Human VS SCP

Human VS SCP
Bab 21 Langkahnya Tidak Bisa Tebak


__ADS_3

Beberapa saat yang lalu.


Setelah berbincang dengan SCP 049 dengan kata lain lewat pesan Morse, Adam kemudian memutuskan untuk pergi meninggalkan markas.


Bukan tanpa alasan ia melakukan hal tersebut karena ingin melihat rumahnya setelah beberapa waktu ia abaikan.


Tentu alasan tersebut tidak memperkuat argumen mengenai Adam yang keluar dari markas, bahkan dikala malam hari. Itu sangat berbahaya. Meskipun kemampuan Adam tidak bisa diremehkan.


Sehingga keinginan tersebut sempat ditolak oleh Rudolf, wakil pemimpin dan beberapa staff Asosiasi.


"Sebaiknya kamu ikut kami membicarakan hal penting, rapat mengenai teori-teori kemunculan makhluk SCP!" saran salah satu Staff kepada Adam ramah.


"Setuju sekali, dengan adanya dirimu kami nyakin dapat menentukan langkah selanjutnya secara objektif. Dunia membutuhkanmu!" sambung Staff lain.


"Apalagi teorimu nampak masuk akal dan membuat kami terkesima. Ku harap seseorang sepertimu mau menerima permintaan orang tua ini..." timpal Staff lain juga penuh harap.


Adam berpikir sejenak, ia memilih untuk mempertimbangkan permintaan mereka.


"Ah ... sebenarnya saya ingin bergabung, tapi sayangnya saya mempunyai urusan penting yang ingin saya lakukan sekarang!" Itulah keputusan Adam diikuti alasan lainnya. Tetap saja Adam bersih keras tak ikut rapat tersebut.


Namun pada akhirnya Adam bisa keluar dari markas Asosiasi.


Tentu saja bukan berkat alasannya yang tak kuat itu, tapi ia menggunakan koneksi Arabella.


Ruangan tempat pemimpin Asosiasi beristirahat.


Saat itu Arabella menemui ayahnya dan memintanya untuk mengijinkannya pergi keluar markas bersama dengan Adam, ia langsung to the point.


Pada awalnya permintaan Arabella tersebut ditolak mentah-mentah. Alasannya sudah jelas, karena permintaan itu terlalu susah untuk seorang ayah yang mencemaskan putri tercintanya.


Namun saat putrinya itu berbisik, tak lama ayahnya mengiyakan permintaan tersebut.


Masih tanda tanya?


Menggunakan pesawat elite khusus Adam serta Arabella diantar menuju tempat tujuan. Tentunya mereka berdua dijaga dengan sangat ketat.


Pesawat itu lalu mendarat di sebuah lapangan basket, kemudian keduanya keluar sembari diikuti oleh beberapa orang bodyguard.


Hanya saja putri tunggal pemimpin Asosiasi Arabella tepatnya sedang mengkhawatirkan Adam lebih dari orang-orang yang ada bersamanya.


Itu semua terlukis dari wajah manisnya.


"Ya, sudah cukup sampai disini saja!" ujar Adam berhenti di tengah jalan.


"Ta-tapi..." Arabella ikut berhenti lalu menyela, ia terkejut.


"Aku hanya ingin menemukan barang-barang yang tersisa saja di rumahku yang sudah hancur. Itu saja, lagian tempat ini sudah diamankan bukan?!" jelas Adam. Dan memang benar perkataannya.


Sebelumnya ia mengatakan kepada mereka para bodyguard di pesawat lain, lokasi tempat ia akan kesana.

__ADS_1


Sebab itu Adam memperkirakan mereka akan mengamankan tempat tersebut terlebih dahulu sebelum pesawat yang ditumpanginya mendarat.


"Ya, kami sudah mengamankan area ini. Tapi sebaiknya kami tetap mengikuti dirimu. Mengingat kau adalah orang penting di Asosiasi," saran salah satu bodyguard, disetujui oleh yang lain. Terutama Arabella.


Arabella sangat menghawatirkan Adam mengingat luka pasca operasi masih belum kering, ia menebak.


"Umm Adam, kamu sebaiknya menurut saja!" ucap Arabella akhirnya berani menyampaikan pendapat, meskipun dengan ekspresi malu. Dan beberapa saat berubah menjadi tampang memelas.


Sementara para bodyguard terlihat merasa senang, lantaran mereka tidak terpaksa membujuk Adam untuk tidak bergerak sendiri.


Cukup putri pemimpin Asosiasi yang bertindak dengan segala kelebihannya itu, mereka nyakin pria manapun akan luluh dengan kecantikannya.


Namun mereka tidak tahu jika putri pemimpin Asosiasi pernah ditolak olehnya.


"Maafkan aku Ara, aku tetap akan pergi sendirian. Untuk kali ini saja, lalu aku tidak akan membantah apa yang kamu bilang!" ujar Adam membuat Arabella terpanah, walaupun ia sempat kecewa.


