Human VS SCP

Human VS SCP
Bab 30 Gangguan SCP Aneh


__ADS_3

SCP cantik nan seksi itu terus merajuk entah kenapa, Adam masih belum mengerti sendari tadi.


Akhirnya setelah beberapa saat ia berusaha untuk mempersiapkan perjalanan dari mulai mengisi bensin kapal dan melengkapi peralatan. Adam memberanikan diri untuk bertanya.


"Baiklah, aku menyerah. Apa yang membuatmu terlihat seperti sekarang ini. Enggan berbicara padaku, atau mungkin kau lebih memilih untuk pergi," ujar Adam menebak asal secara sengaja.


"Tidak, tidak! Bukan begitu ... aku hanya--"


Belum menyelesaikan kalimatnya keduanya dikejutkan oleh suara teriakan memekik. Saat SCP berwujud perempuan itu akan melanjutkan pembicaraan Adam sudah tidak ada didekatnya.


Kini Adam bergerak ke sisi daratan, sebelumnya ia sudah berada di atas kapal pesiar.


Adam melihat dengan seksama dan ternyata yang membuat beberapa orang teriak bersumber dari arah kapal karena suatu kejadian aneh.


Mungkin saja pengaruh salah satu makhluk SCP, atau bisa saja jenis makhluk SCP aneh lainnya.



Hanya terlihat kaki-kakinya saja yang menyerupai kaki laba-laba berukuran raksasa. Menempel pada bagian kanan dan kiri kapal hingga nampak seperti kapal bertranformasi dengan laba-laba.


Mengerikan sekaligus ngeri, dan jijik. Itulah yang dirasakan para penumpang kapal saat ini.


"Tch," Adam berdecak saat melihat pergerakan kapal yang kini menuju daratan. Sementara kapal yang sebelumnya sudah berlayar kini bergerak kembali menuju daratan.


"Adam, kita lebih baik serahkan hal ini kepada tim khusus. Aku nyakin bala bantuan akan segera tiba," pinta perempuan itu yang sudah berada didekat Adam.


Adam sebenarnya ingin mengabaikan hal ini, dan langsung melakukan perjalanan menuju pulau di mana tempat adiknya diculik. Namun jiwa kemanusiaannya terus mendorongnya agar tak mengabaikan kejadian saat ini.


Brak.


Brak.


Kaki laba-laba yang menempel pada kapal berjalan dengan semaunya. Sehingga menabrak dan menginjak apa yang ada didepannya.


Tentu para penumpang menjadi semakin panik dan ketakutan.


Adam melesat dari atap bangunan ke atap bangunan lain untuk mengikuti kemana tujuan kapal tedapat kaki laba-laba itu pergi.


Akhirnya Adam memutuskan untuk bertindak sendiri demi meminimalisir korban jiwa lagi. Sekiranya ia membantu mereka sebelum bala bantuan datang.


Terlihat kapal berkaki itu akan menabrak sebuah bangunan tinggi.


"Tidak ... aku akan mati...."


"Kenapa nasibku jadi seburuk ini, padahal aku mengira aku akan selamat...."


Hampir semua penumpang cemas dan histeris.

__ADS_1


Tap.


Duk.


Berhasil berada di dekat kapal yang akan menabrak bangunan di depannya, Adam melakukan tolakan tajam hingga membuatnya seakan melesat tajam pada bagian samping kapal.


Dengan dorongan kedua tangannya dibantu oleh gerakan melesat tadi Adam mendorong sisi samping kapal agar bergerak menjauhi bangunan. Dan itu berhasil.


Meskipun begitu itu hanya permulaan saja, kapal-kapal lain juga mengalami hal yang sama.


Seolah kaki laba-laba itu sengaja menabrakkan diri.


Dan disaat Adam hendak kembali melakukan aksi yang sama sebuah pesawat tak asing baginya melintas. Tak lain adalah pesawat milik Asosiasi.


Beberapa saat hingga akhirnya bala bantuan datang. Rupanya para Cybor juga ikut membantu.


Tim satu diketahui Raja Arthur beranggotakan Juro dan Carolus kini ikut membantu.


Juro bergerak sangat cepat sampai dalam sekejap memotong keempat kaki jenjang pada sebuah pesawat hingga menjadi potongan kecil-kecilan.


Otomatis kapal tanpa kaki itu jatuh kebawah, membuat para penumpang histeris.


Namun tak disangka jatuhan kapal tersebut tak seperti yang mereka bayangkan.


Rupanya Carolus menahan jatuhan kapal tersebut dengan satu tangannya, lalu menaruhnya dengan aman pada daratan.


