Human VS SCP

Human VS SCP
Bab 31 Kisahnya


__ADS_3

Perkataan Raja Arthur barusan hanya didengar mentah-mentah cuma dikira lawakan saja dari seseorang yang bukan ahli dalam bidangnya. Begitulah Juro berpikir.


"Sudah kuduga dirimu bakal berbicara hal bodoh, lebih baik tidak usah memberimu kesempatan untuk berbicara!" ujar Juro kian marah.


Belum melampiaskan emosinya Juro langsung terpukau, ketika sebuah drone memproyeksikan layar hologram.


Menampilkan foto gadis cantik yang mana tak asing bagi Juro, dia rupanya perempuan tua yang sebelumnya Juro hina.


"Jadi begitu, perempuan tua itu dahulu pernah mencapai popularitas serta memiliki kehidupan masa muda yang cerah. Namun sayangnya waktu telah menelannya, atau mungkin sebuah kejadian telah mengubah 180° kehidupannya," ucap Juro yang mana membuat perempuan tua yang disana kembali mengingat masa lalunya.


"Baiklah, karena kau sudah tau alasan diriku selalu berada disisinya karena dia adalah kekasih ku dahulu. Dan meskipun dia sepertinya ini aku masihlah tetap mencintainya," pungkas Raja Arthur benar-benar bersungguh-sungguh saat berucap, terlihat dari raut keseriusannya itu.


Juro semakin percaya, namun ia sedikit kesal sekarang.


"Cih, kali ini kau beruntung. Lain kali aku akan datang untuk membalaskan dendam," Setelah mengatakan itu Juro langsung hilang dari pandangan kedua orang itu.


"Baiklah, karena sekarang masalah itu sudah teratasi mari kita berburu makhluk SCP saja. Aku sudah muak dengan semua ini keke ..." ucap Raja Arthur didengar oleh perempuan tua itu.


Mungkin karena pesawat yang ditumpanginya tadi dibawa pergi oleh seseorang, membuat Raja Arthur emosi.


"Tenanglah, anak muda tadi memang pantas mendapatkan tumpangan itu. Aku sendiri melihat takdir seperti apa yang akan dia alami," ucap perempuan tua itu.


"Hanya saja jangan menggunakan cara berbohong untuk mengamankan situasi!" sambung perempuan tua itu menunjukkan ekspresi tak senang sembari melenggang pergi.


"Hei ... lagian cerita mengenai kebohongan diriku yang merupakan kekasihmu ada benarnya juga. Dulu kita pernah berkencan," balas Raja Arthur sembari mengingat masa-masa indah dulu.


"Dasar, semua pria sama saja."


•••


Hana berusaha untuk menahan emosi lantaran mengetahui semua kebenaran mengenai kakaknya.


Yang selama ini telah mengurung dirinya secara tidak jelas dan tanpa maksud lain. Hana merasa dirinya telah dipermainkan.


"Kak! Apa tujuan Kakak membawaku kemari?" tanya Hana sudah geram dengan perbuatan kakaknya itu, rasa-rasanya ia ingin memukulnya.


"Hana.. Hana.. harusnya kamu menyimak perkataan ku sebelumnya, bahwa aku ini bukanlah kakakmu yang asli!" Perkataan Adam barusan membuat Hana bingung.


Tapi tunggu sebentar, jika Nikola Tesla yang dikatakan oleh kakaknya itu adalah Nikola Tesla sesungguhnya maka...

__ADS_1


"Dunia paralel, kamu pasti pernah mendengarnya," sambung Adam menegaskan maksud perkataannya.


"Jadi ... benar jika kakak berasal dari paralel lain, lalu semua yang terjadi saat ini...."


"Tentu saja ulah ku!"


Maid itu hendak menghentikan Adam untuk tidak terlalu banyak memberitahukan tentang dirinya. Namun sayangnya ia tak sempat.


Hana kembali merenung, ia sebenarnya dalam keadaan kacau sekarang. Tidak tau apa yang harus diperbuat agar ia dapat keluar dari tempat ini.


Pilihan terbaik yaitu memastikannya dengan mata kepala sendiri.


"Sebenarnya rencana ku kemari guna mengubah dunia fana ini, menjadi kumpulan kehidupan yang harmonis. Tidak lagi ada penderitaan dan kesedihan, semuanya akan hidup bahagia," terang Adam sesaat kemudian. Sedangkan Hana berusaha untuk mencerna.


