Human VS SCP

Human VS SCP
Bab 34 Dunia Diambang Kehancuran


__ADS_3

Hana bergeming setelah melihat seorang kakek bertubuh besar serta berotot. Berambut putih serta memiliki mata tajam bagaikan petir.


Kini melayang tidak menginjak tanah setelah berlari dengan kecepatan konstan seperti mengejar seseorang.


Tentu saja apa yang ada dihadapannya diterobos begitu saja, lantaran tubuhnya tembus pada benda padat.


"Siapa anda, kenapa seperti sedang memburuku?" tanya Hana berusaha menghilangkan rasa gugup dari ketakutannya.


Hana sebenarnya tau siapa orang didepannya itu. Hanya saja ia berusaha untuk mengulur waktu.


Yang ditanya tidak menjawab, malah semakin dekat dengan Hana yang kini semakin cemas.


"Gawat ... diakan kalau ga salah SCP paling berbahaya dari mahluk SCP lainnya. Dia adalah SCP 343," gumam Hana dalam hati. Tak menyangka bahwa ia memiliki pengetahuan seputar informasi berkaitan dengan SCP.


SCP berwujud humanoid seperti kakek tua itu berdiri dengan senyum menyeringai, kembali dia menginjakkan kaki pada lantai lab.


"Rupanya kau mengenalku ya, wahai manusia," ucap SCP 343 yang mana membuat Hana shock. Barusan omongannya seperti seorang cenayang yang merasuki pikiran.


Tak lama Adam tiba setelah Hana tak bisa berkutik lagi untuk melarikan diri. Rupanya SCP 343 adalah utusan guna menangkap Hana ditengah pelariannya tadi.


Hanya saja kenapa dia sampai segitunya melepas SCP yang menyatakan dirinya tersebut sebagai dewa hanya untuk menangkap seorang perempuan saja.


Tidak diketahui apa maksudnya, bahkan Hana sendiri masih berspekulasi.


"Tangkap dia!" titah Adam.


Sayangnya yang diperintah hanya diam seperti tidak mendengarkan perintah.


"Apa-apaan ini, kubilang--"


Ucapan Adam terpotong ketika mendapati SCP 343 tengah menatapnya tajam.


Adam akhirnya sadar subjek dari percobaannya ini tidaklah terpengaruh oleh chip yang tertanam di dalam otak.


"Cih, harusnya tidak ku lepaskan dia, tapi karena tujuan itu aku harus..."


"Kekeke manusia memanglah serakah. Kau ingin memperalat diriku demi tujuan balas dendam saja, menggunakan sebuah kedok tatanan dunia tanpa adanya kesengsaraan!" sela SCP 343 mengoceh yang rupanya mengetahui detil tujuan Adam.


"Haha benar sekali, anda rupanya bisa membaca pikiran juga ya. Kalau begitu anda pasti senang mendengar sebuah rencana tak terpikirkan oleh umat manusia sebelumnya bukan?!" Kini Adam malah memperjelas nya tanpa harus ditutup-tutupi lagi.


SCP itu terlihat mengerutkan dahi, barulah ia berujar bahwa rencana yang dikatakan Adam tadi memanglah rencana yang sempurna.


"What!? Apa yang anda bilang tadi?" seloroh Hana mempertanyakan omongan barusan SCP 343. Menurutnya sama gilanya jika benar-benar setuju pada rencana itu.

__ADS_1


"Pfff, kau sampai seserius itu Hana. Adikku yang tercinta. Sebenarnya yang tadi itu adalah drama lho, aku ini hanya mengulur waktu. Agar kau lengah pada rencana mu!" jelas Adam terkekeh, ia rupanya mempermainkan Hana sekaligus menggagalkan rencana Hana yang sebelumnya di pelopori oleh Nikola Tesla.


Beberapa saat yang lalu.


Saat Hana masih memiliki waktu berbincang dengan seorang ilmuwan jenius. Hana diberikan kepercayaan untuk menyelamatkan peradaban manusia.


Tesla berkata bahwa bencana yang terjadi sekarang ini benar-benar akan mengurangi banyak sekali populasi manusia.


"Terimalah ini, kertas ini adalah petunjuk agar memusnahkan sebagian dari para makhluk SCP yang tengah memporak-porandakan dunia," pinta Tesla penuh harap kepada Hana.


Sebuah kertas hasil kerja keras Tesla selama dirinya dipergunakan oleh Adam sebagai otak rencana jahatnya.


Dikendalikan serta digunakan semaunya secara paksa lantaran sebuah chip yang terpasang pada otak Ilmuwan hebat itu.


