Human VS SCP

Human VS SCP
Bab 27 Entitas dan Mahkluk SCP


__ADS_3

Dihadapan seorang pria bertampang bringas serta bertato di sekujur tubuhnya, yang kini sudah telanjang sempurna. Makhluk tanpa mata itu tersenyum dengan giginya yang tajam bak pisau.


Wus.


Humanoid berwujud layaknya manusia itu sekali lagi menyerang targetnya tanpa kenal lelah. Hal itu karena lawannya abadi.


Demon terbunuh lebih dari sepuluh kali dengan berbagai kondisi tragis serta mengenaskan.


Lawannya bukan hanya SCP bertipe humanoid itu, melainkan ada tiga SCP berwujud hewan buas serta dua entitas aneh.


Sebuah bola mata berukuran raksasa melayang di udara. Sebagian dari bagian bola mata itu terdapat sesuatu mirip tentakel namun berwarna gelap pada tubuh.


Menggeliat serta bergerak-gerak, menimbulkan benda di sekitar melayang seperti momen supranatural.


Jleb.


"Khukk!" Lagi-lagi Demon harus terkena serangan mematikan berupa cakaran pada perutnya untuk kesekian kali.


Penyerang tak lain adalah pelaku yang sama, yang sebelumnya merobek isi perut pria itu. Yaitu SCP tanpa nama memiliki wujud campuran hewan.


Uniknya SCP tersebut dapat berubah-ubah wujud menjadi hewan apapun di dunia. Entah pada bagian tangannya saja ataupun kakinya, bisa sesuka hati.


Tampang layaknya hewan menyerupai manusia dari cara berjalan dengan menggunakan kedua kaki bagian belakang.


Demon terlihat tersenyum dikala bagian-bagian tubuhnya mulai kembali beregenerasi. Barusan kepalanya juga terbelah menjadi dua bagian tepat pada bagian tengah mulut.


Bersamaan dengan itu reruntuhan dari berbagai bangunan serta kontur jalan menimpa tubuh manusia mutan berjulukan abadi tersebut.


Dilanjutkan oleh SCP berwujud lumpur yang mana membuat tubuh Demon dilumuri lumpur berbahaya.


Sampai akhirnya tubuh pria bertato itu tenggelam dalam reruntuhan bercampur lumpur. Dan sudah tak terlihat lagi.


Empat SCP itu kemudian pergi meninggalkan bekas pertarungan melawan seorang mutan tangguh itu setelah beberapa kali memastikan bahwa lawannya telah dihabisi.


Namun belum jauh mereka pergi.


Crak.


Jleb.


Wuss


Ketiga dari keempat makhluk SCP itu tergeletak dalam kondisi mengerikan hanya dalam hitungan detik.


Tubuh ketiganya sampai tak dapat diindentifikasi.


Rupanya beberapa detik sebelumnya sesuatu berkecepatan super cepat melesat bagaikan rudal dan menghantam satu persatu mahluk SCP.

__ADS_1


Bahkan pengerakan itu tak bisa dielak oleh entitas yang dapat memprediksi sesuatu.


"Sepuluh kematian, hahaha sebanding dengan apa yang aku dapati."


Nyatanya Demon sengaja terbunuh untuk mencari informasi penting berkaitan dengan lawannya.


Namun tujuan utama bukan hanya berfokus untuk mengalahkan ketiga makhluk SCP, melainkan mendapatkan kemampuan musuh


Kini pria itu memiliki wujud seperti monster, dengan kata lain gabungan dari wujud ketiga makhluk SCP yang telah ia tumbangkan.


Tak jauh darinya entitas bola mata mulai menggunakan kemampuannya.


Pertama-tama entitas itu melindung diri menggunakan reruntuhan yang telah dilumatkan.


Kemudian entitas itu seakan menggunakan seluruh kemampuannya.


Tanah bergetar hebat seakan gempa berkekuatan dahsyat.


Sampai akhirnya tanah di bawah kaki Demon berpijak terbelah menjadi dua.


Di saat tubuh Demon jatuh pada celah kedua tanah, bagian dari kedua tanah renggang itu menutup dengan cepat. Menimbulkan suara dentuman keras.


Belum puas entitas itu kembali mengaktifkan kemampuan esper guna mengangkat seluruh tanah di kota ini.


Di saat mobil-mobil, berbagai bangunan, dan lain sebagainya mulai mengarah ke atas. Andi selaku tim dua berlari menuju entitas mirip bola mata setan itu.


