High School Never Ends

High School Never Ends
Tentang Perasan


__ADS_3

Sore nanti pukul 5 Bianca bakalan maen sama kak Rey. Entah kemana mereka akan pergi, tapi sebagai sahabat jujur saja ada sedikit rasa khawatir di hatiku, Bianca yang bodoh dan ceroboh itu, apakah dia mampu menjaga dirinya sendiri. Dia terlalu berani mengambil keputusan untuk berkencan dengan orang yang baru di kenal, yah meskipun kita satu sekolahan tapi hati orang siapa yang tahu.


Ku putuskan untuk mengirim pesan kepada Bianca


#Dimana say?


#Pacalan dong!


Jawabnya singkat


#Jangan mlm2 pulangnya


Balasku


#iya sayang😘 jangan cemburu ya


Balas Bianca.


# Y


Jawabku


Seenggaknya dia baik-baik saja aku sudah lega.


Kita memang baru berteman beberapa bulan, tapi aku dan Bianca sudah seperti saudara. Ya mungkin karena aku anak tunggal dan Bianca sendiri hanya punya satu kakak laki-laki itu pun kuliah di luar kota sehingga kami menjadi semakin akrab saling berbagi keluh kesah satu sama lain.


"Gimana kencannya semalem woyy." Teriakku di telinga Bianca.


Aku sengaja main ke rumah Bianca pagi ini, selain karena aku tidak ada kegiatan juga karena di rumah tidak ada orang jadi aku memutuskan untuk pergi ke rumah Bianca.


"Busett ni bocah pagi-pagi udah apel aja. Baru juga buka mata, udah dibikin kaget. Minggu-minggu ngapain sih jam segini udah bangun." Omel Bianca padaku


"Apanya yang pagi Maemunah, ini udah jam 9 tau. Perawan jam segini baru bangun." Jawabku sedikit kesal


"Eh masak, udah jam 9 gitu?" Tanya Bianca sambil mengambil ponselnya untuk memeriksa jam


"Makanya jangan maen mulu, kesiangan kan bangunnya." Omel ku pada Bianca


"Btw budhe Lastri kemana Bi kok sepi?" Lanjut ku


"Lah, mana saya tau, baru juga bangun. Terus yang buka pintu siapa tadi?" Tanya Bianca.


"Orang pintunya gag ditutup. Ada pakde Johan kok di depan lagi nyuci mobil."


"Owh, btw tumben kesini pagi-pagi Re? Kepo ya aku semalem kemana aja?" Tebak Bianca

__ADS_1


"Eh kok tau sih?" Jawabku to the point


"Abis di rumah gag ada orang sih. Yang kung sama eyang uti pergi ke tempat Tante Ana."


Lanjut ku


"Kok kagak ikut?" Tanya Bianca


"Males." Jawabku singkat


"Kepo gag kemaren aku kemana aja sama kak Rey?" Tanya Bianca bersemangat membicarakan dirinya sendiri


"Udah kagak." Aku pura-pura cuek


"Oh, yaudah." Bianca ngambek


"Hehe penasaran dong, kemana emang?" Tanyaku penasaran


"Karaoke doang kok, tapi kak Rey tuh romantis sumpah." Jawab Bianca bersemangat


"Ih, baru juga kenal udah karaoke berdua aja di ruangan sempit kaya gitu, apa penilaian orang ntar, ntar kak Rey ngira kamu gampangan loh." Ucapku menasehati Bianca.


"Lah apa hubungannya, kita cuma karaoke bukanya check in di hotel." Jawab Bianca membela diri


"Santai, i know when to walk tall and when to lie low, ayo lah Re ini pertama kalinya aku kencan, jangan bawel gitu dong macem emak-emak, ibu aku aja gag gitu-gitu banget." Jawab Bianca kesal


"Serah deh, kalo ada apa-apa jangan bilang kalo aku belum pernah nasehatin kamu ya." Kataku serius


"Siap bos kuu." Jawab Bianca cengengesan


Ni anak emang kagak bisa diajak ngobrol serius, punya temen gini amat ya Tuhan.


"Maen yok Bi, masak hari Minggu di rumah Bae." Ajakku pada Bianca.