Pada akhirnya Arabella memutuskan untuk menuruti permintaan Adam, dengan kata lain mengijinkan Adam untuk pergi.


Lantaran ia benar-benar terhipnotis melalui perkataan manis Adam barusan.


Walaupun hal itu tidak disetujui oleh mereka. Tapi apa daya, mereka tahu penolakan dengan alasan logis sekalipun tidak mempan melawan gadis yang sedang jatuh cinta.


"Baiklah, tapi ... kamu harus berhati-hati," pinta Arabella sembari mendekati Adam. Matanya melihat dengan sendu orang yang dicintainya itu.


"Hmmm, aku akan berhati-hati. Jadi tunggulah aku kembali..." Seraya ia mengelus pucuk kepala Arabella dengan senyuman hangat terpampang.


Setelah itu mereka berdua pun berpisah. Adam benar-benar pergi tanpa penjagaan sama sekali.


Tak lama ketua regu para bodyguard itu mendekati Arabella.


"Nona muda, bukannya saya menuduh, tapi mungkin saja dia mempermainkan nona!" ucapnya mengemukakan pendapat sambil berbisik.


"Enggak bakalan kok ... aku percaya dengannya~"


"Huuuh..." seseorang yang mengatakan hal itu menghela nafas panjang dikala Arabella tak melihat.


Di markas Asosiasi.


"Tak ku sangka pria itu memiliki kemampuan lain dalam memikat hati wanita, serta langkahnya itu tidak bisa ditebak oleh orang jenius sepertiku," gumam salah satu staf menangapi hal yang Adam lakukan melalui monitor yang terhubung dengan kamera drone.


•••


Saat ini Adam masih mendengarkan curahan adiknya yang terus mengatakan kemalangan nya selama ini, ketika ia tidak bersama dengan kakaknya.


Tapi ada saat dimana Adam melonggarkan pelukannya.


Jleb.


Saat itu pula ia menusuk sendiri adiknya dengan sebilah pisau tepat di jantungnya.

__ADS_1


"Ke-kenapa kak ... kenapa kakak lakuin ini kepadaku..."


"Ooh sudah jelas. Karena kau ini seorang penipu!!"


Mata Hana membola sempurna lalu tak lama setelahnya hal mengejutkan terlihat, tubuhnya tiba-tiba berubah menjadi sosok menyeramkan. Bahkan bisa dikatakan menjijikkan.


Sosok itu Adam kenal dengan sebutan "what is love" atau disebut SCP 031.


SCP seperti gumpalan urat dan otot berbentuk Amourphous mampu membuat gangguan pada mata korbannya.


Menipu korbannya seperti melihat seseorang yang sangat penting dalam hidupnya sedemikian rupa, bahkan dari suaranya sekalipun.


SCP berstatus tersimpan serta masuk kedalam class safe termasuk golongan SCP berbahaya.


Namun dihadapan Adam SCP itu seolah cacing biasa yang hanya bisa pasrah menunggu kematian.


"Tidak sia-sia aku bersekutu dengannya, ternyata dia mengetahui segala kelemahan setiap SCP. Sungguh orang yang ulet!" gumam Adam kemudian meninggalkan SCP 031 yang telah meleleh.


Kini ia telah berada didepan rumahnya yang telah hancur.


"Sigh, semua ini gara-gara orang itu. Dia pasti dalang dibalik kekacauan buruk ini!"


"Hanya saja aku tidak mengerti mengapa dia menculik Hana, kecuali..."


Selanjutnya Adam mengais reruntuhan bangunan rumahnya, beberapa saat sampai ia menemukan apa yang ia cari.


Ternyata ada ruangan bawah tanah tersembunyi di bawah rumah tersebut.


Dengan hati-hati sembari melirik kanan dan kiri Adam kemudian memasuki pintu masuk ruang bawah tanah tersebut dengan membuka penutup besi.


Di dalamnya bukan sekedar ruangan saja, namun jauh lebih komplit karena terdapat banyak peralatan dari berbagai bidang pekerjaan.


Thak.


Adam menaruh wadah kecil terdapat sel didalamnya. Lalu sebuah chip, dan kunci di atas meja.


Tak lama ia memulai bereksperimen. Adam kemudian fokus menyiapkan segala persiapan berhubungan dengan tindakan tersebut.


Sambil menunggu proses tertentu dari eksperimennya ia beralih pada objek kecil seukuran memori ponsel tersebut, chip.


Adam berkutat di depan layar monitor yang setiap saat tampilan monitor nampak begitu rumit, berubah-ubah.


Lalu di satu waktu layar monitor menampilkan peta skala satelit hingga diperkecil dan memperlihatkan titik lokasi.


Beranjak dari duduknya Adam kemudian meraih kunci yang hendak ia gunakan untuk membuka suatu brankas berukuran kecil didepannya.


Sebenarnya apa yang sedang Adam lakukan?


Sementara Arabella merasa ngeri melihat jasad makhluk SCP telah mati, karena ia memaksa mencari Adam yang lama pergi.

__ADS_1


__ADS_2