Tanpa peduli dengan sekelilingnya yang kini hampir luluh lantak.


Kecepatan itu terus bertambah seiring waktu sampai-sampai terasa mengisyaratkan sesuatu oleh entitas itu. Yang kini bola mata tersebut menatap lebar dari celah pelindung.


Bruk.


Tak ingin seorang manusia itu berhasil mencapainya entitas berwujud satu bola mata mulai melakukan serangan-serangan dari jarak jauh.


Hal itu dilakukan untuk menghambat pergerakan lawan.


Sebuah reruntuhan dilumat hingga dibuat sedemikian rupa mirip dinding dihempaskan ke arah laju target. Tepat di depannya.


Membuat laju pergerakan Andi terganggu sementara, akan tetapi di serangan lawan yang kedua ia berhasil melewati hadangan tersebut.


Meskipun ketinggian dinding reruntuhan dua kali lipat dibandingkan tinggi Andi yaitu 170cm.


"Sekarang aku baru ingat jika di negara asalku terdapat sebuah tradisi, dinamakan lompat batu. Dan yaa ... diriku pernah memecahkan rekor dari tradisi tersebut," kata Andi bermonolog disela waktu lari.


Mendapati lawan tak bisa dicegah entitas itu menggila. Kini mobil-mobil yang sebelumnya melayang-layang serta sesuatu benda terbuat dari besi, baja, dan tembaga dibuat menjadi kumpulan jarum.


Andi agak terkejut, namun langkahnya masih tetap sama. Lajunya tidak berkurang sedikitpun.

__ADS_1


Tak jauh didepannya bisa dibilang di ketinggian tertentu layaknya awan mendung hendak menjatuhkan air hujan. Jarum yang tadi dibuat entitas bola mata kini menuju pada Andi.


Pijakan yang sebelumnya tak menyulitkan kini lebih sulit dari sebelumnya.


Andi harus berhati-hati dalam memilih pijakan dengan langkahnya yang panjang itu.


Dikala kumpulan jarum berterbangan itu sudah dekat dengan target.


Wuss


Andi melesat pada celah memiliki tingkat keberhasilan keluar dari sana satu persen dari sekumpulan jarum yang mengepungnya.


Tolakan barusan seperti pegas layaknya tali ketapel tak terbatas pada penggunaan, sehingga waktu melesat Andi barusan tampak mengejutkan dan tak tertebak.


Menggunakan gerakan zig-zag lalu langkah berat terakhir pemusatan pukulan.


Demon kini berada tepat di belakang SCP berwujud entitas mata itu.


Tubuhnya sudah bertransformasi menjadi lebih gila lagi. Tak terlihat sisi kemanusiaan sama sekali.


Tapi meskipun begitu ia masih memiliki kendali penuh atas kelebihannya itu.


Bersamaan dengan pukulan Andi dan serangan cabikan Demon entitas berwujud satu mata itu terbunuh cukup sadis.


•••


Hana saat ini berhasil keluar dari ruangan yang memenjarakan dirinya. Setelah beberapa kali percobaan dan usaha tak pernah padam akhirnya tujuan untuk lolos pun tercapai.


Sayangnya pintu keluar tidak sesuai ekspektasi.


Malah membawa Hana pada suatu ruangan luas mirip seperti di laboratorium.


Ia berjalan penuh kehati-hatian sembari melirik kanan dan kirinya, lagi-lagi Hana dikejutkan oleh beberapa temuan saat investigasi ruangan ini.


Temuan tersebut diantaranya tabung-tabung berisi anggota tubuh manusia dalam sebuah cairan berwarna hijau dan biru.


Ada warna merah dimana terdapat jaringan-jaringan otot dan gumpalan aneh pada tabung dengan warna tersebut.


Lalu sebuah mesin yang Hana simpulkan memproduksi maupun menciptakan chip.


"Ah!?" Barusan Hana tercengang melihat sosok manusia dalam tabung yang setelah di tatap agak lama malah membuka mata begitu mendadak.


Membuat Hana mundur kebelakang dan hampir saja terjungkal. Namun seseorang menahannya.


"Sepertinya nona terkejut dengan tabung berisi manusia itu!" suara laki-laki.


"Ehh!!? Anda adalah...."

__ADS_1


Hana dengan sigap berbalik dan mendapati seseorang yang pernah dikenalnya dalam buku sejarah "kumpulan orang-orang berpengaruh di dunia" dan yang ada dihadapannya sekarang adalah salah satunya.


Tapi bagaimana bisa, itu mustahil menurutnya.


__ADS_2