Meskipun beberapa bangunan harus menjadi korban.


Melihat kondisi saat ini sudah membaik tak perlu dirisaukan karena bala bantuan sudah datang, Adam akhirnya mengiyakan saran barusan.


Ia pun pergi meninggalkan kapal-kapal berkaki yang kini bergerak ke tengah kota.


Hanya saja saat kembali ke kapal pesiar untuk menjadi tumpangannya itu, terlihat kapal tersebut telah rusak.


Sebelumnya terdapat kaki laba-laba pada kapal pesiar sebagai tumpangan Adam itu, lalu saat ditinggalkan SCP berwujud perempuan berusaha untuk merebut kembali kapal milik kekasihnya.


Meskipun berhasil namun kerusakan kapal tak dapat dihindari.


"Maafkan aku yaa, aku tidak sengaja ..." ucap perempuan itu lirih, merasa bersalah.


Bagian bawah kapal pesiar tersebut terutama samping kanan dan kiri terdapat lubang.


"Tidak apa-apa, lagian kapal itu bukanlah tumpangan kita!"


"Huh? Terus...."


"Ya. Pesawat itu," tunjuk Adam ke arah pesawat yang tak jauh darinya. Pesawat milik Asosiasi, tumpangan dari tim satu tadi.

__ADS_1


"Emangnya kamu bisa--"


"Kyaa!?"


"Tidak usah banyak bicara, ayo kita bergegas," ucap Adam seraya mengangkat tubuh perempuan itu seperti adegan romantis.


Wuss.


Pesawat tersebut akhirnya lepas landas dan diketahui oleh Raja Arthur hingga ia geleng-geleng kepala dari kejauhan.


Sementara Juro terus menebas kaki laba-laba yang menempel pada kapal. Ia tak menghiraukan bantuan dari para Cybor.


Usai menyelesaikan masalah diakibatkan SCP terbilang aneh berwujud kaki laba-laba tanpa badan, masalah lain entah kenapa kian muncul.


Para Cybor tiba-tiba saja menyerang bala bantuan yaitu tim pertama pihak Asosiasi dan bala bantuan lain.


"Ada apa dengan kalian, bukannya kami ini kawan?" tanya Carolus yang sempat diincar oleh tiga Cybor sekaligus, dengan segala persenjataan mematikan.


Tidak ada jawaban. Dan serangan selanjutnya seperti memberitahukan bahwa mereka bukanlah kawan sesungguhnya.


Padahal barusan para Cybor ikut membantu.


"Bodoh. Kalian kira membunuhku semudah membunuh semut!" ucap Carolus.


Trass.


Satu Cybor yang mengincarnya berhasil Carolus atasi, ia langsung saja menghancurkan kepala Cybor itu dengan genggaman saja.


Sementara kapal-kapal yang kini berada di daratan menjadi incaran para Cybor yang seakan kerasukan itu.


Menembaki para penumpang kapal hingga kondisi semakin riuh. Namun sebelum hal mengejutkan itu terjadi, hal tersebut sudah diramalkan oleh seorang wanita tua berpakaian seperti peramal pada umumnya.


Wanita itu bersama dengan Raja Arthur sekarang. Dilindungi pula oleh dua orang agen terlatih.


"Luar biasa juga kemampuan mu nenek tua," ucap Juro yang kini sudah berada disekitar Raja Arthur. Mungkin sekarang ia memiliki maksud tertentu.


"Jaga ucapanmu!" gertak Raja Arthur kepada Juro.


"Jaga ucapan, yaa sebenarnya panggilan itu pantas untuk nenek yang disana. Lagian aku kemari untuk membalaskan dendam."


"Kau, lagi-lagi mengungkit tentang itu. Lihat sekarang. Situasi tak memungkinkan bagi kita untuk bersitegang!" tegas Raja Arthur, ia sebenarnya menahan emosi.


Juro terus mendesak Raja Arthur yang pada akhirnya emosi sang Raja membuncah.


"Untuk kali ini, kau akan menyesal karena telah bertindak gegabah," ujar Raja Arthur.


"Heh, baiklah. Aku akan berbaik hati untuk yang kedua kalinya. Hanya jika dirimu mengaku kenapa kau begitu tunduk kepada perempuan tua itu?"

__ADS_1


Raja Arthur tersenyum smirk ia kemudian memperkenalkan siapa perempuan tua disampingnya.


"Dia adalah perempuan tercantik di dunia," ucap Raja Arthur begitu percaya dirinya. Namun Juro malah terkekeh geli.


__ADS_2