HiTam

HiTam
Bab 13


__ADS_3

Aku menegak air minum yang ada di dapur. sungguh melelahkan. seharian ini membersihkan rumah bibi Mary yang sepertinya tidak pernah dibersihkan. rumah ini sudah menjadi milikku. Akan kujadikan tempat aku memulai dan mengakhiri semuanya.


mataku menyisir area dapur yang tidak terlalu besar. hanya ada satu kompor gas. dengan wastafel mini. rumah ini memang cocok untuk satu orang tinggal. tapi kesannya tidak cocok untuk bibi Mary. setelah melihat secara jelas dan diperhatikan dengan detail. rumah ini begitu lebih cocok untuk seseorang yang lebih ramah dan kalem. seperti seorang nanny??


Ting Tong. bel berbunyi.


spontan aku melirik ke arah pintu lorong menuju ruang tamu.


siapa yang malam-malam begini bertamu?


aku berjalan perlahan. lampu dengan Watt rendah agak mengaburkan pandanganku.


Ting Tong. lagi-lagi berbunyi.


aku mengintip dari lubang pintu.

__ADS_1


"Ibu Julia?!" bisikku. ada urusan apa dia kesini. aku diam sejenak. berpikir. setelah membiarkannya menunggu beberapa lama. aku memutar kunci dan membuka pintu. perlahan aku melongok keluar. hanya kepalaku saja. aku tidak membuka pintu lebar-lebar.


" Ibu Julia, ?". Ibu Julia terlihat tersenyum sedikit. dia melirik ke dalam rumah. aku makin mendongak memanjangkan leherku.


" apa kabar Diana? ibu merindukanmu. jadi ibu datang kesini untuk tahu bagaimana kabarmu." ibu Julia mengusap kedua lengannya. sepertinya dia kedinginan. aku melihat motor matic merek Vario parkir di halaman rumah. aku menatap ibu Julia lagi. dia meringis seolah meminta aku mempersilahkannya masuk. tanpa banyak tanya. aku membuka pintu full dan membiarkannya masuk.


ibu Julia masuk dan duduk di sofa kayu sambil terus memperhatikan isi perabot di dalam rumah bibi Mary. ah bukan, tapi kini menjadi rumahku.


aku duduk dihadapannya. menunggu. ibu Julia berdehem dan memperhatikan dengan penuh selidik. sesekali aku bisa melihat dia melirik ke arah dalam. seakan menunggu seseorang keluar dari sana.


" kamu sendirian? Mana bibi mu?" tanyanya lagi.


Nah ...betul kan aku bilang. Ada udang dibalik batu. Buat apa orang panti asuhan sampai datang kesini. Apa urusannya lagi antara mereka dengan bibi Mary?


" ehmmm...pergi pulang kampung" aku berusaha menjawab dengan normal.

__ADS_1


" pulang kampung?!" ibu Julia mendadak menegakkan punggungnya yg sedari tadi bungkuk menjadi lurus. dia terkejut.


" kenapa?!!" ibu Julia menatapku dan menggeleng.


" dia meninggalkanmu sendirian. Itu tidak baik". aku menatapnya dan mencari kesungguhan di sana. Apa dia benar ingin tahu kabarku atau kabar bibi Mary yang sudah menjadi pupuk di halaman rumahku??


...****************...


Aku merasa menggigil kedinginan. Malam ini terasa mencekam. Kepalaku pusing. Sepertinya aku demam.


Setelah hal ekstrem yang terjadi, kini fisikku tumbang. harus istirahat. Mereka (badan ini) seolah mogok untuk melakukan hal lebih.


Aku menatap ke arah jendela yang gordennya masih terbuka dan melambai karena tiupan angin. Ternyata aku tertidur di sofa ruang tamu. Aku mengangkat separuh tubuhku, menopangnya dengan sebelah tangan. Begitu temaram. Hanya lampu teras yang menyala.


Aku mencoba mengingat seharian ini aku sudah ngapain aja.

__ADS_1


Aku berjalan gontai menuju jendela. Berniat untuk menutupnya. Namun, di luar pagar aku bisa melihat siluet bayangan yang melintas berlari menuju sebrang jalan. Itu adalah deretan pohon karet. Siapa itu? Pikirku. Aku memicingkan mata. akan tetapi sosok itu sudah menghilang masuk kedalam kebun karet yang gelap.


__ADS_2