•••


Di waktu yang sama Adam tengah menghadapi ancaman terburuk dari SCP berjulukan Leviathan.


Makhluk besar berwujud naga itu bergerak mengejar pesawat Asosiasi yang kini ditumpangi oleh mereka berdua.


"Adam ... makhluk itu sudah semakin dekat, apa pesawat ini tidak bisa melaju lebih cepat lagi. Paling tidak kita jauh dari makhluk berbahaya itu!" seru Shelli nampak khawatir.


"Tentu saja sedang aku usahakan. Namun pesawat ini tidak bisa terbang terlalu tinggi serta lebih cepat lagi!" jawab Adam tegas.


"Tidak salah lagi, pasti kemampuan makhluk itu."


Tak lama pesawat jet yang mereka tumpangi mendarat secara terpaksa. Ada anomali yang malah membuat sistem pesawat mengalami malfungsi.


Bahkan sesuatu lebih mengejutkan lagi datang menambah kesan menegangkan.


Entah mengapa Mahluk Leviathan tadi mulai menghilang tidak terdeteksi oleh radar lagi setelah penyerangan balasan bersenjatakan misil.


"Jadi ini, sebab makhluk itu pergi. Karena mahluk yang lebih besar darinya sampai turun tangan. Hehe.. segila apa orang itu sempai mengirim makhluk sebesar pulang hanya untuk membunuh orang sepertiku," gumam Adam melihat kemunculan makhluk SCP jauh lebih besar dari makhluk berjulukan Leviathan tadi.


Byurrr!!!


Beberapa saat kemudian makhluk itu meluncur bebas memasuki lautan dengan tubuh besarnya. Yang mampu membuat ketinggian ombak hingga bermeter meter.


Bahkan jatuhan dari tubuhnya itu menghantam pesawat yang ditumpangi oleh Adam dan Shelli.


Lalu bagaimana nasib mereka berdua?


Sementara itu kekacauan diakibatkan oleh SCP masih belum tuntas secara total.

__ADS_1


Terus muncul makhluk serupa hingga menyebabkan lonjakan kematian di kota-kota besar secara mendadak.


Kini makhluk SCP akan muncul di tempat-tempat random. Parahnya lagi tempat-tempat itu tak luput dari negara, kota, serta dimana pun.


Berbagai negara sudah mengalami dampak secara keseluruhan.


[Diumumkan kepada seluruh warga dunia akan kehancuran setiap negaranya. Dihimbau untuk tetap tenang sembari menunggu bala bantuan elit tiba!]


Sebuah pengumuman siaran televisi dunia menghack berbagi perangkat guna mengumumkan hal tersebut.


Pihak Asosiasi akhirnya menunjukkan jati diri mereka pada publik secara langsung melalui siaran darurat.


Raja Arthur serta partner perempuannya tidak lagi berniat pergi ke sebuah pulau di duga tempat dalang kemunculan SCP.


Ia lebih memilih menyelamatkan nyawa banyak orang serta berperan penting dalam mengurangi korban jiwa.


Sementara Carolus juga sama, ia memiliki untuk pulang sementara guna melindungiku orang-orang penting baginya.


"Akhirnya seluruh dunia merasakan sendiri penderitaan orang-orang kecil sepertiku, hancurlah sehancur-hancurnya hahaha," oceh seseorang yang diduga kehilangan seluruh keluarga tercintanya. Ia menolak diselamatkan.


"Tsk," Andi berdecak kesal. Sendari tadi ia mengamati seseorang itu untuk ditolong, namun melihat tingkahnya yang semakin menggila ia jadi ragu untuk membawanya.


Krauk.


Tiba-tiba saja makhluk menyerupai ular raksasa muncul dari bawah dan melahap seseorang itu.


Tentu saja membuat Andi emosi serta menyalahkan diri atas kematian pria gila tadi.


Shut.


Dractk!!


Tap.


Barusan Andi melesat begitu cepat setelah melakukan tolakan pada sebuah bangunan. Diketinggian gedung lantai 4.


Lalu menerobos tubuh SCP itu tepat pada titik dimana seseorang yang telah dilahap tadi, berada di dalam ular raksasa itu.


"Haa.. ha.."


Seseorang itu terselamatkan, namun nafasnya tersengal-sengal. Sementara ular raksasa tadi masih dapat bergerak, meskipun tubuhnya telah berlubang.


Ular itu menatap tajam Andi sembari bersiap-siap untuk menyerang.

__ADS_1


Beda dengan Andi yang seolah tidak terjadi apa-apa. Tidak ada kuda-kuda sama sekali yang pasang.


__ADS_2