"Ayuk-ayuk aja sih, mau kemana emang?"


Tanya Bianca


"Curug yuk.." ajak ku


"Musim ujan gini? Ya ampun yang bener aja Re." Tolak Bianca


"Yah kemana dong enaknya?" Aku balik meminta saran pada Bianca.


"Shoping aja yuk, ntar aku traktir makan." Tawar Bianca

__ADS_1


"Oke siap, kalau denger yang gratis-gratis mah semangat aku, sana buruan mandi." pintaku pada Bianca.


"Oke bosku." Jawab Bianca sambil bangkit dari tempat tidur


"Btw tolong rapiin tempat tidur aku ya." Pinta Bianca sambil berlari keluar kamar


"Woo dasar." Teriakku pada Bianca yang sudah menghilang dari pandanganku


Tak berapa lama Bianca selesai mandi dan berganti pakaian, kami segera mencari pakdhe Johan untuk berpamitan.


" Pakdhe, aku sama Bianca pamit mau main keluar." ucapku pada ayah Bianca.


"Iya yah, mau keluar dulu ya, mana uang jajannya." kata Bianca sambil mengulurkan tangannya.


"Pagi-pagi udah ditodong aja." ucap ayah Bianca sambil tertawa kecil


"Abisnya ibu gag ada sih yah, mau minta sama siapa lagi." jawab Bianca merajuk


"Iya-iya sayang, ini uangnya, jangan boros ya." ucap pakdhe Johan sambil mengulurkan uang pada Bianca


"Siap komandan. Nanti pamitin sama ibu negara ya yah." jawab Bianca


"Siap bosku." ucap ayah Bianca.


Hahaha, Pak dhe Johan ini sudah tua masih lucu aja. Aku dan Bianca segera berpamitan dan pergi dengan mengendarai motorku.


"Em Re, kira-kira kak Rey itu ada niat serius sama aku gag ya?" tanya Bianca


"Ya mana aku tau Bi, baru kenal juga belum tau sifatnya gimana, terlalu dini untuk menilai." jawabku serius


"Tapi kayaknya aku jatuh cinta deh sama kak Rey." ucap Bianca sedikit tidak yakin


"Ah jangan terlalu cepat berasumsi, baru juga kenal. Lagian kamu belum pernah jatuh cinta, gimana kamu tau itu cinta atau cuma sekedar kagum. Tapi denger-denger nih Bi, kak Rey itu lagi deket sama kakak kelas juga loh, namanya Eka kalo gag salah, anggota geng Lucky Girls, hati-hati aja sepertinya kedepannya hubungan kamu smaa kak Rey tidak akan mudah." aku mencoba mengingatkan Bianca.


"Idup aku gini-gini banget yakk. Bis gag sih aku itu gag terlibat lagi gitu sama macan-macan betina itu. Urusannya cowok lagi cowok lagi. Jangan-jangan mereka bentuk geng cuma buat pertahanan agar pejantan-pejantan mereka gag direbut orang." Jawab Bianca dengan nada kasar.


"Hushh sembarangan, jangan kaya gitu dong Bi, macem hewan aja dibilang pejantan, gag sopan tau." ucapku menasehati


"Abisnya jengkel aku tu kemaren dikerjain mulu sama kak Yuna gara-gara kak Josep, padahal aku sama kak Josep gag ada hubungan apa-apa. Makanya kalo punya gebetan dijagain biar gag pada jelalatan liat adek kelas." jawab Bianca kesal


"Eh Bi, tapi kamu tau gag sama ka Dean anak kelas 12, padahal dia ganteng banget tapi gag ada tuh adek kelas yang berani godain dia."


"Lah, mau cari mati apa gimana, mana kak Noora buas banget. Tapi kayaknya kak Dean itu orang yang setia loh. Tapi kak Noora juga cantik banget sih, ngapain juga kak Dean lirik-lirik cewek lain, iya kan Re." ucap Bianca mengemukakan pendapatnya.


"Iya juga sih Bi, pantesan aja jadi ketua geng. Emang cantik dan berkharisma, udah gitu tajir lagi." jawabku menyetujui apa yang Bianca ucapkan.

__ADS_1


__ADS_2