HiTam

HiTam
Bab 11


__ADS_3

Srak! Srakk! suara ujung sekop terdengar nyaring di malam yang dingin. tanah hitam itu terasa lembut dan lunak. tentu saja karna saat itu hujan turun dengan deras.


Diana menyibak poni panjangnya yang ikal ke belakang. piufhhhhh!!! dia menghela nafas. ada perasaan tak karuan yang bercampur aduk di dadanya. panas dan dingin. sudah separuh galian, sekitar satu meter. dia berniat menyelesaikannya hingga dua meter bahkan kalau bisa lebih dalam lagi. dua sosok badan akan masuk bersama ke dalamnya. bibi Palsunya dan lelaki suruhan bibinya.


dia bertekad mencari tahu siapa dalang sebenarnya yang telah membuat perempuan itu mengaku sebagai bibinya. apa motif sebenarnya. ada dendam apa orang itu terhadapnya.


setelah memakan waktu berjam- jam. dia telah selesai. tanpa perikemanusiaan. Diana mendorong dua badan yang sudah tak bernyawa ke dalam lobang tanah itu.


dia butuh rumah dan dia harus menggali informasi dari rumah bibi Mary. pasti ada sesuatu jejak yang tertinggal disana. dan pastinya dia bisa bertemu dengan sosok hantu yang meminta pertolongannya.


" menyusahkan saja! " Diana membersihkan dirinya di kamar mandi. tanah hitam melekat mengotori baju dan badannya. tidak ada lagi darah. semua sudah luruh oleh air hujan, terganti oleh cipratan tanah di halaman samping rumahnya.


" tidak akan ada yang curiga kalau aku bilang bibi Mary meninggalkannya dan pergi ke kota lain karna panggilan dari kerabatnya." Diana tersenyum pilu.


dia sedih karena harus berakhir lebih stress dibandingkan waktu dia di panti. dia merasa lebih parah sekarang.


oh iya. seketika dia teringat kotak Pandora nya. kemana kotak itu? dia teringat kata-kata lelaki misterius itu.


argghhh!!! Diana memijat ditengah atas batang hidungnya. kenapa begitu banyak hal dan orang misterius di sekitarnya.

__ADS_1


lelaki pemberi kotak Pandora, Lena, bibi mary???


Diana pusing. setelah membersihkan diri, dia beranjak menuju kamar bibinya. dia akan tidur disana. karna kamarnya sendiri sudah menjadi lautan darah. seperti tempat pemotongan ayam. Diana akan membersihkan besok pagi.


...****************...


dengan mata berat aku membuka mataku perlahan. pagi ini berbeda. aku tahu karena aku sudah melenyapkan nenek sihir yang berniat membunuhku. entah demi apa dan kekuatan dari mana. aku bisa menang dan berpikir baik-baik saja. apa aku normal?


kenapa aku begitu santai setelah melakukan tindakan kriminal ini. ah! aku hanya membela diriku. aku tidak berniat membunuhnya kalau dia tidak lebih dulu mengusik hidup dan jiwaku.


hmmm. aku memutar bola mataku ke segala penjuru arah. kamar bibi Mari begitu berantakan. ada dua lemari dikamar itu. satu lemari dihiasi kaca panjang untuk bersolek sekaligus ber fashion. dan beberapa laci menghiasi lemari itu


aku mengintip ke bawah kolong tempat tidur milik bibi Mary. ada kotak-kotak berdebu dan beberapa tas dan koper. dibelakang pintu tergantung baju dan celana juga handuk yang berbau apek. gorden jendela disamping tempat tidur yang berwarna kekuningan pudar. sepertinya sudah lama dibiarkan tergantung dan tidak pernah dicuci. aku mengelus pinggir gorden putih yg berubah kuning itu. bagaimana bisa ada orang yang betah dengan kondisi begini?


aku pelan-pelan menuju meja. memperhatikan satu persatu yang ada disana. ada rasa penasaran apa saja kerja yang dilakukan bibinya. membaca majalah misteri dan tabloid horor seperti ini. sesuai sih dengan penampilannya yang suram.


banyak surat-surat dari para penagih. tagihan macam-macam. aku khawatir kalau nanti bakal ketiban sial untuk membayar semua tagihan itu.


sial benar-benar sial. aku mengumpat. aku harus cari buku tabungan atau tempat penyimpanan harta bibi gila. aku menggeser kertas kertas itu semua dan membuangnya kedalam kantong plastik. aku buang saja. sekalian membersihkan ini rumah.

__ADS_1


meja sudah beres. aku beringsut menuju lemari.


lemari pertama terbuka dengan mudah. beberapa pakaian norak dan bau yang tidak sedap menguar dari sana. aku menutup hidung dan terbatuk-batuk.


apa-apaan ini? kenapa pakaian-pakaian di dalam sini berdebu semua? bau lagi seperti tidak pernah dipakai.


aku cepat-cepat beralih ke lemari satunya. didalamnya kosong. hanya ada cermin kecil dan peti kayu. aku tertarik dengan peti kayu disebelahnya. peti itu terlihat familiar. itu seperti benda hilang yang selama ini kucari.


aku membolak-balik peti itu. ada sudut kayu yang membuatku yakin. ada sedikit yang patah. ini seperti saat kakiku terpijak dan terkoyak karenanya. meski itu cuma mimpi tapi anehnya sudut kotak itu patah seolah habis menerima beban berat. ya! berat badanku.


Kotak Pandora ku!!!!!!!


ada disini !


di Kamar ini???!


aku melongoooo takjub dan kesenangan.


aku segera membawa kotak itu dan turun ke lantai bawah.

__ADS_1


aku akan pergi ke panti asuhan.


__ADS_2