
"Kak Doni aku suka padamu." Kataku lirih sambil menundukkan kepala
"Apa? Aku tidak dengar." Jawab kak Doni sambil menempelkan tangannya ke telinga
"Kalo ngomong liat matanya dong jangan menunduk begitu, yang tulus kalau ngomong." lanjutnya
"Kak Doni aku suka kamu." Jawabku mengeraskan suaraku
Gawat, kini semua mata tertuju kepadaku dan kak Doni disertai suara tepuk tangan dan sorakan. Dalam sekejap aku telah menjadi pusat perhatian di lapangan. ****** kau Tere. Emang sialan pria tak tau malu ini. Bagaimana ini? rasanya aku sudah tak punya muka untuk berdiri disini. Tak terasa kakiku sedikit gemetar.
"Emangnya apa yang kamu sukai dari aku?" kak Doni mengeraskan suaranya.
" Emmm, karna.. karna kak Doni ganteng." Jawabku singkat
"Terus?" Tanya kak Doni sambil tersenyum licik
"Kak Doni juga baik hati, ramah tamah, tidak sombong, suka menolong dan pintar." Jawabku asal
"Oh, terimakasih. Tapi maaf ya Tere, aku gag suka sama kamu, kamu gag masuk kriteria aku." Ucap kak Doni tegas dan berlalu dari hadapanku.
Dan kini posisiku berdiri persis seperti seseorang yang baru saja menyatakan cinta lalu ditolak dan ditinggalkan, cesss.
"Huuuu." Suara koor satu lapangan.
Tak ku perdulikan suara orang-orang yang menertawai dan mencemoh ku. Masa bodoh lah yang penting hukuman sudah selesai. Oke mission complete. Tak perlu malu dan rendah diri, toh hal seperti ini sudah biasa dalam kegiatan semacam ini.
Di kantin:
"Yo, ini anak baru yang nembak Doni tadi kan?" Suara seorang perempuan di belakangku
"Punya nyali juga ya, baru masuk udah ngerayu kakak kelas." Sambung perempuan lainnya
"Gag punya malu emang. Mau saingan sama aku hah?" Ucap perempuan putih tinggi dan langsing sambil berkacak pinggang di depanku.
"Maaf kak itu tadi cuma hukuman, saya tidak ada maksud merayu kak Doni." Jawabku santai mencari aman
"Emang ada hukuman semacam itu? Orang bodoh juga gag bakal percaya." Lanjutnya sambil menarik tanganku.
__ADS_1
"Kamu tahu tidak siapa saya?" tanyanya lagi
Yee, mana aku tau. Aku murid baru dan gag kenal sama situ, dasar orang aneh.
Aku hanya pasrah atas semua yang dia ucapkan. Toh tidak ada gunanya juga melawan, hanya akan membuat aku semakin dibully nantinya.
"Eh, maaf ya kak, tolong ini dilepaskan tangan kotornya dari tangan teman saya. Kalian tidak boleh ya mem bully siswa baru. Tidak sopan." Bianca yang datang tiba-tiba menarik tangan kakak kelas itu dan melepaskannya dari tanganku. Ah bocah ini, bisa gawat kalau dia melawan kakak kelas. Aku belum faham sifatnya sih, tapi kayaknya songong nih orang, terlalu berani. yah bagaimanapun kita sebagai adik kelas harus pandai-pandai menjaga sikap. Seberani apapun, tidak akan ada satu hal baik bila itu tentang melawan kakak kelas di hari pertama sekolah.
"Siapa kamu berani ikut campur urusan kami? Anak baru aja udah songong." Ucap salah satu kakak kelas tak terima.
"Hehe maaf ya kak, temen saya ini lagi konslet, tolong jangan diambil hati ya."
Segera ku tarik tangan Bianca keluar untuk mencegahnya mengatakan hal-hal bodoh lainnya.
"Tere kok kamu tarik aku sih, aku masih belom selesai sama mereka." Rengek Bianca diluar kantin
"Aduh bisa ****** kita Bi kalo kamu ngeladenin mereka, ingat Bi kita ini masih anak baru. Gimanapun juga mereka adalah senior, dan kita baru hari pertama masuk jadi jangan bikin masalah sama mereka." Jawabku mencoba menenangkan Bianca
"Ahhh tapi aku masih kesel sama mereka, songong banget." Ucap Bianca tak terima
Ya Tuhan ini anak makan apa dia tadi pagi, bisa-bisanya dia gag ada rasa khawatir dan takut sama kakak kelas.
"Iya deh Re, terserah kamu aja." Jawab Bianca cuek
"Oiya Bi, nanti pulang bareng yakk." Ajak ku pada Bianca
"Oke siap Re."
Akhirnya nurut juga ni bocah. Baru juga hari pertama sekolah udah dapet masalah aja, sungguh jauh dari bayanganku selama ini. Aku kira bisa masuk SMA favorit akan menyenangkan, ternyata ada hal-hal lain yang jauh diluar bayanganku.
Tenang, aku masih semangat kok. Aku pasti bisa melalui semuanya, masih terlalu awal untuk menyerah karena hal sepele seperti itu.
Pulang sekolah
Akhirnya hari ini berakhir juga. Lelah jiwa dan raga, tapi masih harus menyiapkan perlengkapan untuk besok. Semangat semangat. . . Cuma tiga hari aku pasti bisa. Huh, tapi siapa sih yang pertama kali punya ide untuk mengadakan MOS ini? Sungguh merepotkan.
Ku putuskan segera menyiapkan segala keperluan untuk MOS besok. Kulihat catatan yang telah ku buat disekolah siang tadi.
__ADS_1
Coklat Rihana
Nasi suci
Buah malam minggu
Makanan Upin Ipin
Minuman genit
Susu, satu liter Aq*a
Whattt? Apaan nih? Anjiir gini banget daftar bawaannya.
Oke coklat Rihana itu coklat payung kecil-kecil itu kan? Nasi suci? Nasi putih dong, pasti bener deh ini.
Buah malam Minggu apaan yak??
Kalau makanan Upin ayam goreng dong, jelas ini mah. Eh ini apaan dah? Minuman genit? Ada gitu minuman genit? susu kali ya? eh tapi ini yang nomer 6 juga susu.
Susu, satu liter aq*a. Ini maksudnya susunya satu liter pake botol aq*a atau bawa susu sama aq*a satu liter nih? Wah jangan sampe salah deh pokoknya. Tapi yang bener gimana ya?
Oh, "oke google, teka-teki benda yang harus dibawa saat MOS"
sippp, untung ada Mbah Google, semua masalah beres deh. Hehe
Udah ketahuan semua nih tinggal nyari barangnya.
Untung gampang semua bawaannya. Coklat payung, nasi putih, buah apel, ayam goreng, minuman genit marimas Wkwk, dan susu sama aq*a satu liter.
Sipp beres semua tinggal mandi terus bobok sampe besok pagi. Pokoknya harus full charge, biar besok kalo dikerjain lagi kayak tadi gag lemes.
Yah siapa tahu apa yang akan menunggu kita besok pagi, bisa saja lebih parah lagi kan?
Ahh membayangkan saja sudah malas aku.
23.37
__ADS_1
Sudah jam segini tapi mata belum mau istirahat juga. Huhuhu, aku lelah, mata ayolah mengantuk. Aku ingin istirahat lebih lama, ayolah.
Ku putuskan untuk memainkan handphone ku, siapa tau nanti aku jadi mengantuk. Tapi makin lama memainkan handphone, mata ini malah semakin sulit untuk dipejamkan. Ya Tuhan, tolonglah Hamba mu yang imut ini agar lekas terlelap. amin