Adam melanjutkan perkataannya, sebelumnya ia sempat ditahan oleh Maid itu, tapi Adam bersikeras dan memerintahkan maid itu untuk tidak melarangnya berbicara.


Inti dari tujuan Adam dari multiverse lain itu tak lain mengubah kehidupan di dunia secara menyeluruh.


Memusnahkan populasi manusia lalu setelah itu menciptakan manusia baru, dimana setiap manusia ciptaan itu akan diberi sebuah chip dalam setiap otak mereka.


Memungkinkan Adam mendapatkan pengendalian penuh atas mereka.


Hana Makaira masih naman yang sama, memiliki kehidupan yang berbeda. Mempunyai riwayat penyakit kronis sehingga harus dirawat secara intensif.


Keadaan keluarganya pada saat itu sedang kacau, ibu dan ayah mereka bercerai. Pada akhirnya Hana ditelantarkan lantaran tak ada pemasukan kepada pihak rumah sakit untuk melanjutkan pengobatan.


Berungkali Adam meminta bantuan kepada seseorang entah itu kerabat ataupun orang-orang yang dirasa dapat membantunya.


Sayangnya tidak ada seorang yang membantu.


Sampai akhirnya Hana Makaira dikabarkan meninggal saat Adam lelah mencari bantuan, membuatnya tidak makan apa-apa selama beberapa hari.


Sementara kedua orangtuanya entah mengapa lepas tangan begitu saja, mereka menghilang setelah kabar penceraian terdengar.


"Sial, sial, kalian para manusia memang egois. mementingkan diri sendiri tak peduli dengan orang lain, meskipun bukti sudah ditunjukkan!" umpat Adam seraya menggebrak tanah dalam kondisinya yang sudah kacau.


Hari-hari pun berlalu, kematian Hana mengubah pribadi Adam yang dahulu murah senyum kepada siapa saja.


Kini mengubahnya menjadi manusia tanpa perasaan sama sekali.

__ADS_1


Bahkan saat ia berpapasan dengan tiga orang perampok di jalanan, terlihat sedang mengancam seseorang, Adam malah menembak si korban.


"Nah, sekarang kalian bisa mendapatkan apa yang kalian mau...."


Tentu saja ketiga perampok itu terkejut.


Tahun-tahun berlalu, rupanya Adam kerap kali melakukan aksi kejahatan demi mendapatkan pundi uang demi menjalankan sebuah eksperimen.


Hingga banyak uang yang sudah terkumpul, dan ekperimen ilegal tersebut ia jalankan seorang diri.


Sebuah peti terdapat jenazah yang mana adalah mayat Hana Makaira. Sengaja diawetkan untuk kepentingan pribadi.


Sebenarnya Adam telah menggali kuburan adiknya.


Percobaan demi percobaan dilakukan demi mendapatkan serum kehidupan.


Adam percaya bahwa manusia yang telah meninggal dapat dihidupkan kembali jika mekanisme dalam tubuhnya kembali berjalan. Meskipun tanpa jiwa.


Terdengar seperti sebuah eksperimen gila, namun nyatanya berhasil.


"Akhirnya setelah banyak percobaan gagal diriku mampu menghidupkan kembali--"


"Angkat tangan! Dan jangan melawan, kami akan menangkap anda karena mendengar kabar bahwa anda ini melakukan eksperimen ilegal!" ujar anggota kepolisian yang kini memasuki kediaman tuan Adam.


"Kalian...." Adam berdecak seraya menunjukkan raut kekesalannya saat menoleh.


Meskipun begitu ia tetap tenang melihat kembali adiknya yang kini dalam keadaan hidup, meskipun sekarang ini dia terlihat kebingungan.


"Hana, apa kau ingat denganku?" tanya Adam kepada adiknya lirih. Saat ini Hana sedang beranjak dari ranjang ekperimen setelah duduk sesaat sembari mengamati sekitar.


Hana menyipitkan matanya, kemudian membuka mulut.


"Kamu, siapa ya? Aku tidak mengenalmu, lalu kenapa aku bisa ada disini??"


"Apa.." Tentu saja membuat Adam shock. Ya. Masih bisa dimaklumi lantaran keadaan Adam saat ini terlihat jauh berbeda saat terakhir kali adiknya menutup mata tuk selamanya.


Adam sudah memasuki umur 70 yang mana penampilan tak seperti dulu.


Karena berbagai eksperimen ia pun tak memperhatikan dirinya, sehingga wajah Adam benar-benar tidak mengidentifikasi dirinya.

__ADS_1


__ADS_2