HiTam

HiTam
Bab 5


__ADS_3

Aku ingin kotak pandoraku kembali” aku menadahkan tangan kearahnya, seolah kini dia tengah memegangnya.


“tidak ada padaku kak Diana. Kau yang terakhir kali memakainya. Ingat?”. Apa artinya? Pikirku. Terakhir kali aku menginjaknya dan kakiku koyak. Seolah membaca pikiranku. Lena menggeleng lembut,


“kau masih berpikir itu nyata? Kau bermimpi kak. Mimpi buruk. Dan kau membawaku dalam mimpimu lalu menuduhku. Seolah......itu nyata!”


“ bahkan kakimu masih baik-baik saja” Lena melirik kakiku yang terbungkus sepatu plat hijau bergaris-garis milikku.


Aku menelan ludah dengan susah payah. Kenapa ini begitu sangat menggangguku.


“Lalu...lalu kemana kau malam itu? Seharusnya kau dikamarku, tidur bersamaku..dan baju tidurmu....penuh darah”


“yeahhh....kupikir kau akan mendengarnya dari mom Julia...baiklah kak Diana, malam itu aku begitu sangat kehausan, lalu aku ke dapur dan mengambil jus delima dari kulkas, tapi yahhh aku begitu takut berada didapur sendiri, dan rasanya tidak tega membangunkanmu kak. Aku tersandung dan menumpahkan seperempat jus itu ke gaun tidurku. Saat kembali kau sudah mulai mengigau, merengek dan menuduhku”.


Mataku berkedut.benarkah? apa aku benar-benar bermimpi? Tapi itu terasa nyata.

__ADS_1


“Diana?” seseorang menyentuh bahuku. Aku berbalik terkejut. Seperti ada sengatan listrik yang mengalir di bahuku.


“ya?” kakak senior yang kukenal namanya. Alexi. Dia memandang kami dengan ekspresi yang tidak dapat aku gambarkan.Sebenarnya aku yang dua kali lipat terkejut melihatnya.


“aku tidak bermaksud mengganggumu, tapi miss Julia sedang ingin kau menemuinya” senior Alexi mengacungkan jempolnya di belakang bahunya. Ibu Julia berdiri di depan ruang staff sambil bersidekap memeluk lengannya.


Dia memandangku dari kejauhan. Apa ini soal semalam? Aku beralih memandang senior Alexi. Dia begitu Tampan. Dan ini pertama kalinya dia menyapaku.


“kau baik-baik saja?” aku melirik lena yang fokus menatap kami berdua. Ada guratan tebal di samping matanya. Aku tau, guratan itu menandakan dia tidak suka akan kehadiran senior Alexi. Aku tidak ingin menghancurkan momen ini.


“ya.. ya aku baik-baik saja”


“ku dengar dari anak-anak kau sedang sakit?”


“aku, aku hanya bermimpi buruk....tidak lebih”. Berani benar. Siapa yang menggosipkan jika bermimpi buruk itu adalah sakit.

__ADS_1


“oh..baiklah, aku duluan, aku harus berlatih basket, pekan ini ada lomba...kau tau sudah lama aku ingin ngobrol denganmu. Kalau kau berminat, datanglah di gor olahraga di jalan Kenanga. Kalau timku menang, hadiahnya lumayan. Aku bisa mentraktirmu”.


Aku tidak percaya. Senior alexi mengajakku kencan. Apakah ini yang disebut kencan? Tentu saja aku mau. Sudah lama aku juga menginginkannya. Menginginkanya menjadi milikku.


“tentu,tentu. Aku pasti datang”


“bagus! Jam 10.00” senior Alexi mengacungkan jempolnya dan tersenyum lebar. Dia berlari menjauh dan berkumpul di aula olahraga yang ada di panti Jelita ini. Selama 5 tahun ini diam-diam aku mulai mengikuti jadwal dan pertandingannya.


Apakah mungkin dia melihatku saat-saat itu? Aah aku senang mengetahui dia tidak terpengaruh dengan gosip yang menimpaku.


Yah..aku tidak sakit...aku hanya mimpi buruk.


...****************...


Krittiitt...kriit....derit suara pintu membangunkanku. Pagi ini aku bangun dengan menyimpan kemarahan yang luar biasa. Lelaki itu, pria itu seperti menghabisi akal dan pikiranku. Hanya karena itu...ya jiwaku seakan tertelan. Hidupku berubah sangat jauh. Wanita yang mengaku bibi ku tapi sebenarnya dia adalah orang lain, wanita yang menghabisi akar kehidupanku sedikit demi sedikit. Aku merasa kehilangan sisi diriku yang sebenarnya. Kenapa aku bahkan tidak dapat memilih apa yang aku mau.

__ADS_1


__ADS_2