Human VS SCP

Human VS SCP
Bab 25 Sandiwara


__ADS_3

Perempuan itu diam seperti sedang berpikir sejenak mengenai ucapan Adam barusan. Hal ini rupanya yang ketiga kalinya Adam berhubungan dengan SCP, dalam arti kerjasama.


"...itu aku memiliki kemampuan diluar batas manusia!" jawabnya langsung dan nampak nyakin dengan kata-katanya. Menatap balik Adam dengan serius.


"Begitu ya, hanya omongan saja tidak bisa dipercaya." Seraya Adam menghela nafas, mengartikan jika dirinya malas.


"Ti-tidak. Aku serius!!"


"Kumohon ijinkan aku untuk ikut denganmu ... aku bisa melakukan berbagai hal. Kau tau, umurku bahkan sangat tua. Tapi tidak dengan penampilan abadi ini. Kurasa kita bisa menjadi..." belum usai bicara.


Wooshh...


Braaak!!


Sebuah kilatan super cepat barusan hampir saja mengenai Adam sesaat sebelum ia menghindar sambil memegang perut perempuan itu dari samping.


"Apa itu barusan? Dan hampir saja..." lirih perempuan itu menunjukkan mimik wajah seperti orang putus asa.


Sementara Adam melihat seksama jejak kerusakan yang ditimbulkan oleh kilatan barusan yang nampak seperti serangan horizontal.


Kehancuran di beberapa tempat bahkan menjadi lebih kacau lagi akibat sesuatu itu. Dan jejak hancur tersebut begitu luas hingga bisa dikatakan jejak peluncuran roket.

__ADS_1


Kini perempuan itu ingat jika dirinya dilindungi oleh pria idamannya itu, Adam. Sebelumnya ia mengira jika pria kesukaannya mengorbankan diri demi keselamatan dirinya.


Ternyata dia masih hidup dan masih bisa ia lihat.


"Apa-apaan makhluk SCP sepertimu mengeluarkan air mata, itu sangat di luar nalar." ejek Adam melihat SCP berwujud perempuan cantik itu meneteskan air mata.


"Huaaa aku tau kamu begitu peduli. Kalau seperti itu.. maka ... aku pasti akan melindungi dirimu juga, apapun yang kamu hadapi kelak."


Perkataan perempuan itu jelas bukan buaian dan kebohongan semata, ia memang bersungguh-sungguh. Terlihat jelas dari mimik wajahnya.


Hal itu membuat Adam akhirnya mendapatkan apa yang ia cari. Yaitu rekan yang bisa ia jadikan pelindung abadi.


Adam tersenyum penuh arti dikala memeluk perempuan itu setelah membangunkannya dari posisi berlutut di tanah.


"Tidak. Tapi apa perkataanmu bisa dipercaya?!" kali ini Adam dengan tegas mengatakan hal seperti itu, memastikan.


"Kamu percayalah, aku tidak sedang menipu dan sebagainya. Kamu bisa mempercayai diriku sepenuhnya, karena aku sudah menjadi milikmu!" ucap perempuan itu asal memutuskan.


•••


Dari sandiwara itu Adam mendapati banyak informasi mengenai sosok SCP tersebut, serta hubungannya dengan seseorang yang menjadi pengendali makhluk-makhluk SCP.

__ADS_1


Ternyata SCP 126 tidak dalam kendalinya, itulah kesimpulan lain yang Adam dapati. Jadi perempuan itu bisa ia gunakan jika memang diperlukan.


Lain halnya kondisi di markas Asosiasi yang sebelumnya menjadi genting karena ulah penyerangan makhluk SCP serta penyerangan dari pesawat misterius.


Kini situasi kembali membaik seperti sediakala berkat Wal'er mengurus pesawat itu.


Ia telah menemukan komputer kuantum tipe pertama dan menggunakannya untuk memprogram ulang pesawat tanpa pilot itu dari jarak jauh.


Alhasil tabrakan antar dua objek mirip pesawat itu mengakibatkan beberapa objek lainnya mengalami nasib sama.


Padahal saat itu Wal'er tidak berada di markas, ia tengah mengurusi sistem kendali para Terminator.


Beberapa jam kemudian.


Di ruang penahanan Asosiasi kini bertambah lagi seseorang yang harus menerimanya, hukuman atas tindakannya itu.


Sebenarnya dipelopori oleh satu orang hingga mempengaruhi tiga staf eksekutif sekaligus.


Mereka rupanya adalah pengkhianat yang mendukung aktivitas dalang di balik kekacauan ini.


Tujuan mereka membelot pun agar menciptakan tatanan dunia baru setelah mengalahkan dalang itu.

__ADS_1


Bahkan temuan bukti mengarah pada mereka yang pernah berkomunikasi lewat pesan rahasia dengan orang yang diduga dalang dibalik tragedi yang bakal menjadi sejarah ini.


__ADS_2