni ganteng juga loh, yakin gag mau nanggepin?" Bianca masih mencoba menggodaku


"Ganteng dari mananya, muka mirip Sinchan kaya gitu dibilang ganteng."


Tapi aku akui sih, kak Doni emang lumayan ganteng. Walaupun waktu MOS kelihatan galak, tapi sebenarnya dia baik dan lembut. Adorable banget pokoknya, Eeh?


"Re kuota aku abis, hotspot dong. Suntuk dari tadi gag bisa internetan." ucap Bianca


"Yee pantesan aja dari tadi nungguin aku. ternyata cuma mau minta hotspotan doang, dasaar." sindir ku ke Bianca


Aku segera menutup pintu UKS dan berbaring di samping Bianca yang sibuk memainkan hpnya.


"Bi, kalo hati kamu berdebar-debar saat kamu di dekat seseorang, terus kamu merasa selalu ingin menjauhi dia padahal sebenernya kamu bahagia ketemu dia, itu tandanya apa Bi?" tanyaku pada Bianca


"Kamu ngomongin kak Doni ya?" tanya Bianca to the point.


"Enggak, ini kan cuma seumpama Bi." jawabku beralasan


"Aku gag tau Re, aku juga belum pernah jatuh cinta hahaha." jawab Bianca asal

__ADS_1


Dasar ni anak, giliran diajak ngobrol serius dianya malah bercanda. Tapi masak iya sih aku naksir sama kak Doni? Padahal kemaren aku sebel banget sama dia. Apalagi kalau inget cewek yang nanya Saras itu, bikin ilfeel.


Ah sudah lah, ngapain juga aku mikirin yang tidak penting. Palingan kak Doni cuma demen godain adik kelas aja. Siapa tau dia kaya gitu ke banyak cewek gag cuma ke aku aja.


__ADS_2